Jangan Paksa Aku Menyerah

Perjuangan Melawan Kanker Payudara

cover Jangan-Paksa-Aku-Menyerah
cover jangan paksa aku menyerah

Judul                            : Jangan Paksa Aku Menyerah

Penulis                          : Ida Cholisa

Penerbit                       : Metagraf (Penerbit Tiga Serangkai)

Tahun Terbit                : Pertama, Januari 2013

Jumlah Halaman          : 148 halaman

ISBN                           :  978-602-9212-69-3

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

Kanker sampai saat ini menjadi penyakit yang banyak memakan korban. Terutama kanker payudara yang menjadi momok menakutkan bagi banyak perempuan. Sehingga menyebabkan sebagian mereka menjadi pesimis dalam hidup setelah tahu bahwa mereka terjangkit penyakit kanker.

Kisah seorang guru bernama Ida Cholisa menjadi salah satu di antara perempuan yang terkena kanker tetapi masih bisa bangkit dan akhirnya terbebas dari penyakit tersebut. Ida terlahir di Jawa Tengah dari 8 orang bersaudara. Bapaknya adalah seorang guru. Karena keterbatasan finansial keluarga Ida menjadi ulet dan kreatif, dengan menjual yang menghasilkan.

Setelah menikah Ida tetap memiliki bisnis sampingan. Apalagi setelah suaminya sakit jantung, dia menjual obat-obatan herbal. Pelanggannya begitu banyak, sehingga waktu itu dia banyak belajar arti kehidupan dan perjuangan dari setiap penyakit yang diderita pelanggan obat herbal jualannya (halaman 5).

Jiwa enterpreunernya ternyata menurun pada anaknya, walau masih sekolah anaknya minta berjualan permen cokelat yang dijual ibunya. Ida tak bisa menolak, dia memberikan kesempatan pada anaknya untuk mengasah enterpreuner sejak dini. Selain memiliki suami yang baik, dua anaknya yang lucu sangat membahagiakan hidupnya.

Namun, kebahagiaan itu seakan terenggut ketika tiba-tiba Ida harus menjadi wanita yang dijangkiti kanker. Setelah mendapati benjolan di dada kanannya, setelah diperiksa berindikasi kanker payudara. Kaget bukan main Ida, penyakit yang tak pernah terbayangkan kini harus ada dalam dirinya. (halaman 40-41)

Dokter menyarankan Ida untuk Bone Scan, namun Ida masih takut untuk operasi dan kemoterapi. Bayangan harus merasakan sakit kemoterapi dan botak tak ingin membayangi dirinya. Namun, suaminya meminta dia untuk mencoba demi kesembuhan. Maka berusahalah dia dan suami mengajukan asuransi pengobatan. Selain itu mereka juga mencari pengobatan alternative tanpa operasi dan kemoterapi.

Dari iklan di televisi akhirnya Ida dan suami mendapatkan sebuah alamat rumah pengobatan alternatif. Setelah diperiksa menurut terapis pengobatan alternatif ternyata hasilnya beda dengan hasill diagnose dokter. Menurut terapis, Ida hanya terkena tumor. Karena orang terkena kanker biasanya kurus, sedangkan Ida waktu itu segar bugar. (halaman 51)

Mereka bingung, namun ada yang lebih mengagetkan ramuan yang ditawarkan terapis harganya mahal sekali, sembilan juta lima ratus ribu rupiah. Namun, karena takut operasi dan kemoterapi, Ida lebih memilih pengobatan alternatif.  Demi sebuah kesembuhan yang diimpikan, Ida sampai menggadaikan koin emas yang dia tabung (halaman 65).

Setelah Ida mencoba untuk melakukan pengobatan alternatif, namun belum ada hasil apa-apa. Dengan keteguhan hati ingin kesembuhan, Ida mencoba memberanikan diri untuk kembali ke dokter. Dia berharap, semoga dengan pengobatan dokter, dia bisa sembuh.

Ida memberanikan melakukan kemoterapi pertama. Sampai kemoterapi keempat, Ida melakukan operasi. Setlah operasi. Ternyata ujian belum meninggalkan  Ida, malah bertambah. Ibu Ida meninggal dunia (halaman 127). Kemoterapi terus berlanjut hingga ketujuh. Namun, sebelum itu anaknya harus sakit tipus.

Hingga akhirnya, ada waktunya Ida sembuh> Waktu yang indah setelah perjuangan bangkit dari penyakit yang sangat menakutkan dan berbagai ujian kehidupan yang mengitari hidupnya. Tak pelak, kisah dalam buku setebal 148 halaman ini, akan memberikan inspirasi bagi siapapun, terutama bagi penderita kanker juga. Bahwasanya, perjuangan, usaha dan doa harus tetap ada dalam sebuah kehidupan. Walau waktu hidup seperti mau habis. Buku yang sangat inspiratif. Selamat membaca!

resenji jangan paksa aku menyerah
dok pribadi

gambar diambil dari sini

Dimuat di Jateng Pos
(11-Dimuat di Jateng Pos 12 Januari 2014)

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s