Facebook On Love

cover facebook on love 1
cover facebook on love 1

Sebuah kebiasaan saya ketika membeli buku, adalah menyampulnya terlebih dahulu karena saya merasa dan paham betul buku itu adalah aset yang berharga di dunia ini bahkan di akhirat. Dan juga menjadi kebiasaan saya adalah bukan menjadi pembaca pertama terhadap buku-buku yang saya beli itu, bisa ke dua, tiga, bahkan ke sepuluh, hehe. Kebiasaan yang aneh dan tentu kurang baik pula, saya mengakui itu. Tapi tidak semua buku yang saya beli, ya lebih banyak seperti itu. Dengan berbagai alasan kesibukan, jika saya ditanya mengapa belum baca dan di dahului oleh peminjam.

Begitu juga dengan cerita berikut saat saya memborong buku saat Munas FLP di Solo agustus tahun lalu. Kebetulan dari beberapa penerbit tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, karena memang Munas FLP adalah acara besar-besaran yang dihadiri oleh ratusan lebih anggota organisasi penulis Islam ini. Sehingga banyak buku-buku yang di jual dengan harga miring. Kesempatan juga buat saya sebagai pembeli untuk memborong. Lumayan banyak dari buku-buku agama sampai novel, dari ensiklopedi puasa, ‘ulumul qur’an, sampai facebook on love.

Setelah sampai di ma’had dan selesai di sampul. Banyaklah antrean untuk meminjam buku-bukuku, yang suka buku nonfiksi agama sampai pencinta novel. Termasuk buku facebook on love menjadi rebutan para langganan peminjam bukuku, khususnya akhwat ustadzah-ustadzah ma’had. Secara bergantian mereka membaca mengantri. Saya kurang tahu kenapa buku itu begitu diminati, apakah karena isinya yang menarik, atau ketertarikan pembaca pada pandangan pertama di karenakan judul atau cover yang menarik perhatian yang menyulut rasa penasaran atau?? Ah, saya tak tahu waktu itu apa penyebabnya karena memang saya si empunya buku belum baca buku itu, tapi perkiraan saya lebih karena judul yang memang cocok dengan masa facebook yang booming jadi permainan, pembicaraan dan penghabis waktu orang-orang. Dan buku itu baru kembali sekitar dua bulan kemarin dan saya baru membacanya kira-kira seminggu kemarin. Waktu itu orang yang mengembalikan mengatakan pada saya “ buku ini bagus yah” katanya, saya hanya menganggukkan kepala dan mengatakan ya “tok”, sudah cukup nggak banyak membahas ntar malah nggak nyambung takutnya, ntar ketahuan kalau belum baca atau lola, alah udahlah memang banyak komentar kalau buku ini bagus dan sarat hikmah dari langganan peminjam bukuku.

Dan untuk Ternyata setelah saya baca buku ini dari awal saja saya sudah mendapatkan pecutan untuk terus membacanya tanpa henti kalau bisa tanpa mengedipkan mata, hehe itupun kalau bisa. Memang dai awal cerita sudah membawa pembacanya untuk berfantasi di dunia facebook yang penuh misteri, hehe. Setelah sampai akhir membaca, subhanallah begitu sarat hikmah bro, benerr.

Bayangkan sebuah kisah cowok dan cewek yang bertemu di dunia facebook, pertemuan yang tidak di harapkan oleh si cewek yang bernama Dayana alias Dea. Pertemuan yang membuat Dea marah plus mangkel setengah mati kepada cowok yang bernama Fadli, alias hantu facebook yang sering dikatakan Dea pada Fadli. Nyaris akun facebook fadli di hapus dari friendlist Dea. Tapi tak pernah jadi, dan siapa sangka Dea yang lulusan luar negeri Amerika dan Australia di bidang Creative Writing mencari kerja dan mendapatkan kerja yang ternyata bosnya adalah Fadli musuhnya si hantu facebook.

Perseteruan sengit antara keduanya kali tak hanya di dunia maya tapi sudah memasuki alam nyata, sekalipun dikantor hal itu tetap terjadi. Ada saja yang membuat mereka berdua rebut yang akhirnya menjadi perhatian pertama seluruh penduduk kantor itu. Tetapi sekali lagi coba bayangkan ternyata dalam keributan yang hampir tiap hari itu malah menumbuhkan bibit cinta di hati Fadli pada Dea, bahkan itu bukan hanya menumbuhkan tapi menyuburkan karena bibit itu ternyata sudah ada dan tumbuh. Yang akhirnya Fadli menemukan dua bayi kembar dan meminta Dea untuk mengasuh bersama dan menikah, siapa sangka??
Namun ternyata hubungan mereka tak semulus yang di perkirakan, batu-batu penghalang dan rintangan menerjang. Karena terbuka rahasia hubungan gelap Fadli dengan istri orang, saat masih kuliah di Singapura dulu. Pernikahan mereka harus terluka karena itu. Dea tak kuasa menahan cemburu yang pasti membara dan Fadli pun gamang harus memilih siapa? Namun pada akhirnya dia sadar dia telah menikah dan berharap bisa kembali rujuk pada Dea. Di akhir kisah mereka kembali bersatu, dengan ending yang sangat menarik.

Saya banyak mendapatkan hikmah dalam buku ini, antara lain Pernikahan adalah suatu kejadian sakral yang di katakana separuh dien, dan begitu berat dalam menjalaninya. Berat dalam artian harus banyak belajar dan belajar, dari kehidupan dan buku-buku. Bagaimana kehidupan awal suami istri yang harus terjaga keharmonisannya. Bagaimana perawatan seorang bayi bahkan dua bayi sekaligus atau kembar, dan yang terakhir keajaiban facebook itu sendiri yang mampu menyatukan dua insan, hehe. Yang akhir-akhir ini facebook masih di bicarakan halal dan haramnya, apakah halal atau haram?? Menurut saya tergantung si empunya akun facebook akan memakai untuk kebaikan atau kejelakan, menyeru pada yang ma’ruf atau yang mungkar, dsb.

Terakhir untuk mba Ifa Afianty sebagai pengarang buku mantap ini, saya minta maaf karena baru bisa membaca dan mengapresiasikan buku yang saya beli hamper setahun ini, afwan banget mba. Dan di tunggu sekuelnya.. “Facebook On Love 2” khususnya salam dari pelanggan peminjam buku-buku saya.. hehe..

23.04.2010, 23.04, in my jannah..

Repost setelah pernah saya tulis di almarhum multiply. cover diambil dari sini

(3-7 Januari 2014)

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s