Pertemuan Kasih Hidayah

Tentang keimanan dan hidayah, adalah suatu yang mungkin sangat sulit untuk kita jangkau. Ya, misteri kita menyebutnya. Keimanan ada dalam hati manusia, dan hidayah adalah jalan dari Sang Pencipta. Bagaimana jika ini menjadi kisah dalam sebuah novel, tentu ini akan menjadi sangat menarik. Sebuah novel lumayan lama, tapi baru saya baca, judulnya Zukhruf Kasih, karya mba Azzura Dayana.

Diceritakan seorang Geo alias George, beragama Katholik. Alsa alias Alexandria adiknya, serta Martin ayahnya juga beragama Katholik. Sedangkan ibunya, Sari beragama Islam. Geo merasakan kebimbangan dan keresahan yang mendalam, ia merasa tak menemukan titik spiritual yang mendalam dalam agama yang dianutnya. Dan yang semakin membuat dia tak tenang,  ayahnya menyuruh dia untuk menjadi orang-orang yang setia pada gereja, seperti cita-cita ayahnya dulu ketika muda. Dan hendak menyekolahkannya di sekolah gereja.

Sangat kentara hati terdalam Geo sangat menolak, karena dia masih tak menemukan keistimewaan agama yang dianutnya, sedangkan menjadi kebalikannya Alsa, adiknya sangat terlihat menikmati agamanya dan sanggup menghafal lagu-lagu gereja (carol) dengan senang hati. Geo jangan ditanya, satupun dia tak hafal.

Suatu ketika Geo menghubungi Fauzi, teman sekampusnya yang aktif di Rohis kampus. Geo tahu itu, dia memang sengaja ingin tahu sedang apa temannya itu. Seperti yang dia tahu temannya itu sibuk mengadakan pengajian keislaman untuk seluruh mahasiswa di kampus. Yang singkat cerita, nanti Geo hadir dalam sebuah kajian tentang Rasulullah. Dia penasaran dan banyak Tanya tentang Rasulullah Muhammad dan Isa pada Fauzi.

Geo semakin tak yakin bisa mengikuti suruhan bapaknya, apalagi masih ada pertengkaran ayah dan ibunya, karena dia yang tak mau menuruti ayahnya. Ibunya yang sakit-sakitan tak berdaya, dan hanya bisa mengalah setiap kali pertengkaran. Menurut cerita, dulu ayahnya memang katholik, dan ketika akan menikahi ibunya ayahnya masuk islam dan berjanji menjadi muslim yang taat. Memang Martin telah masuk Islam dan sempat membawa Geo dan Alsa ke masjid ketika mereka masih kecil. Namun, kenyataannya ketika Sari tak sunggup melawan dan hanya mengalah karena sakit-sakitan, ayahnya kembali memeluk agama sebelumnya, Katholik.

Goncangan imannya semakin sangat, pikirannya semakin tak tentu. Ketika itupun dia,

Terbiasa ketika lagi mengalami pikiran yang banyak keluar rumah dengan sepeda untuk menghilangkan jenuh. Suatu ketika, ketika habis hujan dia menemukan seorang wanita muda yang masih seumuran dia, duduk di sebuah kursi di taman sambil menangis kehujanan, ternyata dia Rella teman sekampusnya juga.

Saat itupun dia mulai kenal dan sedikit akrab dengan Rella. Selanjutnya, saat liburan dia dan Fauzi liburan ke kota asli Fauzi, Bengkulu. Fauzi mengajaknya mengingat masa lalunya di sebuah surau, tentang pencak silat, sungai, laut, dan rumah uwak Fauzi. Singkat cerita, akhirnya Geo menemukan cahaya islam di sana, di Bengkulu dia bertemu dengan hidayah yang dinanti-nantinya itu.

Ujiannya tak henti ternyata, setelah masuknya dia dalam pelukan islam, ibunya yang jauh darinya saat liburan itu sakit dan parah, dan ternyata Rella yang juga pulang ke rumah aslinya, harus mendekam di rumah sakit juga karena ditusuk pisau oleh ayah tirinya. Geo bingung, memilih mana antara ibu dan Rella, awalnya dia masih ke tempat Rellah terbaring tapi akhirnya dia juga harus segera pulang untuk menemui ibunya, yang semakin parah.

Sesampainya, ibunya meninggal. Dan kabar dari Bengkulu, Rella juga meninggal. Sungguh, banyak penyesalan dalam hatinya. Dua orang yang ternyata dia sayangi harus meninggalkannya lebih dulu. Sebelum ibunya meninggal, dia berpesan agar membawa Alsa juga untuk menjadi seperti Geo, memeluk islam seperti ibunya, Geo menyanggupi keinginan ibunya.

Setelah hari duka itu, Geo mengajak Alsa untuk mencari ketenangan di Bengkulu, seperti apa yang ia rasakan dulu. Awalnya Alsa menolak karena terlalu jauh, tapi akhirnya mau juga. Geo mengajak Alsa ke tempat-tempat, sebagaimana Fauzi mengajak dia sebelumnya.  Ya, setelah itu ada perdebatan-perdebatan antara Geo dan Alsa tentang Tuhan dan agama berbeda yang mereka anut. Namun, pada akhirnya ternyata Alsa ma uterus memelajari dan menjadi muslimah sholehah.

Dan, ternyata pula, Rella tidak meninggal. Dia hanya dikabarkan menginggal, atas permintaan Rella sendiri untuk menghilangkan jejak dari ayahnya. Namun, akhirnya dia harus jujur juga bahwasanya dia masih hidup dan akhirnya, menikah dengan Geo. Saya rasa memang buku ini sangat menarik, termasuk tentang iman dan hidayah yang misteri itu. Kita akan merasakan kegoncangan Geo terhadap agama yang dianutnya, dan merasa tenang ketika bertemu hidayah Islam. Novel yang tak kalah menarik dari novel-novel Mba Azzura Dayana sebelumnya, silahkan membaca.

Judul : Zukhruf Kasih

Penulis : Azzura Dayana

Penerbit : Lingkar Pena Publishing House

Tahun Terbit : 2009

Jumlah Halaman : 254 halaman

28 Sya’ban 1432-30.Juli.2011, Di rumahku syurgaku.

Iklan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s