Mostly Ghostly Versi Adam

 

Judul                           : Mostly Ghostly

Penulis                         : Adam Putra Firdaus

Penerbit                       : Asma Nadia Publishing House

Tahun Terbit                : 2010

Jumlah Halaman          : 80 Halaman

 

Bagaimana jika anda mengetahui anak kecil menulis buku? Sepertinya sudah biasa ya. Ada banyak lahir penulis cilik Indonesia di KKPK (kecil-kecil punya karya) Mizan. Sebuah upaya membuat Indonesia membaca dan menulis ke depan. Namun, tahukah anda dengan sosok penulis cilik  dari keluarga penulis? What, keluarga penulis? Ya, satu keluarga semuanya adalah penulis, bapak, ibu, dan kakaknya adalah penulis.

Adalah Adam Putra Firdaus, adik dari Putri Salsa yang lebih dulu menulis di KKPK. Keduanya adalah anak dari penulis yang pasti sudah di kenal Asma Nadia dan Isa Alamsyah. Dari kedua penulis berbakat itulah lahir dua penulis cilik. Luar biasa. Keluarga yang patut di contoh guna menjadi Indonesia membaca dan menulis.

Adam sapaan akrabnya, saat umur lima tahun telah menulis cerita pendek yang berjudul The Click Man. Cerpen yang dibuatnya saat Adam suka dengan semua yang berbau super heroes, ketika menulis cerpen itu akhirnya dia menciptakan sendiri sosok jagoan yang di inginkan dengan kehebatan khusus. Cerpen pertamanya itu kemudian masuk dalam kumpulan cerpen karya anak-anak Indonesia yang berjudul, Tangan – Tangan Mungil Melukis Langit.

Kali ini Adam telah menerbitkan buku pertamanya yang berjudul, Mostly Ghostly. Buku yang sangat kental terasa bahasa kekanak-kanakannya. Renyah, mudah di pahami oleh anak-anak yang membacanya. Namun, memiliki pelajaran yang bisa di ambil hikmahnya.

            Mostly Ghostly, bercerita tentang Rafi, Zidan dan Chloe adik Zidan. Mereka adalah tiga anak yang suka akan misteri dan penasaran yang berhubungan dengan namanya hantu. Jadi tak heran jika ada kabar-kabar tentang hantu, mereka penasaran bukan main. Naluri mereka berkata harus mencari dan menelusuri kabar itu, apakah kabar hantu tersebut?

Dalam buku ini terbagi menjadi empat kisah tentang penulusuran mereka tentang beberapa kejadian yang dikatakan sebagai penampakan hantu. Pertama, ada hantu di spooky hotel. Di bagian ini Rafi, Zidan dan Chloe, penasaran dengan Spooky Hotel yang sesuai namanya memang di rancang seram. Tapi ada sesuatu yang membuat mereka penasaran, yaitu isu tentang kamar nomor tiga belas ada hantunya. Oleh, karenanya mereka berusaha melobi agar bisa menyewa kamar nomor tiga belas itu, dengan sedikit memaksa dan rayuan terhadap karyawan hotel akhirnya mereka berhasil menyewa kamar itu. Menurut kisah yang ada, dalam kamar itu ada bayangan sesosok manusia yang mukanya berduri-duri dan juga suara yang melingking dan kadang berubah menjadi jeritan. Nantinya, kisah ini berkesimpulan bahwa di kamar nomor tiga belas itu tidak ada hantunya, tapi bayangan yang dikatakan hantu itu adalah karyawan atau orang suruhan yang bekerja agar membuat kesan beda dan seram di kamar nomor tiga belas.

Kedua, misteri hantu sekolah. Di bagian ini menceritakan Rafi, Zidan dan Chloe ketika berjalan di sekolah bertemu dengan seorang anak yang lari karena melihat hantu di balik pepohonan sekolah. Akhirnya, tiga pembongkar kasus misteri ini segera menuju ke tempat kejadian, yang akhirnya nanti menyimpulkan banhwasanya hantu itu adalah manusia biasa yaitu pak kebun di sekolah.

Ketiga, Mostly Ghostly (Misteri Hantu Marah-Marah). Bagian ini mengisahkan tiga sekawan pembongkar kasus misteri ini penasaran tentang rumah yang dikatakan ada hantunya di samping rumah Rafi. Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk menginap di rumah Rafi untuk memudahkan membongkar kasus ini. Nantinya, akan tersimpulkan bahwasanya hantu yang berada di samping rumah Rafi, adalah orang gila jadi tak heran jika tiba-tiba ada suara hantu marah-marah di rumah itu.

Dan yang terakhir, bayangan putih di pohon bambu.  Adalah menceritakan kisah mereka yang penasaran dengan percakapan seorang anak ketika perjalanan pulang setelah bermain bola dan shalat. Anak itu mengatakan ada hantu di pohon bambu. Merekapun penasaran apakah itu benar-benar hantu. Dan di akhir kisah nantinya akan tersimpulkan bahwasanya itu bukan hantu tetapi kain yang mungkin sengaja di gelantungkan oleh masyarakat setempat yang iseng.

Kisah-kisah mereka lucu dan kadang menakutkan. Namun, mungkin kekurangannya adalah alur yang mudah di tebak. Tapi, untuk seumuran anak seperti Adam, buku ini merupakan batu loncatan untuk menjadi penulis handal di masa datang. Pensaaran dengan kisah Rafi, Zidan dan Chloe? Sangat cocok buat anak-anak agar menjadi pemberani dengan yang namanya hantu yang kadang-kadang hanya sebuah halunisasi atau alat untuk menakut-nakuti saja. Selamat membaca.

Iklan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s