Da Conspiracao (De Winst #3)

Perjuangan Indonesia Melawan Penjajahan Dalam Novel

Judul : Da Conspiracao
Penulis : Afifah Afra
Editor : Mastris Radyamas
Penerbit : Afra Publising-Indiva Media Kreasi
Tahun Terbit : Pertama, November 2013
Jumlah Halaman : 632 halaman
ISBN : 978-602-8277-66-2

cover da conspiracao
cover da conspiracao

Peresensi : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious.

Setelah sukses dengan dua novel De Winst dan De Liefde, Afifah Afra melanjutkan kisah RM Rangga Puruhita dalam novel yang berjudul Da Conpiracao. Jika sebelumnya kedua judul novel berbahasa Belanda, sekuel ketiga berjudul bahasa Portugis. Hal ini karena setting dalam novel ini di Flores yang waktu itu daerah perebutan antara Portugis dan Belanda.
Diceritakan Rangga diasingkan ke Flores. Dia pun tetap berusaha berperan aktif dalam mengupayakan kemerdekaan Indonesia. Tidak seperti daerah lain, Flores tidak hanya ingin dikuasai oleh Belanda namun telah dikuasai oleh Portugis yang lebih dulu datang ke sana sebelum Belanda.

Namun begitulah Rangga, sebagai lelaki dia mudah sekali menyukai seorang perempuan yang ditemuinya. Padahal dia telah memiliki istri Kareen, selain juga dia masih memikirkan Sekar Pembayun. Dalam novel ini Rangga tiba-tiba menyukai Tan Sun Nio, saudagar Tionghoa kaya raya di Flores. Sebelum bertemu dengan Tan Sun Nio, Rangga sempat terpesona dengan Maria, pribumi Flores. Hal ini menjadi kisah yang turut membumbui intrik dan konspirasi yang ada dalam novel ini.

Konspirasi yang diceritakan dalam novel ini adalah oposisi antara kelompok bajak laut Bevy de Aquia Leste dengan Belanda. Kelompok bajak laut yang bekerja sama dengan pribumi dengan alasan mempertahankan tanah air dan menghalau penjajah ternyata bohong. Mereka pun ingin menguasai Flores. Pejuang pribumi semakin kesulitan karena lawan mereka bukan hanya satu namun dua.
Bajak laut membunuh beberapa tetua pribumi yang dianggap membahayakan bagi mereka. Sedangkan Rangga tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan dia ditawan oleh Bajak Laut. Dalam adegan-adegan inilah Rangga dan Tan Sun Nio semakin dekat, Tan Sun Nio yang menyukai tentu merasa senang.

Keunggulan novel ini menyajikan sejarah dengan begitu nyaman dibaca. Bahasa yang renyah. Namun, sayang ada kesalahan tulis dan EYD. Hal yang terpikirkan sejak awal adalah kenapa kok Rangga semakin ke depan menjadi semakin mudah mencintai wanita? Saya mencoba menjawab pertanyaan saya sendiri. Pertama, dia adalah keturunan trah biru. Sudah hal biasa bila trah biru memiliki banyak istri. Saya kok merasa penulis terinspirasi dari Soekarno yang begitu mudah mencintai wanita sehingga dalam hidupnya telah menikahi sembilan wanita. Kedua, dia jauh dengan istrinya, jadi hasrat sebagai suami pasti ada. Namun, untung saja dia bisa menahan.

Satu hal lagi yang kurang nyaman adalah catatan kaki yang ditaruh dibelakang. Menurut saya jika catatan kaki ditaruh di bawah tulisan langsung lebih nyaman tanpa harus membuka halaman lagi. Apalagi bukunya cukup tebal. Namun, dari kesemuanya novel ini sangat bagus dan layak dibaca. Silakan saja jika Anda penasaran🙂
cover diambil dari sini

(29-Dimuat di Indoleader 22 Maret 2014)

 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s