Tentang Lemon Cake, Cinta dan Romantisme

Judul                            : Lemon Cake

Penulis                        : Fazruli Rifkyana Ulfah,dkk

Penerbit                       : Diva Press

Tahun Terbit                : Januari, 2012

Jumlah Halaman      : 196 halaman

ISBN                             :  978-602-191-167-9

Peresensi                   : Muhammad Rasyid Ridho, Aktivis Forum Lingkar Pena Malang Raya dan Ketua Journalistic Club Ikom UMM, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

Pernah dimuat di Rimanews.com 9/8/2012, klik!

Ide cerita bisa kita dapatkan dari mana-mana, dari sebuah tempat wisata atau bersejarah sampai makanan pun bisa menjadi ide cerita yang menarik. Tugu Monas misalnya menjadi sebuah ide yang kemudian dikembangkan oleh Asih Putri Utami menjadi sebuah cerpen yang berjudul Monas Ingin Ke Monas.

Disebutkan ada seorang yang bernama Monas yang menjadi teman tokoh utama yang bernama Ina Gumira. Monas adalah anak yang dekil seperti anak desa lainnya namun bersahabat sehingga Ina mau bersahabat dengannya. Sedangkan Ina adalah anak kota yang kemudian pindah sekolah ke sekolah Monas karena ayahnya dipindah ke desa tersebut.

Setelah berkenalan dan akrab, akhirnya Ina tahu kalau Monas ingin ke suatu tempat yang namanya sama dengan namanya, apalagi kalau bukan Tugu Monas yang ada di Jakarta itu. Suatu saat ketika liburan Ina beserta keluarga telah mengagendakan akan berlibur ke Monas dan mengajak Monas ke sana. Sayang, Ina harus menuai kecewa karena ternyata Monas tidak bisa ikut dengannya saat hari H. Dia kecewa pada Monas yang tidak bilang awal-awal sehingga bisa mengundur waktu ke Jakarta. Monas hanya bisa menitipkan salamnya pada Monas pada Ina. Cerpen ini cukup bagus penggarapannya, setting desa dan Monas pun bisa membawa pembaca pada imajinasinya.

Selanjutnya, cerpen lain yang tak kalah bagus adalah cerpen karya Fazruli Rifkyana Ulfah yang berjudul Lemon Cake, judul yang sekaligus menjadi judul buku ini. Cerpen ini bercerita tentang Gita yang ingin pacar atau calon suaminya itu bisa membuat lemon cake lebih enak dari dirinya. Itu menjadi syarat utamanya. Karena bagi dia, lelaki yang bisa membuat lemon cake itu adalah lelaki yang baik karena bisa dengan sabar dan ulet membuat lemon cake dari awal merangkai hingga jadi makanan yang begitu menggiurkan itu.

Penulis cerpen ini bagus dalam mengekplorasi ide sehingga menjadi tulisan yang cukup memuaskan pembaca. Baik dari ilmu bagaimana membuat lemon cake yang baik, cerita yang apik sekaligus romantis yang banyak disukai oleh kalangan pembaca saat ini. Sedangkan dalam cerpen Aiman Bagea yang berjudul Laksana Purnama bercerita tentang suami istri yang romantis dan sangat menyukai purnama, bahkan sampai keduanya di usia senja pun mereka tetap melakukan kebiasaan lama mereka yaitu menatap purnama berdua. Saya rasa kisah ini paling romantis dalam kumpulan cerpen ini.

Selain itu masih banyak cerpen-cerpen romantis lainnya dalam buku ini. Karena buku ini adalah salah satu kumcer kisah terpilih dari 489 karya kisah romantis yang diadakan oleh Diva Press selain satu buku yang sudah saya resensi sebelumnya yakni Love Autumn. Dalam Lemon Cake ada 13 cerpen romantis yang judulnya selain di atas sebagai berikut. Nyanyian Embun karya Reno Rahardja, My Guardian Angel karya Elys Zamani, Titipan Kasih Sang Istri karya Nimas Aksan, Morning Sun karya Resti Siti Nurlaila, Love Letters karya Nida Khusnu Nadia, Music Is Our Love karya Henny Pratiwi, Mata Yang Menatap karya Kristin Fourina, Seruni karya Erlina Madya, dan Memeluk Oktober karya Ika Vihara.

Kesemuanya adalah cerpen-cerpen bagus dan unik namun tetap terasa romantisme. Bagi anda yang penasaran bagaimana ending kisah Monas yang ingin ke Monas, Gita yang ingin suami pintar membuat lemon cake dan selurug cerita di dalamnya. Ketika telah menemukan buku ini di sebuah toko buku jangan ragu untuk segera membawanya ke kasir dan membayar harganya yang tak semahal kisah-kisah keren di dalamnya. Selamat membaca!

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s