(09-Resensi Buku 2013-RadarSeni.com 16 Maret 2013) Asmara Wanita Pecinta Sejenis

Judul: Ashmora Paria
Penulis: Herlinatiens
Penerbit: Diva Press
Tahun Terbit: Pertama, November 2012
Jumlah Halaman: 344 halaman
ISBN:  978-602-225-004-4
Peresensi: Muhammad Rasyid Ridho
Cinta sesama jenis yang biasa disebut lesbi bila sesama perempuan dan guy bila sesama laki-laki, memang tabu dalam masyarakat kita. Terutama yang bagi yang taat beragama, karena itu termasuk melenceng dari fitrah manusia dilahirkan ke dunia. Namun, bagi mereka yang berpikiran bebas. menganggap hal ini sah-sah saja. Tak ada larangan untuk mencintai sesame jenis bahkan sampai menikah. Dengan berbagai propaganda mereka berupaya menyebarluaskan ide ini kepada masyarakat, salah satunya melalui novel ini, Ashmora Paria.
Ashmora Paria adalah seorang lesbian yang sangat mencintai kekasihnya, Rie Shiva Ashvagosha. Pertemuan mereka saat Paria sedang menjadi mahasiswi di Paris. Karena mereka saling mencintai, mereka memutuskan untuk menikah. Mereka menikah di Gereja Blaspheme di daerah Pont Marie (halaman 30).
Dengan disaksikan dua orang saksi, Mademoiselle Colette dan Mademoiselle Claudine mereka resmi menikah. Sebagaimana dalam dunia lesbian ada dua istilah butchie yang merepresentasikan pasangan lesbi yang berperan maskulin dan femme merepresentasikan pasangan lesbi yang feminin (halaman 20). Paria sebagai femme dan Rie sebagai butchie.
Sayangnya mereka harus berpisah disebabkan Rie dipaksa dengan keluarganya untuk menikah dengan lelaki. Walaupun begitu Paria masih terus percaya dan setia menunggu kedatangan Rie untuknya suatu saat nanti. Selama masa menunggu itu dia selalu curhat kepada kedua teman terdekatnya.
Mereka adalah Gita Bayuratri dan Rafael. Gita mulanya sahabat yang tak menyetujuinya dengan kelakuan Paria yang memilih mencintai perempuan, namun akhirnya dia membiarkan apa yang dimau sahabatnya tersebut. Rafael mulai taat beragama dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan Paria adalah kesalahan. Selain itu ternyata diam-diam Rafael mencintai Paria dan mengajaknya menikah. Namun, Paria menolak karena dia menganggap hubungannya dengan Rafael cukup sahabat saja.
Di tengah kelesuan dan antara keraguan akan keyakinan cinta Paria hanya untuk Rie, datanglah Mahadevi yang bertemu dengannya yang disebabkan demo mahasiswa sosialis. Devi sapaan akrabnya, selain menyukai laki-laki (Daniel pacarnya) ternyata dia juga tertarik kepada Paria. Maka, terjadilah di suatu malam dia menikmati tubuh Paria dan Paria menyesal karena telah menodai sumpah cintanya kepada Rie.
Sejak itu Devi seringkali menginap di rumah Paria. Namun, Paria akhirnya merasa tak nyaman dan menyuruhnya untuk tak sering-sering datang lagi ke rumahnya. Pertemuan dengan Devi ternyata mempertemukan dengan Mahendra. Lelaki yang dulu membuat bibirnya tak perawan lagi ketika di bangku SMP (halaman 196).
Hendra ingin menikahinya. Dia bingung karena tak ingin mengkhianati Rie. Di lain sisi dia ingin diterima oleh keluarganya yang darah biru dan tak menerimanya lagi kecuali bapaknya. Dengan itu dia menyetujui nikah dengan Hendra namun hanya formal saja, maka dia akan diterima lagi dengan keluarganya.
Tak dinyanya, menjelang hari H pernikahannya datang surat untuk dari Paris. Surat yang harum itu ternyata dari kekasihnya, butchienya, Rie Shiva Ashvagosha. Ternyata dia sedang terbaring di rumah sakit karena leukemia, Rie menunggunya (halaman 325). Paria sakit juga merasakannya. Tanpa berpikir lagi, dia langsung membawa kopernya ke bandara. Mau ke kotanya, kota tujuan akhirnya, rumahnya, Paris. ***

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s