Top Words

Kisah Orang-Orang Yang Berani Bermimpi

Cover Top Words
Cover Top Words

Judul                            : Top Words

Penulis                          : Billy Boen

Penerbit                       : B-First (Bentang Pustaka)

Tahun Terbit                : Pertama, Juni 2013

Jumlah Halaman          : 194 halaman

ISBN                           :  978-602-8864-78-7

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pecinta Buku Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

Dalam adegan film Sang Pemimpi besutan Riri Riza ada percakapan Arai dengan Ikal, “Orang seperti kita ini takkan bisa hidup tanpa mimpi.” Benar sekali perkataan Ikal tersebut, dengan mimpi manusia akan memiliki tujuan hidup yang jelas. Sebaliknya tanpa mimpi, maka hidup orang akan menjadi tak jelas, seakan orang yang tak hidup.

Jika Anda pembaca buku Gagas Media dan Bukune. Bisa jadi Anda tidak tahu siapa orang di balik kesuksesan kedua penerbit tersebut. Dialah Hikmat Kurnia. Dia lulusan S-1 Jurusan Sejarah Universitas Padjajaran Bandung. Hikmat mengawali karirnya menjadi seorang editor di sebuah penerbit.

Setelah beberapa tahun, dari posisi editor Hikmat terus melonjak naik hingga menjadi derektur. Sebuah kerja keras yang inspiring. Namun, dia adalah seorang yang memiliki mimpi. Maka, kenyamanan yang dia peroleh ketika menjadi direktur harus dia lepas. Hikmat resign, berniat menjadi enterpreuner.

Hikmat membuat sebuah penerbit Agromedia Pustaka pada tahun 2001 dengan modal nekat. Bayangkan saja karyawan pertamanya hanya seorang office boy. Lalu untuk semua pengerjaan penerbitan dia lakukan sendiri. Seperti mencari naskah, mengedit naskah, mencari penulis, membawa naskah ke bagian reparasi, percetakan, hingga akhirnya dibawa ke toko buku.

Hikmat mau memulai semua dari nol dan dia bekerja keras sendiri karena dia memiliki mimpi. Menurut Hikmat memiliki impian itu penting. Namun, mempunyai impian saja tidak cukup. Impian itu harus diusahakan semaksimal mungkin agar terwujud. Caranya dengan focus dan milikilah perencanaan yang detail, selain tentunya komitmen yang kuat hingga impian tersebut tercapai (halaman 80).

Di awal-awal penerbitnya berdiri Hikmat membidik penulisan buku pertanian yang masih sedikit dilirik oleh penerbit lainnya. Namun, ada dua penerbit yang cukup bisa menjadi saingan. Akhirnya Hikmat melakukan riset kecil-kecilan. Hasil risetnya menunjukkan, penerbit pertama lamban dalam menerbitkan buku pertanian. Sedangkan, penerbit kedua sudah sangat tua dan seperti tidak bergairah lagi menerbitkan buku.

Dari ini Hikmah melakukan aksinya. Agar cepat menerbitkan buku pertanian dan tanpa menunggu petaninya sendiri yang menulis, Hikmat mencoba menulis sendiri. Hikmat memadukan dunia kerja jurnalistik ke dalam penerbitan buku. Dia mencari narasumber lalu diwawancara. Nah,  hasil dari wawancara itu yang kemudian dijadikan buku. Hikmat menang cepat menerbitkan buku pertanian dari kompetitornya.

Seiring berkembangnya penerbit yang dia miliki. Hikmat melirik bidang lain dalam penerbitan. Hingga sekarang Hikmat telah memiliki 17 perusahaan penerbitan termasuk Gagas Media dan Bukune, dengan 12 cabang di seluruh Indonesia, 5 distributor, 1 event organizer dan 700 orang karyawan (halaman 79).

Kalau Anda sering online, Anda pasti tahu Kaskus. Namun, seperti kisah sebelumnya bisa jadi Anda pun tidak tahu siapa orang dibalik terkenalnya Kaskus. Dialah Andrew Darwis. Ketika lulus SMA tahun 1998, Andrew yang memang sudah memiliki minat ke arah web design mencari sekolah yang tepat dengan apa yang dia minati.

