Inferno

Petualangan Membongkar Misteri Puisi Dante

cover inferno - neraka
cover inferno – neraka

Judul                                  : Inferno

Penulis                          : Dan Brown

Penerjemah                  : Ingrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili Nugrahani

Penerbit                       :Bentang Pustaka

Tahun Terbit                : Cetakan Pertama, September 2013

                                        Cetakan Kedua, Oktober2013

Jumlah Halaman          : 642 halaman

ISBN                           :  978-602-925562-1

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

            Dan Brown memang ahli dalam meramu simbol, sejarah, serta politik menjadi sebuah kisah yang apik. Setelah buku The Lost Symbol, Dan Brown kembali meluncurkan novel terbarunya, Inferno. Tidak seperti kisah dalam The Da Vinci Code yang membongkar karya seni lukisan Monalisa Leonardo Da Vinci, dalam Inferno yang menjadi teka-teki yang harus diselesaikan oleh tokoh Robert Langdon adalah puisi Dante Alighieri.

            Dante memiliki karya puisi epik yang berjudul The Divine Comedy. Puisi yang menceritakan mimpi Dante berjalan ke surga dan neraka. Puisi epik ini banyak menginspirasi dan mempengaruhi para pegiat seni lain pada masa itu hingga saat ini.  Puisi Dante terdiri dari bagian yakni, Inferno (Neraka), Purgatorio (Penyucian), dan Paradiso (Surga). Nah, dalam novel ini Inferno yang telah dijadikan sebuah lukisan oleh Sandro Botticelli yang berjudul Map of Hell. Menjadi titik awal perjalanan Langdon.

inferno2the-abyss-1
lukisan neraka ala puisi dante

            Dalam memecahkan misteri Map of Hell yang ternyata dalam penggambarannya tidak sesuai aslinya, Langdon juga mengalami amnesia retrograde. Amnesia yang menyebabkan tidak bisa mengingat penyebab kecelakaan atau informasi lainnya jauh sebelum kenyataan.

            Amnesia ini menyebabkan Langdon lupa kenapa dia ada di Italia dan untuk apa dia ada di sana. Dalam petualangan ini Langdon ditemani oleh seorang dokter perempuan cerdas bernama Sienna Brooks. Dia menolong Langdon dalam kecelakaan dan membantu perjalanan Langdon mengungkap apa yang menyebabkan dia ada di Italia.

            Tak lain penyebab yang membuat Langdon ada di Italia karena permintaan tolong pemimpin WHO Dr. Elizabeth Sinskey yang selama mengalami amnesia selalu mengiang-ngiang ucapan dan wajahnya. Untuk membuka misteri yang dibuat oleh manusia genius dari gerakan transhumanis di teka-teki lukisan palsu tentang Inferno.

            Gerakan ini menganggap overpopulasi manusia adalah awal dari kehancuran manusia itu sendiri. Itulah yang akan menjadi neraka, itulah kiamat bagi umat manusia. Karenanya, gerakan transhumanis membuat gagasan bahwasanya harus ada upaya untuk mengecilkan populasi manusia di bumi. Nah, dengan percaya diri melanggar aturan WHO gerakan transhumanis membuat sebuah virus yang tidak memberikan dampak yang nyata seperti gatal-gatal, kulit merah atau muntah-muntah. Tetapi virus itu merusak DNA manusia agar tidak bisa berkembang biak, alias mandul.

            Novel berlatar Italia dan Turki ini, bisa dibilang menegangkan dan seru. Dan Brown meramu kisah petualangan Langdon dalam satu hari untuk menemukan di mana sebenarnya virus itu disimpan dan disebarkan. Dengan ramuan sejarah yang kental, novel ini sangat memberi banyak pengetahuan bagi pembaca.

inferno2
Dan Brown

            Dan Brown tidak bercerita dengan cerita biasa yang mudah ditebak. Novel ini akan menarik penasaran pembaca ketika pembaca disuguhi pertanyaan siapa sebenarnya lawan dan siapa sebenarnya kawan. Maka memang pembaca harus selesai sampai akhir membaca novel ini.

            Jika bisa ditarik kesimpulan buku ini memberikan sebuah pelajaran yang terangkum dalam kalimat yang ada di pengawal novel ini. “Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral terjadi.” Kata ini pun menjadi alasan pemimpin gerakan transhumanisme dalam novel ini bersikeras membuat virus untuk mencegah terjadinya kiamat karena overpopulasi manusia di bumi.

            Sayangnya itu menjadi salah kaprah bagi gerakan transhumanis virus yang membahayakan tersebut dia anggap menjadi penyebab dirinya menjadi penyelamat dunia dari kiamat. Dan kalimat tersebut juga menyadarkan Langdon, bahwasanya untuk kedamaian dan kebaikan dunia dia harus turut serta di dalamnya, tidak boleh diam. Yang itu berarti pembaca atau kita semua tidak boleh diam jika ada kerusakan moral, kita harus ikut andil dalam memperbaikinya.

            Akhirnya itulah pesan yang bisa ditangkap dalam novel setebal 642 halaman ini. Buku ini cocok dibaca bagi penggemar novel petualangan, sejarah, simbol, juga thriller. Cocok sekali sebagai teman akhir pekan Anda, tak pelak Andi Mallarangeng yang di penjara saja ingin membaca serunya novel ini. Selamat membaca!

gambar diambil dari sini, 1 2 3

Dimuat di rimanews.com
(5-Dimuat di Rimanews 6 Januari 2014)

7 thoughts on “Inferno

    • Muhammad Rasyid Ridho 10 Januari 2014 / 06:09

      Transhumanis kalau yang saya tangkap dari novel ini adalah kumpulan manusia yang punya intelegensi di atas rata-rata mba. Mereka berkumpul dengan banyak sokongan dana, dengan cita-cita ingin menjadikan manusia bisa hidup lama, bisa jadi manusia super gitulah. Kan makanya di novel ini mereka bikin virus untuk mengurangi overpopulasi. Virusnya nggak bikin mati, tapi bikin mandul..

      Suka

  1. buzzerbeezz 17 Januari 2014 / 03:35

    Nice review. Belum baca buku ini sama The Lost Symbol. Padahal karya Dan Brown yang lain udah khatam.

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s