Ibu Adalah Kesetian Yang Abadi

Ibu Adalah Kesetian Yang Abadi

            Berselang seminggu setelah pengumuman Arisan Buku Gagas Media yang salah satunya Booklicious yang mendapatkan, buku Everlasting Love sampai tangan saya. Baru ketika gathering Booklicious sekalian berburu buku di Islamic Book Fair Malang 2014 buku tersebut diberikan pada sebagian yang mengikuti arisan yang datang malam itu.

Sekitar seminggu setelah itu, hari senin malam tanggal 17 Maret 2014 baru Booklicious kembali kumpul untuk membahas buku yang Gagas Media beri tersebut. Bagi saya memegang pertama kali ketika buku itu datang merasakan perbedaan ketika sekilas melihat cover di website Gagas dengan memegang buku itu langsung. Waktu awal melihat cover saya hanya merasakan biasa saja, namun ketika memegang, mengamati kertas cover, ilustrasi cover, isi buku walau sekilas dan ada semacam pigura foto yang unik nan cantik sebagai pengganti pembatas halaman.

penampakan buku everlasting love (doc.pribadi)
penampakan buku everlasting love (doc.pribadi)

Setelah semua datang di Green Camp Us Cafe, baru diskusi akan buku Everlasting Love dimulai. Diskusi dimoderatori oleh Sandi, dan sebagai notulen adalah Lisvy. Diskusi dibuka oleh Ichal dan dia mengawali perkataannya dengan sebuah perkataan anonym yang mengatakan bahwa, “Setiap anak berhak lahir dari seorang Ibu yang cerdas.”

IMG_8960
Ichal (dok. pribadi)

Ichal membahas tulisan Ninit Yunita yang berjudul What Do You Think? (halaman 197-205). Ichal yang demen dengan bacaan filsafat tertarik dengan kata think yang ada dalam judul tersebut. Tulisan Ninit yang menceritakan anak-anaknya seringkali bertanya yang aneh-aneh, dengan maksud bertanya yang memang kadang tidak terpikirkan oleh orang dewasa.

Seperti percakapan Ninit dan Alde, anaknya.

“Ma, kenapa burung bisa terbang?”

“Karena punya sayap.”

Kemudian si Alde bertanya lagi.

“Ma, kenapa burung bisa terbang?”

“Menurut Alde kenapa burung bisa terbang?”

“Hmm… karena punya sayap?”

“Betul.” Ninit tersenyum dan melanjutkan menulisnya. Namun, si Alde bertanya lagi.

“Tapi penguin kan burung, Ma.”

“Tapi kenapa penguin nggak bisa terbang?”

Ninit dengan metodenya “what do you think” kembali  bertanya pada Alde, menyuruhnya memikirkan hal tersebut selama 5 menit. Sebenarnya Ninit juga tidak tahu, segera dia googling dan menemukan apa jawabannya.

Di lain waktu Ninit tidak memakai metodenya itu namun langsung menjawab pertanyaan sang anak, dikarenakan pertanyaannya adalah hafalan. Seperti, pertanyaan ini.

“Mama apa ibu kota Thailand?”

“Ibu kota Thailand adalah Bangkok.”

Menurut Ichal keinginan tahuan anak yang besar dan selalu mempertanyakan sesuatu itu mirip dengan apa yang disebut dengan filsafat. Ichal beranggapan bahwa orang dewasa sekarang sudah kehilangan rasa keingintahuan atau mempertanyakan sesuatu karena seringkali serba instan.  Hal ini sebenarnya miris, karena peradaban yang baik nggak akan lahir tanpa dimulai dengan berpikir.

Selain itu Ichal mengatakan seperti yang telah ada dia sebutkan di awal perkataannya, “Seorang anak berhak lahir dari seorang ibu yang cerdas.” Ya paling tidak banyak membaca, melihat kasus di atas jika seorang ibu tidak mengerti psikologi anak ya akan kesulitan dalam menghadapi sang anak. Dia berpesan agar teman-teman Booklicious yang laki agar mencari istri yang cerdas dan teman-teman Booklicious yang perempuan agar menjadi wanita yang cerdas.

