Agar LDR Bertahan Selamanya

Pernah dimuat di rimanews.com 23/08/2012, klik!

Judul                            : twit @LongDistance_R

Penulis                          : @amankqadafi dan @amelimol

Penerbit                       : Gradien Mediatama

Tahun Terbit                : 2012

Jumlah Halaman      : 162 halaman

ISBN                           : 978-602-208-061-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Aktivis Forum Lingkar Pena Malang Raya dan Journalistic Club Ikom UMM, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

Long Distance Relationship yang biasa disingkat LDR memang menjadi banyak dibicarakan saat ini, khususnya bagi anak muda yang berpacaran dan sang pacar berada nun jauh di sana. Maka, tak jarang pula kita dapatkan cerita pendek, buku-buku, ataupun film yang menceritakan tentang LDR. Selain itu jejaring sosial menjadi alternatif sebagai katarsis kegalauan yang mereka rasakan. Kita lihat saja berapa banyak hastag tentang LDR di twitter, ya itu karena memang banyak yang nge-twit soal LDR karena galau atau kebalikannya (sok) jadi motivator para galauers.

“JOMBLO itu TAKDIR, Single itu Pilihan, #LDR itu sendiri memang tapi dia jaga kesetiaan dan kepercayaan” (halaman 15). Seperti twit di atas, adalah salah satu dari twit yang ada dalam buku twit@LongDistance_R karya @amankqodafi dan @amelimol. Memang buku ini berisi tentang twit LDR, tapi tentu saja ini tak seperti buku yang hanya berisi kumpulan twit. Tapi ini juga berisi tulisan prolog, semacam renungan dan tulisan yang berkaitan dengan LDR.

Amank dan Amel menulis buku in berdua, dan rasanya memang seperti cerita mereka berdua yang sedang menjalani LDR. Dari bagaimana orang LDR selalu rindu dan rindu, adakalanya cemburu dan tepatnya tambah besar lagi dimalam minggu. Karena mereka sebagai orang yang menjalani LDR maka buku yang mereka tulis ini cukup mengena, karena pastinya mereka sudah ngejalanin semua itu dan pas dengan hati mereka. Jadi mereka menulis pakai hati banget.

Saya mendapatkan bahwa terbitnya buku ini juga karena kegalauan penulisnya. Tentu bukan karena kegalauan mereka dalam menjalani long distance relationship. Tapi ini adalah bukti kegalauan mereka terhadap fenomena pacaran LDR anak muda yang tidak bisa bertahan. Sekaligus buku ini menjadi bantahan perkataan banyak anak muda kalau ngejalanin LDR itu nggak bakalan bertahan.

Mereka bisa membuktikan kalau mereka bisa bertahan dan bahkan bisa membuat buku karena anugerah LDR. Kemungkinan mereka membuat buku LDR yang hati banget tanpa pernah ngejalanin sangat sedikit. Menurut mereka dalam salah satu twit dalam buku ini, LDR itu memang jarang sekali bertahan. Maka penulis berharap akan menjadi jadi orang-orang yang jarang yang berhasil ngejalanin LDR.

Buku ini selain berisi twit-twit penulis juga ada dari twips lainnya seperti di bab “jurusan” yang mengaitkan jurusan-jurusan dalam perkuliahan dengan LDRan dan juga ada di bab terakhir “jarak dalam pantun” yang diisi oleh twit selain penulis tentang LDRan dengan gaya pantun. Dua bab ini terasa cukup dipaksakan namun cukup bisa menjadi penghibur. Khususnya, bagi pelaku LDR.

Akhirnya, paling tidak penulis berusaha menyampaikan pesan tentang bagaimana LDR itu bisa bertahan. Antara lain dengan sikap sabar, percaya dan yakin dengan komitmen bersama serta berusaha terus melakukan komunikasi yang efektif. Seperti penulis tulis dalam salah satu twitnya, “Apa salahnya untuk saling meyakini itu akan mempermudah kita untuk bertahan. #LDR” (halaman 144).

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s