The Five Ancestors: Monkey

Balas Dendam Seekor Elang

cover The Five Ancestors 2 - Monkey 1Judul                            : The Five Ancestors: Monkey

Penulis                          : Jeff Stone

Penerbit                       : Teen@Noura-Noura Books

Tahun Terbit                : September, 2013

Jumlah Halaman          : 270 halaman

ISBN                           :  978-602-9498-295

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

            “Berpencarlah ke empat penjuru mata angin dan temukan rahasia Ying (elang), begitu juga kalian. Bukalah masa lalu, karena itu adalah masa depan kalian.” (halaman 17)

            Begitulah pesan Mahaguru yang diingat oleh Malao, ketika prajurit kerajaan bersama Ying telah membumi hanguskan Kuil dan membunuh semua biksu di sana kecuali lima orang biksu terpilih yang ditolong dan disuruh lari oleh Mahaguru. Mereka adalah Fu (Macan), Malao (Monyet), Hok (Bangau), She (Ular), dan Long (Naga).

             Mereka disembunyikan oleh Mahaguru karena memiliki kelebihan dan mempunyai tugas untuk membongkar masa lalu mereka untuk kebaikan masa depan mereka. Akhirnya, pergilah mereka semua. Malao pun pergi dengan cepat dari Kuil yang tersisa puing-puingnya saja sebelum diketahui oleh para prajurit Ying.

            Namun, walaupun pandai meloncat ternyata Malao tidak tahu arah. Lompatannya pohon demi pohon ternyata hanya membawanya kembali ke arah kuil. Untung saja dia tidak ketahuan oleh salah satu prajurit Ying yang berjalan di bawahnya. Prajurit itu membawa tongkat miliknya yang ketinggalan di kuil. Maka, diambillah tongkat miliknya itu tanpa membunuh prajurit tersebut.

            Selagi dekat dengan kuil, dia pun ingin kembali ke sana. Sekadar untuk melihat keadaan di sana termasuk keadaan guru. Mahaguru telah meninggal. Kepalanya telah terpisah dari tubuhnya. Ying, dengan kejam membunuh guru sekaligus sebagai bapak yang mengasuh hingga bisa menjadi seperti sekarang.

            Ying membunuh Mahaguru karena beberapa alasan. Pertama, Mahaguru telah membunuh ayahnya yang seorang pendekar naga. Maka, dibawalah Ying ke kuilnya agar dia asuh dan tidak diasuh oleh salah orang. Kedua, sebagai keturunan pendekar naga, maka seharusnya Ying juga pendekar naga. Namun, Mahaguru malah menjadikan dia biksu elang-Ying. Ketiga karena dia ingin mengambil naskah naga milik Mahaguru yang akan dia pelajari agar bisa menjadi naga secara keseluruhan.
Hal ini karena menganggap Ying, bukan tipe orang yang bisa memiliki ilmu naga. Karena hal itulah akhirnya, Ying kabur dan berjanji akan membalas dendamnya. Akhirnya tibalah hari bagi Ying untuk membalas dendam dengan membawa prajurit kerajaan yang bersenjatakan qiang. Kala itu Ying sudah menjadi elang dan naga. Karena, dia sudah menumbuhkan sisik disekujur tubuhnya dan lidahnya dia belah menjadi dua, bercabang bak lidah ular.

            Karena novel ini adalah episode Malao, maka yang banyak diceritakan sejak awal adalah Malao. Malao bersama Hok yang mengambil mayat Mahaguru dan menguburkannya di sebatang pohon. Setelah itu dia melakukan perjalanannya untuk membongkar rahasia Ying dan juga dirinya sendiri dan empat saudaranya sesuai perintah Mahaguru.

            Dalam perjalanan, seperti kisah Fu dalam novel sebelumnya yang bertemu dengan macan yang kemudian membantu dia. Begitu juga dengan Malao dia bertemu dengan sekumpulan monyet, karena merasa memiliki kesamaan. Akhirnya dia dekat dengan pemimpin sekumpulan monyet tersebut. Sekumpulan monyet tersebut pun membantu Malao saat mengalami kesulitan dalam perjalanannya.

             Hingga Malao, Seh, dan Fu sampai pada Shaolin dan ingin meminta bantuan. Ternyata, pada saat itu Shaolin juga sedang kacau balau. Ada serangan dari prajurit kerajaan. Dan mereka bertemu dengan seorang biksu yang mengaku bernama Tsung. Tetapi anehnya biksu Tsung malah menyerang mereka, sebenarnya siapakah dia? Akhirnya, Anda akan mendapat jawabannya dalam novel ini. Selamat membaca sambil menunggu sekuel novel ini, The Five Ancestors: Snake.

gambar diambil dari sini

(14-Dimuat di Indoleader.com 10 Januari 2014)

4 thoughts on “The Five Ancestors: Monkey

    • Muhammad Rasyid Ridho 30 Januari 2014 / 04:54

      setuju mba, seru memang. Moga ada yang berniat memfilmkan novel ini nanti. saya penasaran yang keempat dan kelima🙂

      Suka

  1. Idan Alhadjri 31 Januari 2014 / 09:46

    Karakter-karakternya mirip sama di film Kungfu Panda, ya?😀
    Ada macan, bangau, ular, monyet dan naga. Kalau di Kungfu Panda, naga nya enggak ada, ganti sama panda dan walang sangit. Hehe.

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 31 Januari 2014 / 12:36

      iya juga bisa dibilang mirip. Ada elang juga nih. Walang sangit juga ada. Lumayan serulah, yang buat juga orang barat🙂

      Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s