Indonesia Berani!

Berani Menggapai Mimpi Meski Dalam Keterbatasan

cover Indonesia Berani
cover Indonesia Berani

Judul                            : Indonesia Berani!

Penulis                          : Tim Kick Andy

Penerbit                       : Bentang Pustaka

Tahun Terbit                : Oktober, 2013

Jumlah Halaman          : 294 halaman

ISBN                           :  978-602-7888-82-1

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

Semua orang boleh bermimpi, semua orang pun berhak bermimpi sukses meraih apa yang dicitakan. Satu cara untuk meraih cita-cita adalah dengan berani  beraksi demi tercapainya mimpi. Jika orang yang normal tanpa cacat dan sakit itu mungkin biasa dia berani untuk semangat meraih asanya. Lalu bagaimana dengan mereka yang sakit, tidak normal atau cacat dan dalam keterbatasan? Ada, ada diantara mereka yang masih tetap berani meraih mimpinya meski hidupnya terselimuti keterbatasan.

Rofifah Juniandar di usia 11 tahun ketika menikmati masa belia divonis menderita kanker tulang atau osteosarcoma. Keceriaan anak pertama dari dua bersaudara ini lenyap diawali dengan merasa pegal-pegal di paha bagian atas di kaki kanannya. Kemudian, Supriyatin ibunya berinisiatif untuk memeriksakannya ke puskesmas yang dekat dari rumahnya, Malimping, Lebak, Banten.

Di puskesmas Rofi tidak mendapat diagnosis yang memuaskan. Baru ketika dibawa ke dokter lain, kaki Rofi dirontgen. Dari situ Rofi ketahuan menderita kanker, namun belum diketahui kanker jenis apa. Sejak itulah kaki kanan Rofi semakin memburuk. Rofi dirujuj ke RS Ajidarmo, Rangkasbitung. Karena rumah sakit tidak sanggup mengangani penyakitnya, dia dibawa ke RS Kanker Dharmais, Jakarta. Di sana Rofi mendapatkan diagnosis menderita kanker tulang stadium II.

Biaya kemoterapi di RS Dharmais waktu itu mahal sekali, sepuluh juta. Karena tidak ada biaya dan RS Dharmais tidak menerima Jamkesda, akhirnya Supriyatin merujuk Rofi ke RSCM.

Akhirnya Rofi menjalani kemoterapi pertama di RSCM. Meskipun menjalani terapi medis, Supriyatin juga membawa Rofi ke pengobatan alternatif di Balaraja. Namun bukannya semakin baik, benjolan di kakinya bahkan sampai 30 cm. Setelah kemoterapi ketiga, dokter memutuskan untuk operasi. Pada operasi pertama ini, tulang Rofi dikikis dan diangkat tulang yang terdapat kanker. Setelah dibersihkan baru dipasang lagi dengan 16 pen di kaki kanannya.

Setelah itu Rofi masih harus menjalani tiga kali kemoterapi lagi. Waktu itu Rofi merasakan sakit yang sangat. Dia hanya pasrah, jika diberi umur panjang ya Alhamdulillah (halaman 60). Setelah tiga bulan setelahnya Rofi harus menjalani operasi lagi, dikarenakan ada kawat yang menonjol di kakinya. Kemudian dia harus menjalani operasi lagi karena tulang kaki kanannya patah.

Kemudian dokter mendiagnosis lagi setelah melihat sampel tulang dan daging kaki Rofi bahwa sel kanker sudah menyebar. Karenanya, kaki kanan Rofi harus diamputasi. Rofi yang tidak tahu amputasi itu apa, dan tahu bahwa kakinya harus dipotong dia hanya bisa menangis dan pasrah.

Pada juni 2011 ketika operasi ketujuh setelah tiga tahun bergelut dengan kanker, akhirnya kaki Rofi harus diamputasi. Dengan satu kaki, tidak membuat Rofi putus asa. Dia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri Panggarangan, Lebak. Dia selalu semangat, bahkan menurut gurunya dia selalu berada di peringkat lima besar. Rofi mengaku ingin menjadi dokter, untuk membantu orang-orang yang sakit.

Untuk pengidap kanker pada anak-anak, Rofi punya pesan khusus. “Buat yang nasibnya sama dengan Rofi, jangan menyerah dan putus asa. Kanker itu bisa disembuhin. Sembuhnya kanker itu tidak hanya oleh obat, melainkan juga dengan jiwa yang penuh semangat untuk melawan penyakit. Insya Allah akan sembuh kalau kita lawan dengan semangat.” (halaman 63)

Itu salah satu kisah tentang orang yang dalam keterbatasan, walau hanya memiliki satu kaki Rofi masih berani melakukan aksi guna menggapai mimpinya dalam buku Indonesia Berani! Yang disusun oleh Tim Kick Andy. Sistematika buku ini terdiri dari 5 bagian. Bagian pertama tentang berani melawan keterbatasan, kedua tentang berani menggapai mimpi, ketiga tentang berani mengabdi, keempat tentang berani mencintai, dan terakhir tentang berani beda.

Keseluruhan cerita dalam buku ini adalah kisah-kisah pilihan yang pernah diangkat oleh Andy F. Noya di acaranya yang terkenal Kick Andy. Kesemuanya, inspiratif dan membangkitkan  semangat pada pembaca untuk bersyukur, pantang menyerah dan terus melanjutkan hidup. Sebuah rekomendasi untuk siapapun yang merasa hidupnya sempit, selalu kalah, dan tak pernah dalam kebahagiaan. Setidaknya kita bisa belajar kepada orang-orang inspiratif dalam buku ini. Selamat membaca!

gambar diambil dari sini

Resensi Indonesia Berani di harian nasional 2 Maret 2014
Resensi Indonesia Berani di harian nasional 2 Maret 2014 (dokumen pribadi)

(23-Dimuat di Harian Nasional 2 Maret 2014)

One thought on “Indonesia Berani!

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s