The Five Ancestors: Snake

Menguak Asal-Usul Biksu Pendekar Changzhen Terpilih

Judul                            : The Five Ancestors: Snake

Penulis                          : Jeff Stone

Penerbit                       : Teen@Noura-Noura Books

Tahun Terbit                : Oktober, 2013

Jumlah Halaman          : 278 halaman

ISBN                           :  978-602-9498-30-1

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam dua novel sebelumnya mengisahkan Fu (macan) dan Malao (monyet), maka dalam sekuel berikutnya The Five Ancestors: Snake, fokus cerita pada Seh (ular). Tidak seperti novel sebelumnya, Prolog dalam novel ini bukan dengan penyerangan Ying dan prajuritny ke kuil Changzhen, tetapi tentang Seh yang waktu itu masih berumur delapan tahun.

Kala itu Seh mengintip dan menguping ketika ada tamu Mahaguru, tamu itu terlihat seorang bandit namun termasuk tamu Mahaguru yang paling sering datang ke Changzhen. She pun bertanya-tanya, ada hubungan apa bandit itu dengan Mahaguru? Seh mengira, pasti ada transaksi penjualan info antara mereka berdua. Bisa jadi info itu mengenai dia dan keempat saudaranya.

Ternyata benar apa yang dipikirkan oleh Seh, bandit itu yang ternyata bernama Mong. Bahasa Kanton yang berarti Piton. Menanyakan tentang lima bersaudara. Fu dan Malao yang paling kecil di antara mereka namun bisa segera menjadi master dengan kekurangan sikap kedewasaan. Long yang menjadi paling dewasa di antara mereka. Hok yang terungkap dalam pembicaraan rahasia tersebut adalah seorang perempuan. Seh kaget bukan main, namun dia tetap merahasiakan hal tersebut dihadapan saudaranya. Dan yang lebih mengagetkan adalah ketika Mong menanyakan tentang keadaan anaknya, yang ternyata adalah dirinya. Yang menurut Mahaguru berkembang dengan baik, namun paling dikhawatirkan oleh Mahaguru. She bertanya-tanya sejak saat itu, apa yang dirahasiakan oleh Mahaguru tentangnya dan keempat saudaranya, juga apakah benar Mong adalah ayahnya.

Sampai terjadinya penyerbuan ke kuil Changzhen, yang membuat lima master kungfu kabur dari kuil. Seh bisa menemukan jawaban atas pertanyaannya selama ini, dia bertemu dengan NgGung bahasa Kanton yang berarti kelabang. Yang bisa dia kalahkan, dan ternyata tahu bahwa dia bernama Seh. Menurut pengakuannya, NgGung tahu hal tersebut dari Mong. Dan ternyata benar, Mong adalah ayahnya. Sebelum NgGung melanjutkan perjalanan, dia memberi Seh jubah sutra yang bagus untuk mengganti jubah yang dia pakai saat itu dan menyuruh Seh agar segera bertemu Mong.

Seperti kisah Fu yang bertemu dengan macan yang dia tolong dari orang yang ingin membunuhnya, yang kemudian akrab selalu mengikuti Fu dan membantu Fu.  Begitu juga seperti Malao yang bertemu dengan monyet yang kemudian mereka akrab dan saling membantu. Maka, Jeff Stone juga mengisahkan Seh menolong seekor ular cantik dari bangau yang ingin memakannya. Karena telah ditolong Seh, maka ular itu seakan tidak mau pisah dengan Seh. Maka, sejak itu ular itu selalu bersama seh. Berada di balik jubah Seh. Begitu selalu menemani Seh dalam perjalanan dan pertarungan dengan musuh.

Dalam novel ini juga diungkap siapa sebenarnya Ying. Diceritakan Ying memiliki nama Saulong sejak kecil sesuai nama yang diberi oleh orang tuanya. Saulong berarti naga pendendam. Ayahnya bernama Cholong yang berarti naga berisik. Ayah Saulong atau Ying  dibunuh oleh Mahaguru dengan pedangnya. Dan dibawalah Saulong ke Changzhen, diganti namanya menjadi Ying (elang) dengan maksud agar terlupa segala masa lalunya dan menjadi biksu yang baik. Namun, sayang waktu membawa Ying  kembali mengingat masa lalunya dan dia kembali menjadi Saulong selepas pergi dari Changzhen. Dan kembali ke Changzhen sebagai bentuk balas dendam seekor naga yang pendendam. Membunuh Mahaguru dan membumihanguskan segala yang ada di Changzhen.

Dalam novel ini, Jeff Stone juga mengisahkan Hok bertemu dengan keluarganya. Juga ambisi Tonglong dibalik sikap tunduknya kepada Ying. Dari kelima biksu pendekar yang selamat, sampai dalam sekuel ketiga ini hanya Long (naga) yang belum terceritakan dan belum diketahui pergi ke mana sejak penyerbuan di Changzhen. Hal ini masih misteri dan menjadi pertanyaan dan membuat penasaran pembaca novel seri ini. Selain itu dalam novel ini juga ada perkataan bahwa Tonglong dan Seh ini berwajah mirip, apakah benar mereka adalah saudara? Sungguh novel yang menarik. Tidak hanya menyuguhkan kisah kungfu dan petualangan, namun juga permainan pikiran. Rekomendasi untuk Anda baca, semoga terhibur dan Teen@Noura segera menerbitkan lanjutannya untuk menjawab pertanyaan yang ada bagi pembaca novel ini.

https://d19tqk5t6qcjac.cloudfront.net/i/412.html

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s