Middle School: The Worst Years Of My Life

Kisah Koplak Anak SMP

cover Middle School The Worst Years Of My Life
cover Middle School The Worst Years Of My Life

Judul                            : Middle School: The Worst Years Of My Life

Penulis                          : James Patterson & Chris Tebbets

Penerjemah                   : Gusti Nyoman Ayu Sukerti

Penerbit                       : Teen Noura-Noura Books

Tahun Terbit                : September, 2013

Jumlah Halaman          : 270 halaman

ISBN                           :  978-602-7816-40-4

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta  Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

Menginjak remaja memang menjadi masa di mana anak ingin menjadi perhatian banyak orang. Banyak yang menganggap hal ini adalah kenakalan masa remaja. Padahal selain memang mereka mulai  mengaktualisasi diri baik yang positif maupun negatif ada penyebab lain yang membuat anak bisa menjadi over action atau nakal. Salah satunya, ketiadaan perhatian dari orang tua.

Novel seri Middle School: The Worst Years of My Life menggambarkan hal tersebut. Diceritakan, Rafe Khatchadorian adalah anak pertama dari Jules dan kakak dari Georgia. Sehari-hari kakak-adik ini jarang bersama ibunya, karena baru pada malam hari ibunya datang dari kerja. Sedang, mereka dipasrahkan pada pacar ibunya yang bernama Carl. Namun, Rafe benci pada Carl yang sering dijuluki beruang karena kerjaannya hanya makan dan minum juga tidur. Rafe pun tak akan taat padanya Karena bukannya membantu ibunya bekerja dia malah santai dan menghabiskan gaji ibunya.

Rafe memang kurang kasih sayang orang tua akhirnya sebagai sikap berontak pada kehidupannya. Dia mulai kenakalannya itu dengan membuat rencana melanggar semua peraturan di sekolah barunya, SMP Hills Village Middle School (HVMS),  Amerika Serikat (AS).

Alasan Rafe ingin melanggar peraturan karena dia merasa peraturan tersebut memenjarakan siswa. Peraturan pertama yang dia langgar adalah membunyikan alarm kebakaran sekolah sehingga membuat keributan di dalam ruang temu siswa yang sedang mendengarkan pembacaan peraturan oleh Mrs. Stricker.

Bersama saudara dalam dunia khayalnya Leonardo dia menggambar dan terus melanggar peraturan yang ada di sekolah. Sampai-sampai dia membuat misi untuk melanggar semua peraturan yang ada. Misi itu disingkat Rules Arent For Everyone (RAFE). Intinya, peraturan bukan untuk setiap orang.

Dengan kepiawaiannya bercerita penulis membuat keanehan plus kelucuan yang diperankan oleh Rafe. Bayangkan saja, Rafe membuat kehebohan di sekolah dengan hanya memakai celana dalam. Ramai tak keruan warga sekolah melihat tingkah Rafe yang konyol.

Di sekolah Rafe ada teman yang tidak menyukainya, namanya Miller. Rafe selalu diganggu olehnya. Hal ini menyebabkan dia semakin merasa terpenjara dengan adanya sekolah. Dia menganggap bahwa normal itu membosankan.

Kemudian ada  titik di mana Rafe sadar dan ingin berbuat baik pada ibunya. Karena sudah lama dia menyusahkan hidup ibunya. Sampai-sampai ibunya pun bertengkar dengan Carl dan  membuat ibunya tersadar bahwa anak-anaknya kekurangan kasih sayang darinya.

Mrs Donatello pun mengagumi bakat  menggambar yang ada dalam diri Rafe. Karena nilai sekolah Rafe yang kecil akhirnya Mrs Donatello memberi saran pada ibunya untuk memindahkan Rafe ke sekolah gabungan seni visual dan akademis.

Buku ini bertabur dengan visualisasi yang sangat menarik. Buku remaja yang menggabungkan kekuatan kata dan visual, sesuai trend buku akhir-akhir ini. Kesimpulan dari buku ini adalah anak-anak harus diberi kasih sayang yang cukup agar baik dalam kehidupan, juga bahwa sekolah formal itu tak menjamin kesuksesan anak, bisa jadi dengan sekolah nonformal sang anak akan lebih baik dan sukses. Selamat membaca!

gambar diambil dari sini

(21-Dimuat di Indoleader.com 2 Maret 2014)

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s