My Girlfriend is a Gu Mi Ho #2

Leliku Cinta Sepasang Kekasih Manusia dan Rubah

cover MGFIAG
diambil dari mizan.com

Judul                            : My Girlfriend is a Gu Mi Ho #2

Penulis                          : Kim Seong-yeon

Penulis Skrip                : Hong Jung-eun & Hong Mi-ran

Penerbit                       :Qanita-Mizan (K Romance)

Tahun Terbit                : Juni, 2013

Jumlah Halaman          : 348 halaman

ISBN                           :  978-602-9225-92-1

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

            Legenda rubah berekor sembilan memang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat di China, Jepang ataupun Korea. Tak bisa dipungkiri banyak sekali kisah-kisah dalam film ataupun anime karya mereka tak jauh dari tema tersebut. Salah satunya yang terkenal anime Jepang adalah Naruto.

            Industri perfilman Korea pun tak mau kalah dari Jepang dengan mengangkat legenda siluman rubah berekor sembilan menjadi semua drama seri, yang berjudul My Girlfriend is a Gu Mi Ho pada tahun 2009. Drama Korea ini sukses di pasaran, tak hanya di Korea namun juga termasuk di Indonesia.

            Tak hanya itu, drama korea ini pun dibuat versi novel yang ditulis oleh Kim Seong-yeon dengan penyesuaian terhadap skrip yang telah ditulis oleh Hong Jung-eun & Hong Mi-ran. Di Indonesia novel ini diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Qanita-Mizan.

            Qanita Mizan menerbitkan novel ini menjadi dua part. Part pertama diterbitkan pada tahun 2012, sedangkan part kedua diterbitkan pada Juni 2013. Pada buku kedua, melanjutkan kisah Cha Dae Woong dan Gu Mi Ho yang sudah terbiasa bersama. Gu Mi Ho sudah merasakan cinta kepada Dae Woong, sedangkan Dae Woong masih mengelak rasa cintanya kepada Gu Mi Ho yang sebenarnya adalah siluman.

            Dae Woong tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia mencintai siluman rubah perempuan yang menolongnya dengan memberikan manik-manik rubahnya. Kebaikan Gu Mi Ho padanya sangat luar biasa, karena efek jatuh dari tebing tidak terasa apa-apa. Namun, Dae Woong masih bimbang, dilema jika harus mencintai bukan wanita manusia.

            Karena cintanya pada Dae Woong, Gu Mi Ho sampai rela kesakitan ketika satu persatu ekornya hilang demi usahanya untuk menjadi manusia. Di sisi Park Dong Joo pun semakin berhasrat untuk mendapatkan hati Gu Mi Ho dan Hye In pun tahu bahwa Mi Ho bukanlah manusia biasa. Bahkan Hye In menyebut Mi Ho sebagai monster.

            Dari awal buku kedua dari novel My Girlfriend is a Gu Mi Ho ini sama dengan apa yang sudah diaudio visualkan dalam drama seri. Namun, ada perbedaan di ending novel, atau bisa disebut tambahan yang mungkin akan lebih memikat pembaca.
Melihat penerjemahan novel Korea ini sudah cukup bagus, enak dan mengalir ketika dibaca. Namun sayang rasa Korea-nya tidak dapat, sehingga mengesankan novel ini bukan terjemahan novel Korea namun memang karya anak Indonesia. Mungkin yang bisa menghadirkan rasa Korea merasuk dalam novel terjemahan ini dengan tidak menerjemahkan misal kata Oppa, Eonni, Noona disertai dengan penggambaran setting Korea yang memikat.

            Ini saya rasakan, karena saya sudah menonton drama serinya. Sehingga, ketika membaca novel ini tak merasakan feel-nya cukup mengecewakan. Sangat disayangkan, harapannya ke depan penerjemahan novel Korea ke dalam Bahasa Indonesia masih bisa menguarkan aroma Korea di dalamnya. Meski begitu tawaran ending dalam novel ini cukup menjadikan alasan saya untuk merekomendasikan novel ini untuk mengisi waktu kosong Anda. Saya yakin Anda akan terhibur dengan kisah manis, sendu dan romantis sepasang kekasih manusia dan rubah ini. Selamat membaca!

8 thoughts on “My Girlfriend is a Gu Mi Ho #2

  1. Mizuki-Arjuneko 31 Desember 2013 / 00:30

    Jadi lebih bagus drama serinya ya? Berarti kebalik ya? Seri ini bikin doramanya dulu baru bikin novelnya? >_<

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 31 Desember 2013 / 00:36

      kejelasan soal mana yang duluan nggak saya dapatkan di buku atau di internet. Nah dibuku ada tulisan penulis naskah siapa-siapa gitu. Ada kemungkinan drama series duluan hehe saya rasa sih gitu kalau sudah nonton dramanya, novelnya gak kerasa koreanya hehe

      ah dari drama ini saya jadi mau nonton drama series korea :v

      Suka

      • De Widiani 31 Desember 2013 / 15:29

        Wahh, ini aku pengen banget, tapi belum punya…
        Baca komen mas Rasyid diatas, iya betul banget cerita yang beraroma korea dalam buku bukan film aroma korea-koreannya gak dapet, hehe…
        dan oh iya, setahu aku memang begitu kalau ada drama korea ada novelnya, biasanya novelnya itu yang hasil adaptasi dari drama nya., sebaliknya dari novel-novel barat yang diadaptasi menjadi film….

        By the way seneng banget mampir disini, baca-bacanya bikin betah ^_^
        Salam kenal ya…

        Suka

      • Muhammad Rasyid Ridho 31 Desember 2013 / 16:13

        entahlah saya malah nggak mendapatkan aroma korea yang dtulis penulis korea asli atau terjemahan, bahkan saya mendapatkan novel korea karya penulis Indo ada yang rasa koreanya dapat entahlah ya😀

        Oh iya ini berarti adaptasi dari drama series ya, sepertinya love story in harvard, style itu termasuk drma series yang dibuat dari novel.

        Salam kenal juga terima kasih sudah mampir, insya Allah tahun depan semakin rajin nulis resensi buku. Semoga selalu mampir dan betah yaa🙂

        Suka

  2. Sii Isni 31 Desember 2013 / 12:05

    Ini tulisan ga dikirim media ya?

    Bedewe, bahas novel korea saya keduluan ga tertarik, kesel sama nama mereka yang bikin kelilipan mata pas bacanya. Haha, tp nonton dorama korea saya banget. Keren filmnya. #lho? :O

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 31 Desember 2013 / 12:49

      Gak dimuat hehe keburu mau laporan ke penerbit hehe
      hehe

      Saya pengen baca aja setelah nonton drama seriesnya. Iya saya suka drama seriesnya memang, kan saya bilang gitu di tulisan di atas. Bahkan drama ini yang membuat saya mau nonton drama korea😀

      Suka

      • Sii Isni 1 Januari 2014 / 19:37

        Hihi bahkan dlm resensi itu kamu jujur banget.😀

        Suka

      • Muhammad Rasyid Ridho 1 Januari 2014 / 20:33

        iya saya memang jujur, harapannya sih moga ke depan penerbit menerbitkan buku terjemahan korea lebih terasa lagi🙂

        Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s