Booklicious: Pandangan Pertama

Booklicious. Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata Booklicious? Yang terpikirkan oleh saya, adalah sebuah buku yang rasanya se-yummy es krim cokelat, hehe.

bitter-chocolate-ice-cream
diambil dari http://leitesculinaria.com/wp-content/uploads/2011/07/bitter-chocolate-ice-cream.jpg

Tapi, Booklicious ini bukan judul buku atau nama makanan lho. Booklicious adalah nama klub buku yang saya gagas bersama teman-teman.

book-of-awesome-ice-cream-sandwich
diambil dari google picture

Berawal dari email Mas Em tentang arisan buku yang diadakan oleh Gagas Media dan Bukune. Saya berpikir kenapa tidak dicoba saja? Akhirnya, saya mengirim sms ke Ichal, seorang teman diskusi tentang penulisan dan perbukuan. Aha, dia pasti minat, begitu pikir saya. Benar, dia pun minat. Setelah itu saya berpikir lagi siapa yang saya ajak? Akhirnya, ingatan saya menemukan teman-teman yang pernah saya temui di berbagai diskusi penulisan. Ada Amin, Ummul, Ocha dari FDI (Forum Diskusi Ilmiah UMM) dan Cicik dari JC (Journalistic Club Ilmu Komunikasi UMM).

IMG_3393
Ichal lagi sharing buku yang pernah dia baca
IMG_3394
Amin, Cicik dan Ummul serius mendengar pembicaran Ichal

Setelah lama berkoordinasi, baru semalam (16 Oktober 2013) bisa melakukan gathering pertama di Green Camp Us. Sekalian membagikan buku yang dapat dari Arisan Buku Gagas Media dan Bukune. Booklicious sudah mendapatkan dua judul buku dari program Arisan Buku tersebut, bulan pertama mendapat buku After School Horror karya Nana R. Praptini dari Bukune,  bulan kedua mendapat buku Kei karya Erni Aladjai penerbit Gagas Media. Sebuah buku yang menjadi pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta tahun 2012.

IMG_3395
doc. pribadi
ARisan Buku
gambar diambil dari http://media.tumblr.com/346f9ef75eff230290201a6ad680bc49/tumblr_inline_mrkt43LKKg1qz4rgp.png

Saya menganggap gathering pertama ini adalah ‘pandangan pertama’ dengan Booklicious. Pertemuan awal yang diharapkan bisa terus berkelanjutan nantinya, untuk membahas berbagai macam buku. Di pertemuan pertama ini saya mendapat semacam suntikan untuk semakin bergairah membaca buku. Pada pertemuan pertama hanya Ocha saja yang tidak datang karena sedang sakit.

Kami ngobrol tentang bagaimana Booklicious ke depannya, Ichal yang cukup banyak membaca buku-buku berat merekomendasikan buku sejarah nol yang sepertinya sangat menarik. Lain lagi dengan Ummul dia merekomendasikan buku The Alchemist dan The Prince yang menurutnya, banyak mengandung filosofi. Cicik yang masih sedikit membaca buku selain buku mata kuliah, merekomendasikan salah satu novel yang pernah dia baca, Serenade. Sebuah novel yang menurutnya menarik, seorang yang ingin membuat masyarakat daerah lebih baik keadaannya, dengan latar sebuah daerah di NTT.

Kesan dan Pesan dari Anggota:

IMG_3397
Amin (doc. pribadi)

Amin: Waktu dapat sms, masih bingung ini seperti apa. Agak ribet juga karena blog sudah lama nggak dipakai, begitu dengan twitter. Tapi setelah melihat prosedur Arisan Buku dan Profil Booklicious di blog mas Ichal jadi lebih paham dan semakin tertarik. Dia berharap Booklicious bisa menjadi wadah yang membuatnya semakin mencintai membaca.

IMG_3399
Cicik (doc. pribadi)

Cicik: Sms dadakan Mas Ridho bikin bingung, tapi saya mau aja. Sulitnya waktu buat blog, sulit ke internet. Tapi pas lihat blog Mas Ichal jadi lebih semangat, keren nih. Semoga apa yang di dalam blog itu benar-benar bisa dilaksanakan. Nantinya semangat dan cinta membaca bisa ditularkan ke teman-teman lainnya.

IMG_3400
Ummul (doc. pribadi)

Ummul: Karena dadakan, tanya blog yang sudah lama nggak dipakai, ini apa sih. Tapi, saya nganggap insya Allah ini bermanfaat walau diskusi cuma sebulan sekali. Harapannya terus berlanjut, bukan hanya formalitas untuk Arisan Buku.

IMG_3401
Ichal (doc. pribadi)

Ichal: Wow. Seperti yang saya sampaikan di blog tentang Booklicious. Sebelumnya saya belum pernah ikut klub buku. Ini pertama kalinya. Saya sangat antusias. Berharap pada semua anggota untuk saling pengertian, saling terbuka jika ada masalah, keluh kesah dll. Karena Booklicious masih benih baru, jadi bisa jadi gampang keinjek dan hilang.

Saya menganggap pandangan pertama Booklicious sudah menarik dan lezat, selezat es krim cokelat J Ini akan menjadi harapan, bahwa Booklicous akan terus berlanjut dan bermanfaat. Semoga harapan kita semua terwujud, dan semakin kompak dan erat hubungan silaturrahim antar anggota. Aamiin.

NB: 1. Silakan baca tentang Booklicious di http://madresahcahaya.wordpress.com/page/2/
2. Rabu depan 23 Oktober 2013 ada diskusi buku KEI karya Erni Aladjai (Pemenang Unggulan Dewan Kesenian Jakarta 2012) jam 7 Malam di Green Camp Us.

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s