Karena waktu itu di Indonesia masih belum ada yang bagus, Andrew memutuskan melanjutkan sekolah di Art Institute of Seattle, Jurusan Multimedia and Web Design. Ketika di Seattle dia melihat banyak orang Indonesia yang kangen Indonesia. Karena itu dia dan dua temannya membuat portal berita tentang keadaan Indonesia.

Setiap hari Andrew dan kedua temannya mengisi portal berita tersebut. Dia mengambil berita dari CNN dan lainnya kemudian diterjemahkan dan dimuat di portal berita yang dibuat. Namun, lama-kelamaan kedua temannya merasa ini hanya sia-sia juga melelahkan mereka mengundurkan diri dan sejak itu hanya Andrew yang mengurus portal tersebut.

Andrew pun mengubah konsep news portal menjadi semacam komunitas, forum board; di mana orang-orang bisa saling berinteraksi, post artikel dan sebagainya. Andrew pun membeli sebuah software yang bisa membantunya mengelola web. Software ini bisa menghitung secara otomatis orang yang berkunjung, mengatur posting, reply, dan lainnya.

Awalnya hanya teman-teman dekat Andrew saja yang mengunjung Kaskus. Yang rame saat itu forum game-nya. Waktu itu lagi ramenya “counter strike”. Setelah menjadi online community Andrew lebih ringan kerjanya. Hanya manage server dan forumnya saja.

Pada tahun 2007 Andrew memutuskan mengundurkan diri sebagai programmer di Lyrics.com. Dia ingin full time mengurusi Kaskus, karena dia melihat Kaskus memiliki masa depan yang cemerlang. Pada tahun 2008, Andrew yang juga lulusan Master of Computer Science di Seattle University ini diajak pulang ke Indonesia oleh sepupunya, Ken.

Ken menganggap masa depan Kaskus di Indonesia akan semakin baik. Setelah memikirkan matang-matang melihat 90% pengunjung Kaskus memang tinggal di Indonesia. Akhirnya Andrew pun memutuskan akan memindahkan server Kaskus dari Seattle ke Indonesia (halaman 6).

Namun, keputusan apapun pasti ada resikonya. Pada minggu yang sama kepindahan server ke Indonesia, undang-undang pornografi telah disahkan oleh pemerintah. Waktu di Seattle hanya ada online child pornoghrapy, jadi tidak heran ada forum yang cenderung vulgar di Kaskus. Andrew bingung, akhirnya dia menghapus forum itu. Ternyata, setelah forum itu dihapus, Kaskus malah tambah rame.

Ujian tidak hanya sampai disitu, hacker juga membuat Kaskus hilang semua data di dalamnya. Akhirnya Andrew harus mengisi sedikit-sedikit, bahkan para Kaskusers pun mau meng-update lagi postingan lama mereka. Setelah itu melihat masalah yang ada di Kaskus selama ini, akhirnya Andrew merasa perlu adanya rebranding. Dengan relasi yang ada, Andrew meminta para artis untuk memakai kaos Kaskus. Ini sebuah cara agar image Kaskus lebih bersih, dari inilah pandangan masyarakat terhadap Kaskus pun berubah (halaman 8-9). Sehingga bisa kita lihat sampai sekarang Kaskus menjadi numero uno di Indonesia.

Buku Billy Boen yang menjadi seri dari buku best seller Young On Top ini masih setia dengan warna kuning. Billy menulis pertemuannya dengan orang-orang inspiratif dalam buku ini ketika acara on-air Young On Top di radio KIS FM 95.1. Secara sistimatika ada 21 kisah tokoh sukses di dalamnya. Selain kisah di atas ada juga kisah-kisah inspiratif lainnya seperti Prayugo Gunawan yang mau berlelah berkarir dari bawah hingga menjadi seorang Presiden Director PT Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat & Soyjoy). Ada juga kisah Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. Firmanzah yang akan menginspirasi pembaca.

Mengutip perkataan Direktur Utama PT Net Mediatama Indonesia Wishnutama dalam endorsement-nya dalam buku ini, “Buku ini sangat inspiratif dan sangat baik sekali bagi kita semua untuk menjadi sukses, bukan hanya dalam karier, melainkan juga dalam menjalani kehidupan.”

gambar diambil dari sini

(20-Dimuat di Indoleader.com 16 Februari 2014)

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s