3 Langkah Merekam Inspirasi

Judul                            : Menulis Inspirasi

Penulis                          : Arief Hidayatullah

Penerbit                       : Buku Litera

Tahun Terbit                : September, 2011

Jumlah Halaman          : 88 halaman.

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Aktivis Forum Lingkar Pena Malang Raya dan Journalistic Club Ikom UMM, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

Pernah dimuat di rimanews.com 5 Juli 2012, klik!

Tentu kita ingat pepatah berikut, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan coraknya, dan manusia mati meninggalkan nama atau karya.” Gajah saja akan meninggalkan apa yang  diingat oleh makhluk lainnya, yaitu gading. Maka, kita sebagai manusia pasti ingin meninggalkan nama (yang baik) atau sesuatu (karya) yang akan diingat oleh manusia lainnya.

Karya itulah yang menjadi kenangan sepeninggal kita, tentu karya yang baik dan bermanfaat yang akan dikenang oleh manusia lainnya. Nah, buku ini adalah buku yang akan memberi pencerahan bagi kita bagaimana berkarya dengan menulis. Sebagaimana kata Imam Ghazali, “Jika engkau bukan anak raja atau orang kaya, maka menulislah.”

Masalahnya, ada beberapa di antara kita ingin belajar menulis atau ada yang ingin memulai tulisan tapi terpaksa tidak jadi hanya karena satu masalah, yaitu tak ada inspirasi untuk menulis. Memang hal ini akan menjadi kendala bagi pemula dalam menulis. Tanpa inspirasi atau ide, maka keinginan menulis yang menggebu pun harus luntur perlahan.

Padahal, sebenarnya ide atau inspirasi itu selalu ada dalam hidup kita. Bahkan bisa disebut inpirasi selalu datang pada otak kita dan sayangnya pergi begitu saja dari otak kita. Ini disebabkan, kita tak bisa menangkap ide tersebut, atau menurut Arief Hidayatullah kita tidak bisa ‘merekam’ inspirasi tersebut.

Maka Arief penulis dan juga dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang ini, memberi 3 cara bagaimana merekam inspirasi. Menurut pengalamannya cara yang pertama bagaimana merekam inspirasi yaitu dengan cara selalu membawa buku saku atau notebook dan ballpoint  ke mana saja kita pergi, hal ini adalah untuk memudahkan kita untuk merekam dahulu ide yang mulai ramai di otak kita. Karena dengan ide yang kita tulis di buku saku itulah, yang akan menjadi bahan baku tulisan kita nantinya. Arief menyebut buku saku dan ballpoint (pena) bagai senjata dan peluru. Buku adalah senjata dan pena sebagai pelurunya.  Maka dia menegaskan, “Waspadalah!!! Inspirasi selalu mengintai anda, kapan dan di manapun anda berada. Siapkan senjata (pistol) dan peluru anda.”

Cara merekam inspirasi yang kedua adalah, sadar. Ya, kita selalu sadar dalam menjalani hidup agar dapat merekam inspirasi. Sadar yang dimaksud oleh Arief ini adalah kita selalu memfungsikan semua indera kita dalam segala aktivitas hidup. Arief menyebutnya, menginderai apa yang ada di sekitar kita. Apabila kita berada dalam sebuah perpustakaan maka mata menginderai semua yang ada di sana, telinga kita mendengar apa yang ada di sana, indera perasa kita pun ikut merasa dan sebagainya. Maka, dengan itu menurut Arief kita dapat merekam inspirasi dengan baik. Arief menegaskan, “Sadarlah!!! apa yang kita lihat, dengar dan rasakan akan berlalu dar kita seiring dengan deru nafas kita yang keluar dari rongga pernafasan.”

Terakhir, cara merekam inspirasi berikutnya adalah tidak berhenti menulis. Dengan cara ini menurut Arief akan menjadikan kualitas menulis kita menjadi lebih baik ke depannya. Hal ini juga Arief maksud, dengan tidak berhenti menulis setiap kita mendapatkan inspirasi. Tulis apa yang ada di otak kita, soal mengedit itu urusan akhir. Setelah selesai baru kita edit tulisan yang masih acak-acak itu. Arief mengatakan, “Ingat!!! menulislah sebelum anda hilang ingatan.”

Dari awal sampai akhir buku ini menyuguhkan tips, trik serta motivasi menulis bagi pemula ataupun bagi bahkan orang yang tidak pernah berkeinginan menulis. Walau masih banyak kekurangan, khususnya banyak salah penulisan dan kata-kata, namun buku ini layak untuk dibaca dan dikoleksi bagi anda yang ingin menjadi penulis. Harapannya, buku ini akan terbit edisi revisi kedepannya, semoga.

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s