Di Bawah Naungan Cahaya-Mu

Kisah Tentang Cinta Yang Dijaga

cover Di-Bawah-Naungan-Cahaya-Mu-JPG
cover di bawah naungan cahaya-Mu

Judul                            : Di Bawah Naungan Cahaya-Mu

Penulis                          : Desi Puspitasari

Penerbit                       : Bunyan (Bentang Pustaka)

Tahun Terbit                : Pertama, Juli 2013

Jumlah Halaman          : 202 halaman

ISBN                           :  978-602-7888-50-0

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

Tidak banyak anak manusia yang bisa menjaga cintanya sesuai fitrah. Sehingga banyak yang cintanya kemudian berdebu noda nafsu. Jika dulu ada Nabi Yusuf yang bisa menahan godaan cinta Zulaikha, dan mungkin masih ada lain cerita selain Yusuf yang mampu menjaga cinta dari nafsu.

Kisah fiksi karya Desi Puspitasari ini juga bercerita tentang cinta yang mampu dijaga agar tidak bercampur dengan nafsu. Adelia dan Bagus dulu adalah teman satu kelas ketika di desa. Ternyata di antara mereka berdua memiliki ketertarikan satu dan yang lain. Namun, mereka menjaga dan tak pernah ada saling ungkap sebelumnya. Cinta mereka dalam diam. Hingga mereka harus berpisah. Karena Bapak Bagus harus pindah kerja ke kota, maka Bagus dan ibunya harus ikut pindah juga.

Mereka sama-sama memiliki kebiasaan unik yakni memandang bulan. Dalam jarak yang terbentang Adelia menganggap Bagus bulan dan Bagus menganggap Adelia juga bulan. Adelia selalu belajar di atas genting, dengan harapan ingin ditemani bulan. Adelia bercerita apapun kepada bulan termasuk keadaan keluarganya yang semakin hari semakin tak baik. Sedangkan, Bagus selalu berharap nanti bisa bertemu lagi dengan bulan impiannya. Dalam janji bapaknya, nanti kalau sudah menjadi dokter, Bagus bisa menjadi dokter di desanya dulu. Itu kesempatan dia.

Bagus dan Adelia di sekolah masing-masing ada yang menyukai, namun mereka berdua bisa menolak orang yang menyukai karena sudah ada bulan di hati mereka. Namun Bagus selalu berusaha menjaga hatinya agar tidak ternodai nafsu, sekalipun dia ingin bertemu bulannya. Dia tidak ingin memaksa untuk bertemu jika memang takdir tidak mempertemukan. Bahkan orang yang menyukai bagus bisa menjadi lebih baik menjadi berkerudung karena pemahaman yang diberikan Bagus padanya.

Keadaan kedua orang tua Adelia selalu bertengkar setiap hari. Tidak pernah ada kesepahaman antara keduanya. Bapaknya yang bekerja seringkali tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Ibunya membantu dengan menjaga salon. Ibunya yang dulu penyanyi ingin menyanyi di atas panggung lagi. Namun, bapak Adelia tidak membolehkan karena ibunya sudah menjadi istri bapaknya.

Konflik novel karya Desi bermula di sini. Ibu Adelia jadi sering pulang lebih malam dari biasanya, sehingga bapaknya yang menganggap ibunya selingkuh pun menjadi mengambil pengalihan dengan mabuk. Adelia semakin sedih, namun dia selalu diam dan tetap menghormati kedua orang tuanya. Dia hanya bisa curhat pada bulan setiap kali belajar di atas genting.

Sampai akhirnya ibu Adelia bingung harus bersikap dan berbicara bagaimana kepada suaminya. Akhirnya, dia meminta cerai dan meninggalkan rumah. Ibunya menginap di tempat seorang bernama Andi, yang sebelum meninggal istrinya sering menjadi pelanggan salon ibu Adelia.

Desi seakan mengungkapkan bahwa terkadang ada masalah biasa yang terlalu dirumitkan karena salahnya komunikasi. Andi yang menyukai ibu Adelia ditolak, karena ibunya masih cinta dengan suami dan Adelia. Ibunya ingin kembali ke rumah. Bapak Adelia yang telah berubah karena ditinggal istrinya, kini belajar shalat dan menjadi lebih baik. Ketika kembali ke rumah semua terungkap dengan komunikasi yang baik dan juga pemahaman yang baik. Namun, Adelia yang mendengar setengah-setengah malah menganggap orang tuanya jadi cerai (halaman 161-162).

Adelia menangis dan pergi ke atas genting walau hujan. Bapak ibunya bingung, dan menyuruh anaknya turun. Ketika turun Adelia terpleset dan jatuh. Adelia tidur dengan pakaiannya yang basah, hingga paginya Adelia menjadi sakit. Pada saat itulah penulis seakan memberikan jawaban bagi mimpi Bagus yang ingin bertemu bulannya. Lebih tepatnya juga mimpi Adelia yang ingin bertemu bulannya. Namun, pertemuan mereka dalam keadaan Adelia sakit. Ketika, Adelia sudah siuman baru mereka sama-sama tenang dalam hati walau hanya berjumpa dengan bulan yang diimpikan.

Novel 202 halaman ini memberikan gambaran bagi pembaca bahwa terkadang cinta itu harus datang tidak tepat waktu, sebaliknya kadang cinta terlalu dirumitkan oleh pelakunya hingga tak terjalin dengan baik. Maka novel ini layak Anda baca, sebagai hiburan yang tak sekedar hiburan.

gambar diambil dari sini

(15-Dimuat di Indoleader.com 31 Januari 2014)

2 thoughts on “Di Bawah Naungan Cahaya-Mu

  1. Falahi Mubarok (Rimba) 3 Februari 2014 / 02:55

    mantab. terus berkarya, Kang. pada realitanya konflik-konflik keluarga itu memang selalu ada di sekitar kita ya. jadi bersyukur ada yang mengemas cerita realita yang ada. harapanya semoga kelak tidak terjadi dlm kehidupan berkeluarga kita.🙂

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s