(42-Resensi Buku 2013- Madurachannel.com 13 Juli 2013) Menguak Kisah Putri Joseon

Demam K-Pop remaja Indonesia juga membawa “virus” yang menyebabkan demam terhadap apapun yang berbau Korea. Termasuk salah satunya, buku ataupun novel yang menceritakan Korea, dengan tokoh-tokoh bernama Korea, pokoknya yang berbau Korea.

 

Bagi penikmat segala hal tentang Korea, novel ini jangan sampai Anda lewatkan. Novel karya novelis ternama Kwon Bee-Young ini bisa dibilang fenomenal, karena di Korea telah terjual satu milyar kopi. Peraih penghargaan Silla Literature Award ini sempat berhenti menulis beberapa waktu, kemudian memulai menulis lagi karena merasa miris dengan kisah Putri Joseon. Hatinya terketuk untuk menuliskannya dalam sebuah novel, maka jadilah novel ini. Novel ini berupaya menguak gambaran hidup Putri Deokhye dalam alur sejarah. Menurut penuturan penulis novel ini berusaha menampilkan seorang putri yang manusiawi, yang tidak selalu bisa menahan emosi dalam penderitaan yang terus-menerus menimpanya (halaman viii).

 

Putri Deokhye adalah putri di akhir era Joseon. Dia anak kesayangan dari Raja Kerajaan Korea, Gojong. Nama “Kerajaan Korea” merupakan nama yang digunakan pada masa Dinasti Joseon sejak 12 Oktober 1897 hingga 29 Agustus 1910. Nama “Kerajaan Korea” digunakan agar pemerintah pada zaman dahulu terlihat kuat dan mandiri, dan naik takhta sebagai raja dengan sendirinya.

 

Pada era itu Jepang datang ke Kerajaan Korea tersebut dalam rangka invasi. Jepang melakukan invasi dalam segala hal termasuk budaya, pakaian dan pendidikan di Korea. Karena hal tersebut Raja Gojong mengirim putra-putranya ke Jepang agar selamat. Putri Deokhye dan selirnya diminta tetap bersama dirinya saja. Dikhawatirkan akan dijadikan pernikahan politik secara paksa oleh Jepang.

 

Namun sayang tahun 1925 Raja Gojong harus mendahului sang putri menghadap Dewanya. Raja meninggal kemungkinan besar karena diracun. Jepang yang biasa memanggil Putri Deokhye dengan nama Dokuhime membawanya ke Jepang dengan alasan untuk meneruskan pendidikan. Kisah tragisnya dimulai di sini.

 

Ternyata alasan pendidikan itu tak sepenuhnya benar, karena ternyata Deokhye harus menikah dengan orang Jepang. Terpaksa dia mau, karena ini bersangkutan dengan negaranya, Korea. Jika dia mau menerima pernikahan paksa itu, maka negaranya akan aman. Karena, hidup di Jepang adalah terpaksa, menikah juga terpaksa, maka kehidupan sang putri menjadi merana. Sampai akhirnya nanti, dia yang berstatus tinggi menjadi turun berstatus rendah ketika di Jepang.

 

Walau berlatar sejarah, kisah ini tetaplah fiksi. Kisah-kisahnya sesuai data yang ada, namun sifat, tingkah laku serta beberapa bagian mendapat tambahan. Ketika membaca, kisah ini lumayan membosankan. Namun, kisah percintaan sekaligus tragis Putri Korea ini tidak bisa dilewatkan. Kabarnya pula kisah Putri Deokhye akan difilmkan dengan cukup panjang. Putri Deokhye dikabarkan akan dimainkan oleh Moon Geun Young, aktris yang dulu menjadi salah satu pemain di film yang cukup terkenal di Indonesia, Endless Love.

 

Begitulah memang selayaknya, kita tidak melupakan sejarah yang ada. Amanat novel 368 halaman ini tidak hanya sampai bagi orang Korea saja, tetapi pembaca di belahan dunia pun termasuk pembaca di Indonesia untuk selalu ingat sejarah. Sebagaimana  perkataan Bung Karno “jas merah” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah).

 

* Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM. Alumni Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso.

 

Judul              : Princess Deokhye

Penulis          : Kwon Bee-Young

Penerbit         : Bentang

Tahun Terbit         : Juni, 2012

Jumlah Halaman     : 368 halaman

ISBN             :  978-602-8811-76-7

Peresensi         : Muhammad Rasyid Ridho

 

#dimuat di http://www.madurachannel.com/games/11130-menguak-kisah-putri-joseon-.html

princess deokhye
cover princess deokhye

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s