Pesan Ichal tersebut disambut tawa.

Walau bisa dibilang paling pendek, tulisan Ninit ini yang paling Ichal sukai.

IMG_9002 - Copy
Ummul (dok.pribadi)

Kemudian dilanjutkan oleh Ummul yang menganggap bahwa buku ini menarik. Dari semua tulisan dalam buku ini menarik perhatiannya. Dia menyetujui perkataan Ichal bahwa seorang perempuan atau ibu haruslah cerdas. Agar mampu mendidik anaknya dengan baik.

Karena ibu adalah orang yang terdekat dengan semua manusia yang terlahir di dunia. Terdekat dimulai dengan adanya manusia di rahim ibu. Maka, buku Everlasting Love layak dibaca oleh siapa saja. Agar lebih mencintai sosok yang bernama ibu.

Sedangkan Sandi membahas tulisan Gita Romadhona yang berjudul Kamu, Cinta-dengan Kompisisi Paling Lengkap. Dia melihat Mba Gita yang seorang pejalan dan pendaki saja kadang masih mengkhawatirkan persalinan nanti, apalagi yang tidak biasa berjalan? Sandi, pun menyarankan agar teman-teman Booklicious yang perempuan agar sesekali naik gunung, untuk latihan sebelum punya anak he.

IMG_8966
Sandi (dok.pribadi)

Sandi juga mengatakan ada yang bilang bahwa sakit saat melahirkan itu lebih sakit dari sakit apapun di dunia ini. Jadi, betapa mulianya menjadi seorang ibu itu. Sandi pernah melihat ada seorang anak yang jatuh namun malah oleh orang tuanya dimarahi.

“Dasar anak goblok.”

Sang anak hanya menunduk terdiam.

Meskipun itu adalah bentuk kasih sayang karena tak ingin sang anak jatuh dan tidak ingin sang anak jatuh lagi, namun hal itu adalah pengungkapan yang salah. Hal ini tidak menyelesaikan masalah, namun menambah masalah sang anak menjadi takut dan itu akan berpengaruh terhadap psikologinya. Bisa hal itu akan menjadi perilaku anaknya juga dengan mudah marah dan membentak kepada temannya bahkan kepada yang lebih tua atau orang tuanya sendiri di kemudian hari. Menurut Sandi sang anak bukannya dimarahi namun, disayangi, dilembuti dan orang tua mengucapkan kalimat-kalimat penenang dan motivasi, semisal, “begitulah hidup, ada saat jatuh dan kemudian ada waktu untuk bangkit.”

Selanjutnya adalah kesempatan Ega untuk menyampaikan apa yang dia dapat dalam buku Everlasting Love. Meskipun Ega baru mengambil buku sehari sebelum kumpul, dia mampu membaca sampai selesai buku tersebut.

IMG_9002 - Copy
Ega (doc.pribadi)

Ega menganggap buku ini banyak menimbulkan kesan baginya. Dia terharu. Rasanya ingin berlari pulang bertemu dengan ibunya. Bukan sekadar bertemu seperti biasa dia pulang ke rumah, namun ada keinginan lebih dekat dengan orang yang bernama ibu.

Membaca tulisan demi tulisan dalam buku ini, Ega sampai berpikiran bagaimana ya nanti kalau saya hamil? Bagaimana ya nanti kalau saya punya anak? Berpikiran begitu, bukan karena takut hamil dan punya anak. Yaa, seperti rasa kekhawatiran saja. Karena dalam buku ini ketika menjadi seorang ibu banyak yang hal mengejutkan. Ada It Takes Two for Tango yang ditulis oleh Smita Diastri yang diambil kesimpulan oleh Ega agar para perempuan mencari lelaki yang pengertian. Seperti halnya Diastri yang menulis semacam jadwal mengurus anak dari jam sembilan malam sampai jam empat pagi dalam mengurus anak yang rewel. Dia tidak sendirian, dia gantian dengan suaminya. Ketika dia capek maka yang bertugas selanjutnya adalah suaminya. Begitulah, ada perkataan dari teman Diastri. “Tuhan menciptakan suami untuk membuat istrina tetap waras.”

