Mengintip Manajemen Kampus-Kampus Elit Dunia

                    

cover Kampus-Kampus Pencetak Para Jagoan Dunia
diambil dari web divapress    

 Judul                            : Kampus-Kampus Pencetak Para Jagoan Dunia

Penerbit                       :Diva Press

Tahun Terbit                : September, 2013

Jumlah Halaman          : 156 halaman

ISBN                           :  978-602-255-2239

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

            Keburukan yang termenejemen akan mengalahkan kebaikan yang tidak termenejemen, begitu kata sahabat Ali. Tak mengherankan. Manajemen yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Dalam sebuah institusi pendidikan semacam kampus, manajemen menjadi hal yang penting. Dengan manajemen yang baik, maka kampus bisa mencetak sarjana-sarjana yang hebat.

            Sudah menjadi sejarah,  Universitas Cambridge banyak lahir tokoh ilmuwan dunia, di antaranya Isaac Newton (gaya gravitasi), Stephen Hawking (pencetus teori lubang hitam), William Harvey (penemu sirkulasi darah dan peran jantung), Paul Dirac (teori kuantum), J.J. Thomson (penemu elektron), Francis Crick (penemu DNA), Ernest Rutherford (teori struktur atom), Jane Goodall (ahli simpanse), James Clerk Maxwell (penemu gelombang elektromagnetik), John Maynard Keynes (ekonom penemu teori harga) dan Alan Turing (penemu teori komputer). Hal ini tak lain karena manajemen di kampus ini bagus.

            Menurut sejarah University of Cambridge tumbuh dari perhimpunan sarjana di kota Cambridge, Inggris. Mereka adalah para sarjana yang kabur dari Oxford pada tahun 1209 karena bertengkar dengan penduduk setempat. Kelompok ini yang menetap di Cambridge dan merekalah yang bertanggung jawab atas dimulainya kampus ini (halaman 85).

            Cambridge menjadi kampus yang fokus terhadap pengembangan riset keilmuan dan kesenian. Universitas tertua kedua di dunia ini selain melahirkan ilmuwan, juga melahirkan politisi dan tokoh bidang seni dan kemanusiaan terkemuka. Sampai saat ini kampus ini telah melahirkan delapan puluh tiga alumni peraih nobel.

            University of Cambridge mempunyai manajemen yang cukup akomodatif terhadap semua kalangan. Kampus ini tidak memandang usia tua ataupun muda, atau bahkan kuno dan modern. Semua kalangan bisa mengenyam pendidikan di kampus ini. Sebuah komposisi yang sulit dijumpai di kampus lain (halaman 89).  

            Untuk mahasiswa Cambridge disediakan college-college untuk tempat tinggal. Pilihan college dikelompokkan berdasarkan jurusan dan bidang studi, usia mahasiswa (beberapa college hanya tersedia untuk dewasa), jenis kelamin, akomodasi dan beberapa fasilitas pendukung sesuai jurusan mahasiswa. Ada bidang studi Arts dan Natural Science yang terdiri dari banyak jurusan yang bisa dipilih oleh mahasiswa di antaranya, architecture, Asia and Middle Eastern studies, biochemistry, genetics dan lainnya.

             Di kampus ini juga ada banyak program beasiswa tiap tahunnya, salah satunya Gates Cambridge Scholarship. Setiap tahun, program ini menyediakan sembilan puluh beasiswa penuh. Program yang dibiayai oleh Bill Gates ini bertujuan membentuk pemimpin yang berkualitas. Namun, program beasiswa ini memang tidak mudah, dan tidak ada salahnya jika Anda mencoba.

            Selanjutnya adalah kampus yang menjadi saingan University of Cambridge yaitu University of Oxford. Universitas ini adalah salah satu kampus tertua di Inggris. Terletak di kota dan distrik nonmetropolitan dan silsilahnya dapat ditelusuri kurang lebih dimulai sejak abad ke-11. Namun, tanggal dan hari pendiriannya tidak jelas (halaman 95).

            Seperti di kampus Cambridge di Oxford manajemen kelembagaannya setiap college mempunya pengurus dan system belajar sendiri. Tiap hari mahasiswa dihadapkan dengan iklim intelektual yang tinggi. Namun, seluruh aktivitas yang padat dan serius dapat ditebus dengan liburan hari minggu. Salah seorang pengurus yang bertanggung jawab terhadap hal ini adalah direktur kesiswaan. Ia mempunyai tanggung jawab mengorganisasi klub mahasiswa, mulai dari klub mendaki dan bersepeda, hingga klub koran sekolah dan debat. Sebagai tambahan, siswa EF International Academy memiliki full access untuk pilihan pelajaran, museum, dan seminar yang ingin dihadirinya.

            Universitas lain yang dikupas oleh Jauzi Efendi dalam buku ini di antaranya Harvard University, Yale University, Massachusetts Institute of Technology, Stanford University. Lengkap dengan manajemen, jurusan dan beasiswa yang bisa dikejar oleh mahasiswa.

            Tak pelak buku ini wajib dibaca oleh Anda yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, apalagi di universitas yang disebutkan di atas. Buku  156 halaman ini juga seharusnya dibaca oleh aktivis dan praktisi pendidikan, serta civitas akademika sebagai cermin guna memajukan pendidikan di Indonesia. Selamat hari pahlawan!

  (67-Resensi Buku 2013-Malang Post 9 November 2013)

IMG_0002
dokumentasi pemuatan di Malang Post

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s