(06-Resensi Buku 2013-Wasathon.com 15 Februari 2013) Diary Santriwati Gokil

Judul                          : Pesantren Girls

Penulis                       : Zahra Shafiyah

Penerbit                      : Lingkar Pena Publishing House

Tahun Terbit                : Mei, 2011

Jumlah Halaman          : 228 halaman

ISBN                          :  978602885140-4

 

Cover Pesantren-Girls-Penuh

 

Pernah jadi santriwati? Kalau belum pernah, coba deh baca buku Pesantren Girls. Buku ini karya Zahra Shafiyah yang pernah nyantri di Semesta Islamic Boarding School. Dalam buku ini cukup disingkat IBS. Zahra sendiri punya banyak nama panggilan. Antara lain Zahra dan Zet. Yang paling aneh, dia juga dipanggil Sapi plesetan dari nama Shafiyah.

 

Buku ini bukan kisah santriwati biasa. Buku ini adalah diary santriwati gokil. Di awal cerita Zahra cerita tentang pesantrennya yang terdiri dari dua wilayah, wilayah putra dan  putri. Di putri ada 20 asrama, Zahra menempati di asrama delapan.

 

Dia juga bercerita tentang kelasnya yang super nakal dan seringkali menjadi pembicaraan guru karena kebandelannya. Masa remaja seperti mereka pasti juga ada namanya ketertarikan ke lawan jenis, Zahra juga menceritakan kisah temannya yang saling suka antara putra dan putri, sekaligus nggak akurnya putri dan putra yang seringkali terjadi pertengkaran.

 

Zahra cerita suka nih ke 2 anak putra, Ahmad dan Ikew. Yang paling lama nih si Ikew. Walau kata teman-temannya Ikew biasa saja, tapi Zahra suka karena Ikew sipit. Point penting yang membuat Zahra suka Ikew karena dia smart. Tapi, sayang Zahra harus patah hati karena Ikew malah menyukai teman Zahra yang cantik banget, dasar cinta monyet.

 

Ada teman Zahra yang kalau bicara secara spontan tanpa berpikir itu benar atau nggak. Namanya Awal. Salah satunya saat dia berbicara bahasa Inggris, “Heal the world, make a better place.” Tapi awal malah bicara, “Hill gowon. Make it perentes.” (halaman 30)

 

Di pesantren nggak boleh loh bawa hp. Tapi yang melanggar cukup banyak, termasuk Zahra. Hpnya dia beri nama Mori-Mori. Pernah sekali kena razia, tetapi bisa dia ambil lagi dengan syarat harus dibawa pulang dan  tidak dibawa ke IBS lagi.

 

Dia juga bercerita tentang ustadznya Pak Muchtar yang lulusan IBS juga dan melanjutkan King Saud University dan akhirnya kembali ke IBS untuk mengabdikan diri. Sangat suka mengulang kata-kata saat berbicara dengan para muridnya. Karena pintar dan hebatnya Pak Muchtar, Zahra sampai mengaku-ngaku Pak Muchtar sebagaiBabehnya.

 

Santriwati itu nggak boleh keluar tanpa izin. Nah, Zahra juga pernah ketahuan keluar IBS tanpa izin saat IBS lagi krisis air. Alasannya,  selain untuk mandi, juga untuk refreshing karena jenuh di IBS. Yang namanya jenuh pasti ada tuh kalo lama-lama di IBS.

 

Kalau ada yang bilang itu nggak bisa berprestasi dan meraih mimpi sangat salah. Zahra bisa membuktikan dengan dia menjadi pemenang lomba Creative Marketing Competition di sebuah Universitas di Bandung. Selain itu banyak lho dari teman Zahra yang menjadi siswa pertukaran pelajar.

 

Tak hanya bercerita tentang pengalaman suka duka plus gokilnya saat menjadi santriwati, Zahra juga membagi tips-tips keren. Seperti, cara menyalurkan bakat dengan baik, cara jitu nggak antre di kamar mandi dan cara menjadi santri yang berprestasi dan mendunia. Jadi, buku ini tak hanya menghibur tetapi juga memberi wawasan sekaligus menjadi nostalgia bagi Anda yang pernah nyantri, selamat membaca! [Muhammad Rasyid Ridho/Wasathon.com]

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s