Paris: Aline

cover paris
cover diambil di goodreads

Judul                            : Paris (Aline)

Penulis                          : Prisca Primasari

Penerbit                       : Gagas Media

Tahun Terbit                : Kedua, 2013

Jumlah Halaman          : 214  halaman

ISBN                           :  978-979-780-577-7

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Journalistic Club Ikom UMM dan anggota  Forum Lingkar Pena Malang Raya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM.

Paris seringkali menjadi kota impian bagi banyak orang. Salah satunya karena ada menara tinggi nan indah, Menara Eiffel. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Aline Ofeli. Dia terpaksa meninggalkan tanah air untuk hidup merantau di Paris demi menyenangkan hati almarhum papanya untuk melanjutkan kuliah S2 di Sejarah Pantheon-Sorbonne.

Walau terpaksa dia tetap berusaha melakukan yang terbaik bagi almarhum papanya. Untuk menambah uang hidup di sana, dia bekerja part time menjadi seorang kasir di sebuah bistro yang bernama, Bistro Lombok. Sebuah rumah makan milik Monsieur Borodin, seorang chef  hotel yang membuat bistro makanan Indonesia setelah menikahi perempuan Indo.

Namun, seiring waktu Aline seringkali tidak kuat menahan keinginannya untuk pulang ke Indonesia. Terutama ketika berbagai masalah mulai melilit hidupnya. Berawal dari seorang mahasiswa Indonesia yang juga bekerja sebagai chef di Bistro Lombok yang bernama Putra yang diam-diam dicintai Aline memilih perempuan lain yakni Lucie yang juga bekerja di sana. Bahkan Si Ubur-Ubur julukan bagi Putra, seringkali mencaci maki dan memandang Aline dengan sebelah mata sebagai tanda kebencian.

Tentu Aline menjadi sakit hati karena sikap benci Ubur-Ubur yang berlebihan. Dilema pun melingkupi hatinya, antara bertahan menjadi kasir tetapi selalu sakit hati atau berhenti, tidak mendapatkan gaji dan harus bersusah payah mencari kerja lagi. Dia mencoba meminta cuti selama seminggu. Di hari-hari cutinya tersebut dia mendapatkan sesuatu yang membuatnya terus bertahan di Paris.

Sesuatu itu adalah Aeolus Sena. Sena juga mahasiswa yang berasal dari Indonesia, yang telah menyelesaikan studinya di jurusan perfilman. Pertemuan mereka dikarenakan sebuah pecahan porselen yang Aline temukan saat menyusuri jalan Jardin du Luxembourg. Menurut petugas kebersihan porselen itu mahal, jadi dia bawa saja. Lalu, Aline mencoba mencari siapa pemilik porselen tersebut. Aline mencari di twitter, dia menemukan dan mengirim surel kepada pemilik porselen tersebut.

Setelah dibalas, mereka janjian untuk bertemu di Place de la Bastille jam 12 malam. Aline jelas terkejut, mengapa harus bertemu di tempat yang konon angker karena dulunya adalah tempat pemenggalan para tahanan dan juga mengapa harus jam 12 malam? Walau, cukup ngeri namun Aline masih mau datang juga. Namun, sayang Sena tidak datang. Baru pertemuan kedua mereka bertemu. Karena pada hari pertama janji Sena tidak bisa datang, maka Aline boleh meminta tiga permintaan yang akan Sena kabulkan.

Keinginan pertama Aline adalah ingin pulang ke Jakarta. Dia ingin refreshing dan kangen dengan mamanya. Namun, Sena malah menawarkan pada Aline agar mamanya datang ke Paris tiket PP Sena akan membayarnya. Kedua, Aline ingin dua pasangan yang membuat dia sakit hati harus berpisah. Sena sudah mencoba menggoda Lucie, namun Putra tidak merasakan cemburu dan usaha Sena gagal.

Setelah pertemuan dengan Sena dan seringkali menghabiskan waktu dengannya Aline merasakan rasa yang mungkin disebut kangen saat Sena tidak pernah bertemu dengannya. Akhirnya, Aline menanyakan kabar Sena pada Ezra, mahasiswa Indonesia yang juga satu apartemen dengannya. Ezra, lelaki yang baik, perhatian pada Aline. Ezra beberapa kali bertemu dengan Sena, ternyata untuk pembuatan film karya Sena. Ezra menjadi tokoh utama dalam film itu. Setelah itu mereka sudah tidak bertemu lagi.

Rasa kangen Aline terobati karena Sena menelponnya dan meminta dia menunggu di depan apartemen. Dalam pertemuan itu Sena memberi Aline porselen dan bungkusan yang berisi hasil film yang Sena buat bersama Ezra. Namun, belum lama datang perempuan yang Sena panggil dengan nama Madame Poussin dan menyeret Sena untuk pergi. Aline mengikuti mereka. Sampai di sebuah rumah yang terkunci dan Sena dan perempuan itu sudah di dalamnya, Sena berteriak sebuah alamat rumah. Aline segera berpikir dan mencari di mana alamat tersebut.

Bersama Ezra Aline mencari dan menemukan alamat rumah yang diucapkan oleh Sena. Ternyata rumah itu milik Marabel kakak perempuan Sena yang menetap di Paris dan menikah dengan Monsieur Olivier. Ternyata selama di Paris dia belum pernah bertemu Sena, dan Sena pun tidak pernah bertemu dengan kakak iparnya, Olivier. Mereka hanya bertemu lewat surel.

Setelah bertemu dengan Marabel, Aline menjadi mengerti mengapa selama ini Sena menjadi sosok yang misterius. Ternyata, benar Sena menjadi pekerja reparasi mesin tik milik pasutri Poussin. Sebab anak mereka Nino meninggal dunia. Kemudian mereka menggunakan Sena bagai anak mereka dengan penjagaan ketat dan tidak boleh ke mana-mana kecuali kuliah sesuai dengan jadwalnya. Namun, Sena tetap bertahan di sana dan menunggu waktu yang tepat untuk keluar dari penjara tersebut.

Ketika Aline datang untuk bertemu Sena yang akhirnya juga disekap di rumah keluarga Poussin, Sena menganggap saat itu waktu yang tepat untuk keluar dari rumah tersebut. Pada pertemuan itu permintaan ketiga Aline dikatakan yaitu ingin menikah dengan Sena dan dia siap menunggu. Singkat cerita, ending novel ini Aline dan Sena pun berencana menikah.

Novel ini menarik sekali, pembaca akan mengetahui Paris tidak hanya menara Eiffel saja tetapi juga Place de la Bastille yang bersejarah. Tokoh-tokoh yang unik karakter, Sena yang ingin jadi sutradara, Aline yang suka gambar dan ingin menjadi mangaka, Marabel pembuat porselen, dan lainnya. Pembaca pun akan mengetahui beberapa kata dan wise word berbahasa Prancis. Kover cantik plus kartu pos Paris, semakin membuat eyecathing di pandangan pertama. Buku terbitan Gagas Media yang bertema ‘Setiap Tempat Punya Cerita’ ini layak Anda baca. Selamat membaca!🙂

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s