Perjalanan Mencari Cinta Sejati

Judul                            : Perjalanan Menuju Langit

Penulis                          : Muhammad Muhsin Lahajji

Penerbit                       :Metamind (Penerbit Tiga Serangkai)

Tahun Terbit                : Pertama, April 2013

Jumlah Halaman          : 372 halaman

ISBN                           :  978-602-925117-3

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan, Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

            Cinta adalah fitrah manusia, namun tak sedikit yang tahu makna cinta sejati. Cinta yang berasal dari Pencipta kepada makhluk-Nya dan cinta makhluk kepada Sang Pencipta. Karena, sebenarnya cinta adalah cinta yang tidak mengecewakan dan tidak membuat sedih. Manusia bisa saja ingkar, sedangkan Tuhan tidak akan. Tuhan selalu menepati janji-Nya.

            Begitulah kiranya kisah dalam novel karangan penulis berbakat asal Sawahlunto ini, Muhammad Muhsin Lahajji. Alfi adalah anak angkat keluarga miskin, keluarga pekerja keras dan tidak mau minta-minta kepada keluarganya yang lain yang lebih mapan dalam ekonomi.

            Alfi hidup sebagai anak yang bandel dan suka bermain dengan anak nakal juga. Dia selalu membuat kedua orang tuanya khawatir, selain juga membuat semua keluarga orang tua angkatnya resah. Selalu ada saja, kejadian negatif yang menimpanya jika melawan perintah orang tuanya, namun dia tidak sadar-sadar.

            Sampai akhirnya, kedua orang tua angkatnya meninggal dalam sebuah kecelakaan di jalan. Kejadian ini sedikit menjadi titik balik Alfi untuk berubah menjadi anak yang baik. Anak yang tidak akan mengecewakan orang tuanya seperti saat ini. (halaman 99)

            Namun setahun kemudian Alfi kembali berulah dengan teman-temannya. Dia ngebut-ngebutan di kompleks perumahan yang banyak polisi tidurnya dan pulang ke rumah agak malam. Sampai di rumah, telah ada saudara-saudara kedua orang tua angkatnya. Mereka semua tidak suka dengan sikap Alfi yang bengal dan suka melawan. Akhirnya, mereka sepakat untuk tidak mengurus anak angkat saudaranya tersebut. Namun, ada satu yang mau mengurus Alfi bahkan akan melanjutkan sekolahnya di Universitas, Om Akmal (halaman 116).

            Alfi sedih meninggalkan kamarnya yang penuh kenangan. Dia harus berangkat ke Padang untuk kuliah. Dia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Termasuk harus belajar mengirit uang saku, walau Om Akmal berjanji akan memenuhi kebutuhan hidupnya pada kenyataannya dia di Padang sendirian tidak seperti di rumahnya.

            Alfi di Padang satu kos dengan anak-anak nakal, anak-anak yang biasa menonton film porno dan membawa perempuan ke kamarnya. Namun Alfi tidak terpengaruh, karena dia masih kecewa pada perempuan. Dia takut dikhianati lagi seperti ketika SMA dulu.

            Namun, dia menemukan wanita yang baik hati padanya. Wanita yang menjenguk dan merawatnya ketika sakit, dialah Tila (halaman 138-139). Bahkan Tila menjadi penyemangat dan seseorang yang merubah Alfi dari pemalas, menjadi rasjin, suka kotor menjadi suka bersih-bersih. Alfi pun jatuh cinta pada Tila, namun sayang sebelum Alfi mengucapkan kata cinta Tila hilang entah ke mana.

            Pada suatu kesempatan dalam sebuah bus, Alfi bertemu dengan seorang perempuan yang memakai kerudung panjang dan pakaian yang menutup seluruh tubuhnya. Yang selama perjalanan menggumamkan entah apa, yang ternyata adalah ayat Al-Qur’an yang dia hafal melalui mp3. Hafalan Al-Qur’an terakhirnya, yang akan dihadiahkan pada bapaknya, namun sayang sesampai di rumah sakit bapaknya sudah meninggal. Perempuan hafizah itu bernama Ainun (halaman 172).

            Pertemuan Alfi dengan Ainun dan kematian bapaknya pun menjadi awal Alfi lebih berubah lagi. Sejak Ramadhan di pindah ke Wisma Raihan. Kos-an yang orang-orang di dalamnya lebih alim dan saling mengajak pada kebaikan. Shalat di masjid, mengaji, kajian adalah keseharian penghuninya.

            Tanpa disangka Ainun menjaga sebuah toko yang menjual aksesoris keislaman dari buku, jilbab, juga kaset-kaset islami. Karena kekagumannya pada Ainun, Alfi jadi sering ke toko tersebut. Hingga hinggap di hatinya sebuah harap untuk menikah dengan hafizah tersebut.

            Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata dalam sebuah proses ta’aruf ternyata perempuan impiannya yang tertera dalam biodata yang dipegangnya. Tanpa babibu, maka langsung mengiyakan. Hingga merekapun menikah. Pernikahan yang sederhana. Pernikahan yang semakin memantapkan keimanan Alfi.

            Namun siapa sangka ternyata kebahagiaan itu sementara. Ainun dan anaknya meninggal dalam sebuah proses persalinan. Alfi bagai tak percaya dengan berita tersebut, dia menjadi gila dan marah kepada Allah yang mengambil semua orang yang dia cintai. Namun, setelah datangnya perempuan bernama Muthmainnah. Alfi menjadi sadar dengan ucapan yang dikatakan Muthmainnah agar sadar bahwa semua akan kembali pada Allah. Muthmainnah tak lain adalah Tila yang dulu hilang, kini kembali dengan seragam perubahannya yang lebih baik.

            Pada akhirnya novel ini memberi pembaca sebuah hikmah, bahwa dalam kehidupan selalu ada ujian dan ujian, dari itulah Allah menguji siapa di antara makhluknya yang paling baik dan paling taat. Semoga kita termasuk di dalamnya. Tak pelak jika novel ini masuk nominasi lomba novel yang diadakan oleh Republika. Menghibur dan penuh hikmah, selamat membaca dan berakhir pekan! 🙂

IMG_0004 IMG_0005

             (66-Resensi Buku 2013-Jateng Pos  November 2013)

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s