(40-Resensi Buku 2013-Berita99.com 5 Juli 2013) Diary Bulan Madu di Negeri Sakura

Judul              : Crazy Honeymoon in Japan

Penulis          : Fifi Hafidzah Nurul Fikri

Penerbit         : Diva Press

Tahun Terbit         : Februari, 2013

Jumlah Halaman     : 338 halaman

ISBN             :  978-602-255-060-0

Peresensi         : Muhammad Rasyid Ridho, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM. Alumni Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso

 

Di dunia ini siapa yang mau hidup berjauhan dengan pasangan hidupnya. Tidak ada bukan. Kita pasti berkeinginan hidup bersama orang terkasih, setiap hari. Paling tidak sehari ada tatap muka, saling bercerita dan mungkin saja juga saling memijati bersama orang terkasih.

 

Begitupun Fifi Hafidzah Nurul Fikri, dia pun ingin satu rumah dengan suaminya, tidak terpisah jarak yang tentu sangat tidak mengenakkan. Namun, takdir berkehendak lain dia dan suaminya harus terpisah jarak karena suaminya menetap di luar negeri, tepatnya di Jepang. Namun untung saja, Allah masih memberikan kesempatan mereka untuk saling berdekatan dengan mengantarkan Fifi ke Jepang. Kedatangannya ke Jepang sebanyak tiga kali pun menjadi semacam bulan madu bagi pasutri tersebut.

 

Hobi suaminya yang suka memotret menjadikan Fifi dan suaminya tidak jarang menghabiskan waktu bersamanya untuk jalan-jalan menjelajahi hampir wilayah Jepang. Hal ini pun tidak disia-siakan oleh Fifi untuk menuliskan kisah menarik dari setiap perjalanan dengan suaminya.

 

Maka jadilah buku Crazy Honeymoon in Japan ini. Awal datang ke Jepang merupakan kesenangan tersendiri bagi Fifi. Karena, siapa yang tidak tahu bagaimana indahnya Jepang ketika dimunculkan di layar televisi atau film-film Jepang dan foto-foto di majalah. Akhirnya, dia bisa menginjakkan kaki di negara yang kerap disebut negeri matahari.

 

Seperti pertama kali kedatangan pendatang baru di sebuah tempat pasti harus melakukan adaptasi. Agar merasa kenyamanan dan kerasan menetap di daerah barunya. Begitu juga seperti di tempat lain, masyarakat Jepang juga punya beragam streotip tentang orang asing di negerinya. Misalnya, bule dengan rambut blonde itu mengagumkan atau orang asing pasti kaya dan berbahasa Inggris. Karenanya, diharapkan ketika di Jepang kita bisa menunjukkan kualitas terbaik kita dan mengabaikan segala pandangan penuh praduga yang mereka lemparkan (halaman 319).

 

Selain itu menurut pengalaman penulis ketika bertemu dengan orang yang satu negara apalagi seagama akan menenangkan ketika berada di negeri orang. Seperti ketika musim dingin ketika penulis dan suami berpiknik ke Kanaya, daerah dataran tinggi yang ada kebun tehnya. Dari sana bisa jelas melihat gunung Fuji yang terkenal itu. Ketika asyik menikmati Kanaya tiba-tiba ada wanita Jepang yang mengucapkan salam dan ternyata dia adalah istri seorang lelaki yang berasal dari kota di Pulau Jawa. Pertemuan itu sangan menenangkan hati Fifi kala itu, ternyata dia tak hanya sendiri berada di negeri orang.

 

Bila membaca catatan perjalanan Fifi ke sebuah daerah wisata, pembaca akan mendapatkan Fifi dan suami selalu menggunakan sepeda. Sepeda seakan kendaraan favorit di Jepang, jarang ditemukan mobil dan sepeda motor. Karena, pihak pemerintah mengatur kepemilikan kendaraan bermotor tersebut secara ketat. Sedikit saja mobil yang boleh berkeliaran di Jepang. Maka, tidak ada di Jepang namanya macet. Maka, pilihan sepeda ataupun jalan kaki lebih baik dan menyehatkan.

 

Jepang menurut Fifi juga sangat bersih, sangat sulit menemukan kotoran bertebaran di jalan-jalan Jepang. Begitu juga terlihat bagaimana masyarakat sangat menjaga peradaban terdahulunya. Seperti tempat-tempat yang pernah Fifi dan suami kunjungi, ada kuil-kuil di Kyoto, Kastel Nagoya dan lainnya. Sesungguhnya, selain menuliskan kesenangan perjalanan, Fifi juga menitipkan pesan bahwa masyarakat Indonesia untuk mencontoh kebaikan yang ada di Jepang dan masyarakatnya.

 

Buku ini semacam diary penulis ketika menemani suaminya di Jepang. Ada sepuluh bagian dalam buku ini. Hampir semua dari bagian ini mengisahkan kisah perjalanan di daerah-daerah Jepang. Kecuali bagian sepuluh yang berisikan informasi bagaimana hidup di Jepang, informasi daerah-daerah wisata terkenal di Jepang termasuk tips-tips bagi muslim yang ke sana, salah satunya soal makanan yang rawan haram.

 

Buku setebal 338 halaman ini nyaris saja dikatakan lengkap, jika saja foto-foto hasil jepretan suami Fifi juga disertakan dalam buku ini. Karena itu akan menciptakan kesan lebih pada pembaca. Walau begitu, buku ini layak Anda baca sebagai penambah wawasan, bisa saja ada kesempatan buat Anda berplesir ke Jepang, buku ini akan sangat berguna.

 

crazy-honeymoon-in-japanjpg
cover buku

 

dimuat http://www.berita99.com/review/8477/diary-bulan-madu-di-negeri-sakura

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s