Membangun Bisnis: Jalan Menuju Tuhan

Pernah dimuat di Majalah Matan Muhammadiyah Jatim September 2012 dan Wasathon.com (), klik!

Judul                            : Spritual Creativepreuner

Penulis                          : M. Arief Budiman

Penerbit                       : Metagraf

Tahun Terbit                : Mei, 2012

Jumlah Halaman          : 218 hal

ISBN                           : 978-602-9212-17-4

 

Masalah pengangguran dan kemiskinan di Tanah Air perlahan juga akan teratasi. Menurut BPS, orang miskin pada 2009 telah mencapai 13 % (Sekitar 37,1 juta jiwa), naik dibanding tahun 2008 yang 15,42 %. Sedangkan jumlah pengangguran tahun 2005 resmi tercatat pada titik 10,3%, sementara angka pengangguran terbuka pada Agustus 2007 mencapai 10,01 juta orang (halaman 36).

 

Fakta di atas bukan alih-alih berubah, tapi tentu ada proses yang menjadi perubahnya. Perubahan angka pengangguran itu ada banyak karena bisnis kreatif  yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Bisnis kreatif itu meliputi berbagai macam bidang, misal periklanan, desain, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, fesyen, film, video, fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukkan, penerbitan dan percetakan

 

Sayangnya pemerintah juga masyarakat lainnya kurang memperhatikan menjamurnya bisnis kreatif yang dijadikan ladang usaha oleh warga negaranya. Padahal telah menjadi bukti di atas, angka pengangguran semakin menurun karena adanya geliat bisnis kreatif. Hal ini seharusnya mendapat respon positif dan mendapat dukungan, baik dari pemerintah dan masyarakat lainnya dengan penghargaan atau membuat bisnis kreatif lainnya.

 

M. Arief Budiman sepertinya merasa jengah dengan keadaan ini sehingga harus menulis buku ini. Penulis buku ini banyak memaparkan bagaimana geliat bisnis kreatif di Indonesia. Sebagai pelaku dan salah satunya yang banyak meraih kesuksesan dan penghargaan Arief cukup mudah mengelola tips-tips dan cerita-cerita berdasarkan kisah nyata yang pernah dia alami jatuh-bangun bersama perusahaan yang dia pimpin Petakumpet.

 

Penulis dua buku yang best seller Jualan Ide Segar dan Tuhan Sang Penggoda menceritakan pengalaman bisnis kreatifnya yang sarat spiritual. Suatu ketika,  Arief dan seorang temannya pulang pukul 20.00 dari sebuah rapat di Jakarta. Mereka menuju stasiun Gambir untuk mengejar kereta Taksana yang berangkat ke Jogja pukul 20.45. Mereka memilih menaiki ojek, karena melihat kemacetan Jakarta berada di puncaknya. Sedangkan jarak tempuh bisa memakai waktu 2 jam lebih.

 

Sebelum berangkat Arief meminta temannya untuk membaca Al-Fatihah tiga kali. Di perjalanan dengan dua buah ojek yang sama-sama ngebut mulut mereka komat-kamit membaca Al-Fatihah. Mereka sampai di Stasiun Gambir pukul 21.30, resah sudah rasanya. Akhirnya mereka memutuskan untuk membeli tiket lagi dan mencari penginapan, namun ternyata jadwal kereta mundur dan berangkat pukul 21.50. Menurut Arief kejadian ini bukan kebetulan karena dia seringkali mendapatkan kemudahan ketika membaca Al-Fatihah.

 

Dalam buku ini Arief pada halaman 20-27 menjabarkan bagaimana kita bisa belajar dan memaknai Al-Fatihah dalam kehidupan kita. Dari ayat pertama sampai terakhir kita bisa diaplikasikan dalam sehari-hari. Dalam kehidupan bisnis yang banyak tantangan dan ujian pun akan menjadi termudahkan dengan memaknai Al-Fatihah.

 

Selain itu Arief juga memberi tip untuk meraih sukses bisnis yaitu dengan rukun Islam. Syahadat yang berarti keyakinan, shalat yang berarti manajemen waktu, zakat yang berarti berbagi, puasa yang berarti menahan diri dan haji yang berarti Ikhlas. Karena, bagi Arief perjalanan membangun bisnis adalah perjalanan spiritual menuju Tuhan.

 

Melihat buku ini saja kita sudah mampu menilai Arief begitu kreatif dalam berbisnis. Bagaimana tidak? dengan design cover yang memakai tiga warna, biru muda, oranye, dan hijau muda. Arief tak hanya memberikan wawasan kreatif bisnis yang mengajak pembaca untuk mandiri dengan berbisnis namun membawa para (calon) pembisnis untuk selalu melihat betapa besar kuasa Allah, agar ketika terjatuh mudah terasa karena ada sandaran yang menyejukkan yakni Sang Pencipta. Tak pelak saya pun menyetujui perkataan tentang buku ini dalam blognya, “It’s not just a book. It’s a product. A magical product” (Muhammad Rasyid Rhido/Wasathon.com)

 

 

 

Peresensi: Muhammad Rasyid Ridho, Aktivis Forum Lingkar Pena Malang Raya dan (Ketua) Journalistic Club Ikom UMM, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s