Everlasting Love

 

Membaca Tentang Cinta Yang Abadi

penampakan buku everlasting love (doc.pribadi)
penampakan buku everlasting love (doc.pribadi)

Judul                            : Everlasting Love

Penulis                          : Gagas’s Writer

Editor                          : Patresia Kirnandita

Penerbit                       :Gagas Media

Tahun Terbit                : Pertama, 2013

Jumlah Halaman          : 232 halaman

ISBN                           :  978-979780680-4

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious.

            Seorang ibu diibaratkan batu karang untuk anaknya. Sumber kepercayaan diri si anak adalah dari rasa percaya diri ibunya. Karena anak biasanya akan mencaro afirmasi perilakunya dengan melihat ibunya. Jadi, kasihan anaknya, kan kalau kita jadi ibu yang lontang-lantung tanpa prinsip yang kuat? (Halaman 37)

menjadi-ibu-cerdas
1

            Ketika Lucy harus mengikuti saran dokter dengan harapan anaknya segera sembuh, namun terkadang nenek tidak tega melihat cucunya makan sekadarnya saja. Seakan tidak diurus dengan benar. Sehingga sesekali Sang Nenek meminta Lucy untuk memberi makanan yang diinginkan oleh Danya walaupun sebenarnya tidak boleh dimakan karena lagi masa diet.

            Lucy yang mengasuh anak dengan disiplin sedangkan nenek agak longgar.  Ini menjadi masalah bagi Lucy. Sehingga dia harus ngomong dengan baik-baik kepada Ibunya. Menyamakan persepsi bagaimana sebaiknya mengasuh Danya. Hal ini, banyak terjadi selain di keluarga Lucy. Hingga kadang karena sang kakek/ nenek sangat longgar kadang menjadi alternatif untuk menghindar dari kedisiplinan orang tua.

20449_1081807981528_1716199168_157407_1712705_n
2

            Menjadi ibu memang harus memiliki ilmunya. Memiliki ilmu saja kadang tiba-tiba dalam praktik menguap atau berbeda dengan realita. Seperti kisah tulisan Laila Achmad dalam  Learn a Lot from Reference, Learn Much More from Experience. Laila yang inginnya idealis, tanpa pengasuh anak, harus memberi ASI kepada hingga dua tahun kepada anaknya, namun pada kenyataannya idealismenya harus runtuh karena realita yang terjadi di kehidupannya. Akhirnya, Laila tidak hanya belajar pada buku referensi namun juga belajar banyak pada pengalaman.

           

              Salah satu tulisan dalam buku ini pun menyarankan para perempuan untuk mencari lelaki yang perhatian. Seperti kata teman Diastri penulis It Takes Two for Tango“Tuhan menciptakan suami untuk membuat istrinya tetap waras.” Diastri yang memiliki suami perhatian sangat bersyukur karena bisa bergantian mengurus anak bayinya.

url1
3

            Hal ini mirip apa yang dituliskan oleh Windry Ramadhina dalam Saya dan hanya Saya untuk Sehari. Yang rasanya belum benar-benar siap harus memiliki anak. Karena dia terbiasa bebas, ke mana-mana dengan teman-temannya pergi ke mall misalnya. Ketika memiliki anak, kebiasaannya itu tak bisa lagi dilakukan. Akhirnya, dia seringkali merasa depresi, tak hanya anaknya yang nangis namun juga dia. Untung saja suaminya respect, kemudian  memberinya kesempatan untuk keluar dengan temannya terserah selama sehari. Sedangkan yang mengurus anak diganti oleh sang suami.

           

            Selain yang saya sebutkan di atas ada juga pembahasan tentang anak kecil yang seringkali bertanya apapun yang dia pikirkan, seperti yang diceritakan oleh Ninit Yunita.

4
4

Bagaimana seorang ibu berjuang mengasuh anak dalam suka maupun duka, sangat tergambar jelas dalam 11 tulisan dalam buku Everlasting Love ini. Buku yang saya rasa ditulis dengan hati, dengan niatan untuk berbagi inspirasi agar pembaca baik yang sudah menikah atau belum akan mendapatkan pengetahuan tentang parenting. Buku rekomendasi bagi setiap calon suami dan calon istri. Sayang jika ilmu di dalam buku ini dilewatkan 🙂

NB: Ini pesan saya di tulisan ini untuk para perempuan, eh bukan ya ini dari pesan mba Dian Sastro😀

1518131_10152246279641015_2071764915_n
5

Sumber Gambar:
1. http://olalababies.files.wordpress.com/2013/02/menjadi-ibu-cerdas.jpg

2.http://1.bp.blogspot.com/-EtgWvl8BQ5A/ThBumfDtNRI/AAAAAAAAAFU/ZRJ0SOdEjmk/s1600/20449_1081807981528_1716199168_157407_1712705_n.jpg

3. http://kanglondo.files.wordpress.com/2013/02/suami-istri-pengantin.jpg

4. http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/anak-bertanya-ilustrasi-_131211144130-429.jpg

5. https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/1518131_10152246279641015_2071764915_n.jpg

 

 

(26-21 Maret 2014)

           

4 thoughts on “Everlasting Love

  1. eruvierda 21 Maret 2014 / 13:43

    mom and her children have a red line. It stays even one of them go far-far away…

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s