Rantau 1 Muara

 

Mengintip Kesuksesan Santri Asal Sumatera

cover Rantau 1 Muara
cover Rantau 1 Muara

Judul                                  : Rantau 1 Muara

Penulis                          : A. Fuadi

Penerbit                       :Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                : Pertama, 2013

Jumlah Halaman          : 408 halaman

ISBN                           :  978-979-229473-6

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

            Kesuksesan tidak bisa dicapai dengan mudah, rintangan dan cobaan seakan teman yang harus ada di dalam perjalanan mencapainya.  Jika Anda pembaca buku Trilogi karya Ahmad Fuadi Negeri 5 Menara dan Ranah 1 Warna. Maka buku Rantau 1 Muara akan melengkapi, buku tersebut.

Sebagai kelanjutan novel sebelumnya, Alif yang telah datang dari Kanada, seakan semakin terang jalan suksesnya. Tulisannya semakin banyak yang dimuat di media, dia juga lulus dari kuliahnya. Namun, ada masalah baru baginya.

            Kelulusannya bertepatan dengan tidak stabilnya keadaan sosial dan ekonomi negeri ini. Krisis moneter yang ada di Thailand juga berimbas ke Indonesia, juga termasuk berimbas kepada kehidupan Alif. Alif terpaksa harus diberhentikan sementara oleh media yang selama ini memuat tulisan lepasnya (halaman 17).

            Hal ini menjadi kebingungan yang sangat bagi Alif, karena dalam dompetnya sudah tidak berisi, sedangkan ibu kos sudah meminta Alif membayar tagihan. Mau tidak mau Alif harus segera mencari tempat kerja baru. Dia melamar ke sebuah perusahaan Telekomunikasi di Bandung, namun lagi-lagi karena keadaan ekonomi Indonesia belum stabil dia ditolak (halaman 32).

            Namun ada sebuah kabar yang menggembirakan, Alif terpilih dalam tes menjadi wartawan di sebuah media bergengsi yaitu Derap. Sebuah tempat kerja yang dia sangat minati dan sesuai dengan passionnya, menulis. Dia jadi ingat perkataan Konfusius, “Carilah pekerjaan yang kamu cintai dan kamu kamu tidak akan pernah lagi bekerja satu haripun sepanjang hayat.” (halaman 111)

            Banyak pengalaman menarik yang Alif dapatkan ketika menjadi wartawan Derap, selain itu dia juga mendapatkan teman-teman yang baik seperti Pasus, Yansen, dan juga dia dekat dengan Dinara. Wartawati yang juga menjadi kuli tinta di Derap.

            Semakin lama Alif semakin dekat dengan Dinara, seperti ada ke-klop-an antara keduanya. Asyik saat saat diskusi maupun santai. Bahkan ketika Alif mengutarakan niatnya untuk meneruskan kuliahnya, Dinara sangat mendukung. Disela-sela Alif belajar TOEFL, Dinara menyemangatinya bahwa Alif pasti bisa lolos seleksi dan melanjutkan kuliah. Namun, kebersamaan mereka sepertinya tak akan lama. Aplikasi S2 Alif di Fakultas Komunikasi Boston University dan George Washington University di Washington DC (halaman 186).

            Ketika kabar itu diberikan pada Dinara, Dinara menyambut dengan kalimat senang sekaligus sedih. Sedih akan berjauhan dengan teman dekatnya selama ini, Alif.  Dinara menjadi tidak seperti biasanya, dia tidak memanggil Alif dengan panggilan Abang lagi. Alif juga tidak ingin berjauhan dengan Dinara, inginnya dia bisa mendapatkan beasiswa juga Dinara. Namun, mau tidak mau mereka harus berpisah, Alif harus berangkat ke Amerika. 

            Namun, ketika Alif menghubungi Dinara, Dinara sudah mulai baikan dan kembali memanggil Alif dengan kata Abang. Alif menjadi senang, setelah akhir-akhir ini Dinara berubah sikap padanya. Alif senang, namun Alif lebih senang lagi jika Dinara ada di sisinya.

            Selama di Amerika Alif sering mengikuti pengajian yang diadakan orang Indonesia yang ada di sana, yang dibimbing oleh Ustad Fariz. Suatu ketika Alif ditanya tentang pernikahan. Alif menjawab dengan jujur bahwa sudah ada orang yang dia cocok padanya. Ustad Fariz menyemangatinya untuk segera nikah saja jika memang sudah sama-sama cocok (halaman 227).

            Mendengar itu Alif bergidik ngeri, pasalnya mengaku dia cinta Dinara saja sulit apalagi untuk mengatakan ajakan nikah pada Dinara. Namun, setelah berpikir akhirnya Alif meyakinkan diri bahwa harus segera menikahi Dinara. Alif menutarakan ajakannya itu dengan sungguh-sungguh, awalnya Dinara masih berpikir lalu kemudian dia menjawab dengan, “Bismillah Bang.” (halaman 240)

            Setelah melewati proses persuntingan, akhirnya mereka menikah juga. Dinara ikut Alif ke Amerika. Mereka pun sama-sama bekerja di sebuah media di sana. Sebuah pekerjaan yang keduanya suka. Setelah lama menetap di Amerika, akhirnya ada keinginan untuk pulang ke tanah air. Setelah istikhoroh, akhirnya rantau selama ini harus di akhiri dan kembali pulang. Itulah sesungguhnya esensi merantau, yang akan kembali pada tanah air dan menjadi orang bermanfaat di sana.

            Akhirnya, ada banyak hikmah dan inspirasi dalam novel 408 halaman ini. Seperti mantra dalam buku ini yang mengatakan bahwa barang siapa yang berjalan pada jalannya maka akan sampai pada tujuan. Alif sudah mencapai tujuan, kesuksesan dan istri dia dapatkan. Selain itu, sebagaimana pesan buku Follow @MERRYRIANA, bahwa passion adalah hal utama yang harus diasah, diperjuangkan dan menjadi pilihan kita untuk sebuah kesuksesan. Seperti, Alif juga sukses dengan menulisnya, yang sebenarnya adalah kisah nyata sang penulis novel trilogi ini yang telah dibumbui fiksi. Anda tak akan menyesal membaca buku ini, dan selamat berakhir pekan!

 cover diambil dari sini  
Dimuat di Wasathon.com
(5-Dimuat di Wasathon 2 Januari 2014)

 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s