Selain ada tulisan Laila Achmad dalam  Learn a Lot from Reference, Learn Much More from Experience. Diceritakan Laila adalah ibu yang idealis, ingin mengasuh anak sendiri tanpa baby sister, ingin dua tahun memberikan asi pada anaknya, intinya dia ingin melakukan apa saja yang dia dapatkan ketika membaca buku-buku parenting. Namun, ternyata kenyataannya adalah kehidupan nyata tidaklah selalu sama dengan apa yang ada dalam buku. Dengan pengalamanlah kemudian Laila lebih banyak belajar.

Selanjutnya adalah bagian Amin. Amin membahas tentang tulisan Windry Ramadhina yang berjudul Saya dan hanya Saya untuk Sehari. Dia mengawali dengan perkataan bahwa ada sahabat Nabi yang diam ketika dimarahi oleh istrinya. Hal itu dia lakukan karena dia merasa bahwa istrinya telah bekerja keras mendidik dan mengasuh anaknya, maka mungkin saja dia suntuk dan capek sehingga menjadi marah-marah kepada suaminya.Sangat jarang ya hal ini dipikirkan oleh para suami. Ini bukan bentuk suami takut istri namun suami yang menghargai seorang istri.

Amin (doc.pribadi)
Amin (doc.pribadi)

Tulisan Windry ini bercerita tentang Windry yang biasanya jalan-jalan dengan suaminya namun kemudian ketika punya anak tidak bisa melakukan hal itu lagi. Akhirnya suatu saat di mana dia merasakan sangat suntuk suaminya mengerti dan memberi kesempatan istrinya untuk ke luar rumah seharian dan sang anak biar suami yang mengurusi. Mirip yang dikatakan Ega memilih suami yang pengertian itu penting. Ya, bisa saling mengerti ya jangan sampai hanya suami yang mengerti sedangkan istri tidak.

Yuni (doc.pribadi)
Yuni (doc.pribadi)

Nah, lanjut Yuni yang membahas tulisan si Miund yang menurut dia unik dan kocak. Kisah Miund yang dilema antara akan berhenti bekerja atau fokus mengurus anak. Ingin berhenti namun juga butuh biaya tambahan dari suami. Ya, bisa jadi akan dialami oleh istri yang juga bekerja.

Sebenarnya setelah Yuni adalah saya. Namun loncat langsung ke yang terakhir saja. Lisvy.

Lisvy membahas tentang tulisan Smita Diastri ketika berlibur dengan suami dan anak kecilnya ke Singapore. Dalam perjalanan ada kesalahpahaman antara dia dan suami sehingga harus ada semacam perdebatan antara mereka berdua di depan sang anak. Nah, tanpa mereka sangka ternyata sang anak memperhatikan pertengkaran mereka berdua dan malah mengajak orang tuanya untuk tidak diam-diaman lagi.

Lisvy (doc.pribadi)
Lisvy (doc.pribadi)

Nah, suatu hal yang menunjukkan bahwa sang anak itu selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jangan sampai orang tua memberikan contoh yang tidak baik bagi anaknya. Beda dengan yang lain Lisvy, memberi rating untuk setiap tulisan dalam buku ini. Tidak ada yang mendapatkan bintang terbanyak yakni lima. Hanya empat bintang saja bagi tulisan yang berjudul Ketika Kau Terjatuh dan Terluka.

