(23-Resensi Buku 2013-Dakwatuna.com 6 Juni 2013) Mari Berguru Pada Lebah

Judul                            : Ketika Rasul Bangun Kesiangan

Penulis                          : Muslich Taman

Penerbit                       : Zaman

Tahun Terbit                : April, 2010

Jumlah Halaman          : 196 halaman

ISBN                           :  978-979-024-250-0

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Journalistic Club Ikom UMM dan anggota  Forum Lingkar Pena Malang Raya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

            Rasulullah pernah menyampaikan bahwa setiap mukmin itu seperti lebah sebagaimana dalam hadits berikut, “Orang beriman itu seperti lebah: hanya memakan makanan yang bersih, mengeluarkan yang bersih,  hinggap di tempat yang bersih, dan tidak merusak tempat yang dihinggapi,” (HR Ahmad, al-Hakim, dan al-Bazzar).

            Coba kita perhatikan, lalat adalah serangga yang akan mudah kita temukan di tempat yang kotor, tempat sampah dan tempat yang berbau busuk. Sedangkan lebah, selalu berada di tempat yang terpilih. Ia mendekati bunga-bunga, atau buah-buahan atau tempat-tempat yang bersih yang mengandung madu. Maka sejatinya, seorang mukmin pun harus begitu. Selalu berada di tempat yang membuatnya menjadi lebih baik dan kemudian menyebarkan kebaikan. Apa yang ia masukkan ke mulutnya hanyalah kebaikan, apa yang ia dengar juga kebaikan, dan apa yang ia lihat adalah kebaikan. Sehingga tempat yang disinggahi setiap mukmin tersebut merasakan manfaat.

            Selain itu kita tahu madu adalah produk istimewa lebah. Ia memiliki banyak khasiat bagi manusia. Maka, seharusnya setiap mukmin pun begitu. Ia memiliki produtivitas dalam berkarya dan kebaikan untuk kemanusiaan. Melakukan kesalehan ritual dan sosial.

            Lebah juga pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan sarangnya untuk telur baru. Dan, setelah telur itu berumur tiga hari, ia memberi makan larva dengan membawakan serbuk madu. Maka, begitulah juga seorang mukmin. Hari-harinya penuh semangat berkarya.

            Lebah juga hidup dalam koloni besar, tidak soliter. Mereka bekerja secara kolektif dengan tugas masing-masing. Ketika mendapatkan sumber sari madu mereka memanggil teman-temannya untuk menghisap bareng-bareng. Begitu pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon, zat kimia yang dikeluarkan untuk mengundang teman-temannya untuk membantu. Nah, seharunya setiap mukmin pun begitu dalam hidup saling membantu, bagaikan satu shaf seperti dalam firmannya di surat al-shaff ayat empat.

            Lebah juga tidak akan melukai jika tidak diganggu. Dia akan menyengat jika ada yang mengganggunya atau terancam. Dan untuk mempertahankan diri, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Maka, begitu pula seharusnya mukmin, tidak mencari musuh, dan melakukan pertahanan diri jika diganggu.

            Hal ini terdapat dalam buku karya Muslich Taman di halaman 75-79. Selain kisah ini buku ini juga terdapat 49  kisah lainnya yang menghangatkan jiwa. Ada kisah Rasulullah yang datang terlambat ke masjid saat shalat shubuh dan membawa berita tentang kafarat. Ada pula kisah tentang Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang tahan terhadap godaan iblis. Kesemua kisah dalam buku 196 halaman ini sangat menyentuh jiwa serta menghangatkannya. Tak salah jika ini saya rekomendasikan bagi Anda untuk turut membaca dan mengambil manfaatnya. Selamat membaca!

 

 

*dimuat di Dakwatuna.com 6 Juni 2013, http://www.dakwatuna.com/2013/06/06/34592/mari-berguru-pada-lebah/#axzz2VKbqHbWv

ketika-rasul-bangun-kesiangan
cover ketika rasul bangun kesiangan

 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s