Bunda, Sekolah Pertamaku

dimuat di Wasathon.com 28 Desember 2012. klik!

 

Judul                     : Bunda, Sekolah Pertamaku

Penulis                  : Bunda Wening

Penerbit                 : Tinta Medina

Tahun Terbit            : Maret, 2012

Jumlah Halaman      : 218 hal

ISBN                       : 978-602-9211-47-4

 

 

Nabi Saw. bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

 

Secara jelas Rasulullah dalam hadits mengisyaratkan, bahwa dalam kefitrahan anak sejak lahir peran orang tualah yang berfungsi menjadikan anak tersebut baik atau sebaliknya. Karenanya, orang tua wajib mewarnai kehidupan anaknya. Maka, sejatinya orang tua adalah guru kehidupan pertama anaknya. Dalam peribahasa arab lebih ditegaskan, al-umm madrasatul ula li ibnihaa (Ibu, adalah sekolah pertama bagi anaknya).

 

Bunda Wening, seorang triner terapis dan konselor parenting dalam buku pertama serial Amazing Parenting Bersama Bunda Wening memberikan kiat-kiat bagi orang tua terutama ibu dalam mendidik anaknya. Judul buku tersebut berjudul Bunda, Sekolah Pertamaku.

 

Buku ini terdiri dari lima bab. Bab pertama tentang pembiasaan dasar islami. Bisa ala biasa. Begitulah kehidupan ini, anak pun akan menjadi bisa terhadap shalat, puasa, berdoa, berdzikir dan dasar keislaman lainnya karena ada pembiasaan sejak dini. Kebiasaan bukan hasil dari  proses kematangan, melainkan sebagai akibat dari pengalaman atau proses belajar. Perilaku dilakukan berulang-ulang dan makin lama jangka waktunya maka akan semakin bagus hasilnya.

 

Ada dua hal yang membantu pembiasaan menjadi efektif menurut Bunda Wening. Pertama, contoh atau teladan. Tanpa teladan terlebih dahulu, anak akan sulit melakukan sebuah pembiasaan. Kedua, pembiasaan yang konsisten dengan cara melatih sang anak sejak usia dini. Bab ini juga dilengkapi panduan wudhu, shalat, puasa wajib, dan doa-doa harian anak.

 

Bab kedua membahas tentang membaca, menulis, dan berhitung yang sering disingkat calistung. Anak-anak itu suka sekali bermain. Karenanya, ibu harus bisa membuat suasana belajar dengan permainan. Maka dengan itu anak akan suka belajar karena menyenangkan.

 

Bab ketiga masih membahas tentang bermain, yakni berikan main yang mencerdaskan. Bagaimana itu? Salah satunya dengan cara story telling. Dengan menggunakan buku cerita bergambar, sang ibu menceritakan maka anak pun akan senang. Selain itu ini juga akan mendekatkan sang ibu dan anak.

 

Bab keempat memberikan penjelasan adab-adab dalam Islam yang harus dibiasakan pada anak. Misal adab makan, tidur, kepada orang tua dll. Bab terakhir buku ini membahas tentang tumbuh kembang anak dan stimulasinya. Termasuk tips mengasuh anak sejak dalam kandungan.

 

Karena sejatinya mengasuh dan mendidik anak bukanlah kewajiban seorang ibu saja, maka buku ini wajib dibaca oleh kalangan bapak, calon bapak, bahkan lelaki yang belum menikah sekalipun. Buku ini akan memberikan wawasan parenting tak hanya teori namun sekaligus mudah dipraktekkan.

 

 

 

Peresensi:

Muhammad Rasyid Ridho,

Ketua Journalistic Club Ikom UMM

dan Anggota Forum Lingkar Pena Malang Raya, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM. 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s