Menciptakan Budaya Membaca

cover be a reader
diambil dari web gramedia

Judul : Be A Reader
Penulis : Antoni Ludfi Arifin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Pertama, Juli 2013
Jumlah Halaman : 108 halaman
ISBN : 978-979-22-9781-2
Peresensi : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam Islam membaca merupakan perintah pertama sebagaimana firman Allah pertama kali kepada Nabi Muhammad. Iqra!- Bacalah! (dalam surat al-Alaq). Begitu wahyu pertama turun kepada Rasul terakhir tersebut. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, mengapa perintah pertama adalah membaca?

Saat ini jelas sudah kalau membaca itu banyak manfaatnya. Sampai ada peribahasa yang mengatakan, buku adalah jendela dunia. Dengan membaca kita akan banyak mengetahui tentang dunia. Dari alamnya, orang-orangnya, juga negara-negara yang jauh dari tempat kita.

Kendati demikian, masih banyak orang yang menyepelekan membaca. Banyak orang yang malas membaca dan lebih memilih menonton. Antoni Ludfi Arifin penulis buku Be a writer, memberi cara agar gemar membaca. Pertama harus memiliki kesadaran dalam diri akan pentingnya pengetahuan yang bersumber dari buku bacaan. Kedua, orang tua harus memberi contoh, dan ketiga membaca tidak harus bersumber dari buku-buku pelajaran saja. Membaca buku ringan novel, buku cerita, majalah dan koran boleh saja, selama bacaan tersebut memberi manfaat dan pengetahuan.

Menurut psikoterapis asal Los Angeles, Jenn Barman, membaca harus dimulai dari rumah. Bagaimana langkah-langkahnya? Pertama, mulailah dengan mengenalkan anak-anak terhadap buku-buku bergambar menarik. Sekarang sudah banyak buku yang dibuat dari kain dengan berbagai motif dan gambar sehingga cocok untuk mengenalkan buku bagi anak usia dini.

Kedua, orang tua harus menjadi contoh bagi anak-anak dengan memperlihatkan kegemaran membaca setiap waktu di rumah. Hal itu karena, anak-anak bukan hanya perlu disuruh, namun juga perlu teladan. Ketika melihat ayah dan ibunya terbiasa membaca di depan mereka, maka anak-anak pun bisa tertarik terhadap buku.

Ketiga, dengan menciptakan rutinitas membaca buku bersama anak-anak. Misal malam sehabis kerja, kumpul di ruang keluarga untuk membaca buku dan berdiskusi tentang buku yang dibaca. Bisa juga memanfaatkan hari libur untuk berkunjung ke toko buku terdekat. Keempat, dengan membiasakan membawa buku ke mana saja pergi. Saat sedang santai ataupun menunggu, kita bisa membunuh waktu dengan kegiatan produktif, yakni membaca buku. Sesuai peribahasa Arab, buku adalah teman terbaik sepanjang masa.

Definisi membaca bukan hanya sekadar membaca buku, tetapi bisa juga membaca kehidupan. Namun, membaca buku adalah yang paling utama. Dengan membaca buku kita seakan berada dalam samudera ilmu. Sebagai bukti, Andrie Wongso motivator nomor satu di Indonesia tidak sekolah, dan ternyata bukulah yang menyelamatkan hidupnya hingga menjadi motivator seperti sekarang (halaman 87). Ada juga Ajip Rosidi, dia bisa menjadi seorang sastrawan terkenal, padahal di Taman Madya (SMU) saja dia tidak lulus. Ajip yang suka mengoleksi buku, merasakan efek positif dari membaca hingga sekarang bisa menjadi sastrawan terkenal yang menerbitkan karya tulis yang disukai banyak orang. Tak pelak, buku setebal 108 halaman ini wajib Anda baca, agar terpompa semangat untuk membaca dan menciptakan budaya membaca dari lingkungan sekitar bahkan hingga ke seluruh Indonesia. Sebagai upaya memajukan negeri tercinta. Selamat membaca dan jadilah pembaca yang baik!

(71-Resensi Buku 2013-MJEducation 9 November 2013)

2 thoughts on “Menciptakan Budaya Membaca

  1. jentar/perpusnas ri 27 Agustus 2015 / 12:20

    resensisi sangat bagus mas…….. saya sangat berpendapat isi tulisan singkat tapi padat,bila kita melihat perkembangan dasyatnya tehnologi informasi…. cari nama web bisa klik sesuka kita akan keluar apa yang kita minta selalu ada, akibat dari itu akan dihadapi minat baca sangat rendah khusunya dilakangan pelajar,perpustakaan diabaikan……… apa kiat dan strategi mengahadapi ini semuanya…….. makasih,27/8/2015

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s