Bidadari Bermata Bening Karya Habiburrahman El-Shirazy

                                        cover bidadari bermata bening

Kisah Cinta Sejati Khadimah Pesantren

Judul                            : Bidadari Bermata Bening

Penulis                          : Habiburrahman El-Shirazy

Editor                           : Syahruddin el-Fikri

Penerbit                       : Republika

Tahun Terbit                : Pertama, 2017

Jumlah Halaman          : 337 halaman

ISBN                           :  978-602-0822-64-8

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Muhammadiyah Bondowoso

Kang Abik, sapaan akrab novelis novel-novel pembangun jiwa kembali menghadirkan novel pembangun jiwa terbarunya. Kali ini berjudul, Bidadari Bermata Bening. Judul ini sebenarnya telah lama beredar dan dikenal oleh pembaca buku-buku Kang Abik. Karena judul ini pernah dikabarkan di novel-novel lama Kang Abik, dan ternyata baru tahun 2017 terbit.

Meski begitu, seperti buku-buku Kang Abik sebelumnya, novel ini mampu menyedot perhatian para pembaca setia Kang Abik. Buktinya, sebelum beredar di pasaran novel ini sudah terpesan sekitar 10.000 ekslempar. Seperti biasa, novel Kang Abik tidak jauh dari kisah-kisah pesantren dan keislaman, sebagai basic keilmuan beliau. Kali ini, tokoh utamanya adalah seorang khadimah atau santriwati yang sekaligus membantu-bantu di rumah pimpinan atau Kiai.

Dia bernama Ayna Mardeya. Orangtuanya telah meninggal. Dia hidup bersama paman dan bibinya. Kemudian mondok di pesantren Kanzul Ulum di Magelang,                                                                                                                 Jawa Tengah. Ayna adalah santriwati yang pintar dan berprestasi. Selain itu, dia juga rajin akhirnya disayang oleh Bu Nyai dan Kiai seperti menyayangi anak sendiri.

Ketika kelas akhir, Ayna menjadi santri teladan paling utama, karena dia menjadi santri yang mendapat nilai paling tinggi UN IPS se-Jawa Tengah dan masuk sepuluh besar Nasional. Sedangkan, santri teladan nomer dua adalah anak Kiai Sobron sendiri yaitu Muhammad Afifuddin. Dia menjadi santri yang mendapat nilai paling tinggi UN Agama. Mendengar pengumuman itu, Ayna merasa ada yang salah, dia minder, seharusnya Gus Afif yang menjadi santri teladan paling utama. Karena sejak lama telah menjadi hafidz Al-Qur’an dan hafal kitab Alfiyah ibn Malik (halaman 69).

Bagi Ayna prestasi Gus Afif memang memukau, bahkan membuat sebersit rasa tertarik di dalam hatinya. Namun, Ayna merasa tidak pantas, dia bukan siapa-siapa, hanya khadimah pesantren yang yatim dan miskin. Ternyata, Gus Afif juga berharap Ayna akan menjadi jodohnya, meski akhirnya dia sadar tidak layak memikirkan hal itu. Selain memikirkan anggapan dan omongan orang jika dia menikahi seorang khadimah dan dia juga sadar baru saja lulus Aliyah.

Akhirnya, Ayna dilamar oleh Kiai Yusuf Badrudduja yang masih kerabat Kiai Sobron dan Bu Nyai. Kiai Yusuf istrinya meninggal karena sakit liver, dan dia memiliki dua anak (halaman 88). Setelah memikirkan dan istikharah, Ayna sudah mendapatkan petunjuk untuk menikah dengan Kiai Yusuf. Tetapi sayang, paman dan bibinya tidak setuju.

Mereka ingin menikahkan Ayna dengan anak pengusaha kaya raya di tempat tinggal mereka yang bernama Yoyok. Ayna tidak mau, tetapi paman dan bibinya tetap memaksa. Hal ini membuat Ayna sedih. Kemudian, Ayna mendapat undangan dari Kiai Yusuf yang akan menikah dengan alumni pesantren Kanzul Ulum. Pengirim undangan adalah Gus Afif, pada saat itu Gus Afif pun menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Ayna.  “Bagaimana kalau Abah dan Ummi aku minta untuk melamarmu untuk jadi istriku?” (halaman 147)

Sebenarnya ini membuat hati Ayna senang. Namun, dia kepikiran apa yang pernah disampaikan Bu Nyai. “Kalau Afif? Dia baru saja lulus bareng Ayna. Dia harus kuliah dulu. Kalau nikah bubar semuanya (halaman 152).” Akhirnya, Ayna mengatakan bahwa Gus Afif tidak boleh menikah dengannya.

Hal ini membuat Gus Afif sedih, meski tidak tahu apa alasan Ayna. Ayna pun akhirnya kalah dengan paman dan bibinya, dia menikah dengan  Yoyok dengan syarat-syarat yang disampaikan Ayna, seperti Yoyok bisa menyentuhnya kalau Yoyok sudah bisa membaca Al-Qur’an dan menghafal Juz Amma dan Yasin (halaman 174). Meski begitu, perjalanan hidup Ayna yang menyedihkan.

Ternyata ada konspirasi antara paman Ayna, Darsun dan orangtua Yoyok. Hidup Ayna semakin penuh ujian dan liku. Gus Afif pun keadaannya semakin menyedihkan. Novel kang Abik ini memang benar-benar menggugah Jiwa. Pembaca akan mengerti dan memahami bagaimana cinta sejati. Pembaca yang pernah mondok akan serasa nostalgia ketika membaca novel ini, pun bagi yang tidak mondok akan memahami bagaimana kehidupan di pondok yang sebenarnya. Novel yang menghibur dan sarat makna. Selamat membaca!

*dimuat di Harian Singgalang

**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085933138891
gabung juga di grup
 di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp dan http://bit.ly/TokoBukuHamdalahTelegram

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia

Iklan