(30-Resensi Buku 2013-rimanews.com 17 Juni 2013) Dari Fungi, Darwinisme, Alien dan Spritualisme

Delapan tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi penggemar karya-karya Dee untuk menunggu kelanjutan Supernova, yakni Partikel. Setelah sebelumnya sukses dengan tiga buku sekuel sebelumnya yakni Supernova; Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh, Supernova; Akar dan Supernova; Petir. Kehadiran Partikel seakan menjadi air yang melenyapkan dahaga berkepanjangan para pembaca ketiga buku sekuel sebelumnya tersebut.

 

Diceritakan, Zarah tokoh dalam novel ini adalah anak Firas. Firas adalah anak angkat seorang pemuka agama yang disegani di desanya. Ternyata, dia menyukai anak perempuan kandung dari orang tua angkatnya, begitu pula sebaliknya. Mereka saling mencintai. Pada awal mereka ketahuan dan ingin menikah, resahlah kedua orang tuanya. Karena menganggap ini sebagai aib keluarga. Namun, para warga menganggap hal ini baik dan menganggap mereka pasangan serasi. Akhirnya, orang tua mereka mengalah dan mereka menikah.

 

Lahirlah Zarah dan Hara adiknya sebagai hasil pernikahan mereka. Firas adalah ahli mikologi dan mengajar di IPB. Namun, anehnya dalam pengajaran anaknya dia memilih untuk tidak menyekolahkan mereka. Zarah hanya diajari sendiri dari ilmu yang diketahuinya. Apa yang dia lihat, apa yang dia catat semua diberikan pada Zarah untuk dibaca dan dipelajari.

 

Cara mendidik anak semacam Firas ini mengundang pertanyaan dan kontraversi dari keluarga besarnya sendiri. Mereka ingin Zarah disekolahkan sebagaimana anak-anak seusianya lainnya. Namun, Firas tetap bersih keras untuk mengajarinya sendiri. Keanehan pada diri Firas pun diketahui, setelah dia biasa keluar masuk di daerah yang dianggap angker oleh warga Batu Luhur, yakni Bukit Jambul. Pasalnya, memang semua orang yang masuk ke sana mesti hilang dan tak kembali ke rumah, seakan hilang dutelan bumi. Namun, hal itu tak terjadi bagi Firas. Dia bebas keluar masuk dari Bukit Jambul.

 

Sejak itu Firas mulai dijauhi para warga yang awalnya segan padanya. Memang semakin lama Firas semakin aneh, termasuk bagi keluarganya sendiri. Dia semakin sering tidak mengajar di Kampus. Dan puncaknya dia berhenti mengajar di Kampus untuk meneruskan proyek penelitiannya di Bukit Jambul.

Di Bukit Jambul, dia menemukan fungi (jamur) yang menurut dia adalah spesies yang hebat. Spesies yang menurut Firas adalah nenek moyang manusia. Di matanya fungi adalah sesuatu yang luar biasa. Firas juga meyakini teori evolusi manusia. Dia menganggap alien adalah makhluk yang dulu membantu manusia dalam berevolusi sampai seperti saat ini. Firas menggambarkan alien adalah makhluk yang cerdas dan bisa menebak apa yang manusia pikirkan.

 

Sampai setelah Firas mengajak Zarah ke Bukit Jambul dan ternyata Zarah bisa melaluinya, Firas menghilang. Istrinya yang tengah hamil melahirkan anak yang menurut keluarga mereka mirip ular. Sedangkan, ketika Zarah bertemu ayahnya lagi menurut Firas itu bukan ular. Tetapi mirip makhluk yang sering dia temui di portal Bukit Jambul (alien). Setelah itu Firas tak pernah lagi bertemu dengan Zarah. Firas pun berjanji akan mencari ayahnya yang hilang.

 

Zarah semakin dewasa, dia akhirnya mau sekolah dan bisa langsung masuk SMA. Hal itu disebabkan dia lebih dalam ilmu IPA. Namun, ternyata ketika sekolah banyak yang dia tidak ketahui seperti ilmu agama dan PKN yang tidak diajari oleh ayahnya. Di sekolah dia hanya memiliki seorang teman pindahan dari Afrika yang bernama Kosoluchukwu Onyenlukwe.

 

Koso sapaan akrabnya, tidak bisa bahasa Indonesia akhirnya hal inilah yang membuat Zarah ingin bisa bahasa inggris agar memudahkan komunikasi antara mereka. Zarah meminta pada ibunya untuk kursus bahasa inggris. Namun, ternyata Koso tak lama di Indonesia dia akan ke London karena bapaknya pindah kerja lagi ke sana.

Dee kemudian mengantarkan kisah Zarah menjadi pengajar sebuah tempat kursus bahasa inggris karena hidup sendiri berpisah dari ibu dan adiknya. Dia bersikeras akan menemukan ayahnya, sedangkan ibunya tidak menyetujui dia untuk mencari ayahnya. Karena, jika ayahnya mau pulang, pasti ayahnya akan kembali kata ibunya.

 

Sejak dia mendapatkan kamera Nikon misterius saat hari ulang tahunnya, hidupnya kembali berubah. Dia lebih banyak belajar tentang fotografi. Hingga akhirnya dia memenangkan sebuah lomba foto yang hadiahnya mengunjungi sebuah daerah di Kalimantan yakni Tanjung Puting. Di tempat penangkaran orang utan tersebut dia berpetualang, dan akrab dengan anak orang utan yang ditinggal mati ibunya, Sarah namanya. Karena Sarahlah akhirnya, Zarah ingin tetap menetap di Tanjung Puting.

 

Tidak lama di Tanjung Putting dia harus meninggalkan Sarah untuk pergi ke London. Dia diajak oleh fotografer wildlife untuk bergabung di grupnya. Zarah menyetujui dengan harapan kan menemukan ayahnya di sana. Dee masih menggantungkan kisah Zarah di novel ini. Di epilog Dee menceritakan Bodhi dan Elektra bertemu di Bandung.

 

Novel ini cukup berat, tak mengherankan Dee selama delapan tahun menyelesaikannya agar selesai. Berat akan tetapi mengalir dan memberikan sesuatu bagi pembaca. Terlepas, apa yang ada di dalamnya mungkin tak sesuai dengan penulis dan pembaca. Novel ini layak dijadikan bacaan yang menghibur dan memberikan pengetahuan baru. Selamat membaca!

___________________________________

Judul                            : Supernova-Partikel

Penulis                          : Dee

Penerbit                       : Bentang Pustaka

Tahun Terbit                : April, 2012

Jumlah Halaman          : 500 Halaman

ISBN                           : 978-602-8811-74-3

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Journalistic Club Ikom Universitas Muhammadiyah Malang dan bergiat juga di Forum Lingkar Pena Malang Raya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

 

*dimuat di http://www.rimanews.com/read/20130617/106944/dari-fungi-darwinisme-alien-dan-spritualisme

cover Partikel
cover Partikel

 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s