Membaca Cepat Dengan Teknik SQSG

Judul                            : Menumbuhkan Karakter Positif Dengan Menulis Puisi

Penulis                          : Dra. Lusi Hidayati

Penerbit                        : Fire Publishing

Tahun Terbit                : Pertama, Agustus 2012

Jumlah Halaman          : 72 halaman

ISBN                           :  978-602-99126-8-5

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Journalistic Club Ikom UMM dan anggota  Forum Lingkar Pena Malang Raya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

MEMBACA CEPAT

Banyak orang yang tidak tahu bahwa tanggal 8 April adalah Hari Buku Anak (Children’s Book Day) sebagaimana telah ditetapkan sejak tahun 1925. Penetapan tersebut bukan hal lain karena betapa pentingnya membaca itu. Membaca bisa mengembangkan pola pikir kita menjadi semakin baik. Selain itu, membaca juga membuat wawasan kita semakin luas. Bagi siswa, membaca juga menjadi salah satu cara terbaik untuk memahami mata pelajaran yang sedang dipelajari di kelas (halaman 2).

Namun begitu, di Negara kita membaca belum menjadi kebutuhan. Tidak sebagaimana Negara-Negara maju seperti Jepang yang membaca menjadi santapan enak penduduknya. Sehingga di mana-mana tentu ada perpustaan untuk memberikan kenyamanan bagi mereka yang ingin membaca.

Dalam buku ini disebutkan ada dua macam masalah dalam membaca. Pertama, adalah membaca cepat. Kedua, adalah memahami bacaan dengan baik. Dua hal ini sangat berpengaruh dalam proses membaca siswa. Jika siswa belum miliki kemampuan membaca cepat, maka pengaruhnya adalah lamban dalam menyerap informasi sehingga menjadikannya semakin malas membaca. Padahal, semakin hari akan semakin bertambah buku yang harus dibacanya.

Penulis yang juga seorang guru ini memaparkan ragam membaca. Ragam membaca dengan tingkat usia ada tiga. Pertama, Membaca Permulaan (Beginning Reading). Membaca ini diperuntukkan untuk siswa SD kelas I-III. Dalam rangka berupaya mengembangkan unsure-unsur fisiologis, baik alat-alat biologis maupun bentuk-bentuk grafis. Kedua Membaca Lanjut (Intermediate Reading). Membaca lanjut berlaku bagi siswa SD kelas IV-VI. Membaca ini mengutamakan latihan kecepatan dan ketepatan membaca. Apabila, latihan ini dilakukan secara baik dan benar, maka tingkatannya bisa menjadi naik yakni Membaca Mahir (Advanced Reading). Yang diutamakan pada tingkat ini adalah pemantapan kecepatan dan kompherensif. Siswa mampu membaca buku dengan cepat dan juga mampu memahami isi  bacaan dengan baik. Dengan begitu, berarti siswa sudah bisa memanfaatkan kecepatan membaca dengan baik.

Jika dilihat dari suara baca, maka ada dua ragam membaca. Yang pertama Membaca Bersuara (Oral Reading) yang maksudnya adalah membaca yang biasanya dilakukan untuk orang lain seperti baca puisi, pidato, atau berita. Akan tetapi memang juga bisa membaca bersuara untuk diri sendiri. Hal ini sebagai salah satu cara untuk menghafal dan memahami buku yang dibaca. Kedua Membaca Diam (Silent Reading). Membaca dengan begini lebih praktis, karena tanpa mengucapkan apa yang sedang dibaca.

Dra Lusiana memberikan pula teknik membaca cepat dari berbagai macam yang ada yang diutamakan adalah teknik SQSG. Singkatan dari kata tersebut adalah Skimming yang berarti melihat isi bacaan sambil lalu dengan cepat untuk mendapatkan gambaran umum dari isi buku. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca kata pengantar, daftar isi, dan melihat sekilas masing-masing bab. Question berarti mengajukan pertanyaan terhadap pokok permasalahan yang hendak dikaji, dinilai, atau diketahui dari materi yang akan dibaca. Dengan mengajukan pertanyaan, siswa berusaha menetapkan hal-hal yang ingin diketahuinya. Scanning yang bertujuan untuk mencari tahu dengan cepat informasi khusus yang terdapat dalam bacaan, dan mencari kata-kata kunci. Terakhir Guessing  yakni menerka makna bacaan secara tepat. Caranya bisa dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri yakni, “Pemahaman apa yang sudah saya dapatkan dari membaca buku ini?”

Penulis pun telah melakukan observasi dengan obyek penelitian kelas VII yang berjumlah 40 siswa. sebelum memakai teknik SQSG siswa yang bisa membaca sesuai standart hanya 10%, kemudian setelah memakai teknik SQSG meningkat menjadi 77,5%. Penelitian yang mungkin kecil ini setidaknya memberikan gambaran bahwa teknik SQSG mampu membuat siswa lebih cepat dalam membaca sekaligus memahami isi buku yang dibaca. Maka, buku 72 halaman ini, layak Anda baca. Khususnya, Anda yang menjadi guru ataupun orang tua agar bisa mendidik anak untuk menyukai membaca sekaligus telah suka membaca terlebih dahulu sebelum mengajarkan suka membaca. Selamat membaca!

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s