Sebagaimana tulisan saya di awal yang agak apatis terhadap isi buku ini ketika sekilas melihat cover dan sinopsis dalam web. Ternyata buku ini bagus sekali. Dengan penulis yang beberapa telah memiliki buku yang nggak asing ditelinga saya seperti Mba Windry Ramadhina, Mba Ninit Yunita, atau editor seperti mba Gita Romadhona dan Mba Alit Tisna Palupi.

Kumpulan tulisan dengan gaya khas masing-masing. Ada yang seakan ngomong langsung kepada anaknya, ada yang menulis dengan gaya surat, ada yang langsung bercerita kepada pembaca. Semua membincang tentang bagaimana penulis menjadi ibu. Semuanya cerita dalam buku ini menyentuh, menginspirasi dan memberi banyak pengetahuan tentang dunia anak dan parenting. Dari sebelas tulisan dalam buku ini yang saya suka gaya penulisannya adalah tulisan mba Gita. Renyah gitu seakan dia benar-benar berbicara dengan sang anak, Nyala Matahari. Akhirnya, setelah saya membaca buku ini, tersimpul dalam benak saya.

Jika mengingat seorang yang bernama ibu, maka yang teringat adalah kesungguhan, ketabahan, kesabaran, kasih sayang, cinta, dan kesetiaan yang abadi.

Buku yang merekam jejak cinta seorang ibu yang tak akan habis.

Sebelum saya akhiri tulisan ini terima kasih kepada teman-teman yang sudah membaca buku Arisan Buku Gagas dan menghadiri diskusinya. Ditunggu tulisan kalian ya🙂

Terima kasih kepada yang sudah berkunjung ke blog saya semoga tulisan ini bermanfaat🙂

Silakan saja Anda cicipi buku ini jika Anda penasaran.

Let’s eat the world! Temukan kelezatan dalam setiap lembarnya.

Aksi Bukusiawan dan Bukusiawati di depan kamera :)  (doc.pribadi)
Aksi Bukusiawan dan Bukusiawati di depan kamera🙂
(doc.pribadi)

Ohya ini Fans Page Booklicious, silakan suka🙂

Dan ini Grup Facebook Booklicious, silakan gabung dan kalau di Malang bisa ikutan kumpul tiap minggu🙂

Jika ingin membaca tentang buku ini yang ditulis oleh anak Booklicious yang lain. Klik yah!

1. Booklicious Kembali Menyantap Cinta Selamanya Ibu

2. Everlasting Love – Everlasting Book

3. Belajar Parenting pada Cinta Everlasting

4. Berbincang Perjuangan dan Tulus Cinta Ibu…

5.Everlasting Love for Neverending Stories

6. Cinta Tak Hingga Sepanjang Masa untuk Sang Buah Hati

 

13 thoughts on “Ibu Adalah Kesetian Yang Abadi

  1. sandiiswahyudi 21 Maret 2014 / 01:03

    wah keren, ada foto tiap pembicara🙂 mantap bener😀 hihi.. mari bergabung bersama kami makan-makan.

    Suka

  2. edi padmono 21 Maret 2014 / 01:33

    Ikut senang membaca postingan ini…masih banyak anak-anak muda yang kreatif dan produktif

    Suka

  3. Benn Rosyid 21 Maret 2014 / 03:35

    Hehehe, fotonya lengkap, kenapa ndak dimasukkan dalam Grup supaya temen-temen lain bisa posting di Blognya? =)

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 21 Maret 2014 / 05:41

      Foto lengkap ada di album saya lho, sudah saya tag-an kan? Tinggal ambil sana juga bisa🙂

      Suka

  4. Khairul Amin 21 Maret 2014 / 12:44

    Loh, kan Foto Gatheringnya paling lengkpa daripada yang lain..:-)

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 21 Maret 2014 / 12:52

      hehe semua kok komentar foto lengkap ya? di album saya kan ada dan semua kan sudah di tag. Bisa kok di ambil min🙂

      Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s