Oppa Oppa

Berkenalan Dengan Bintang K-Pop

cover oppa oppa
cover oppa oppa

Judul                            : Oppa Oppa

Penulis                          : Annisa Steviani

Editor                           : Alit Tisna Palupi, Resita Wahyu Febiratri

Penerbit                       : Gagas Media

Tahun Terbit                : Pertama, 2014

Jumlah Halaman          : 216 halaman

ISBN                           :  978-979-780-694-4

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious.

Bicara Korea dari  budaya, bahasa, film, apalagi lagunya,  dulu saya nggak tahu apa-apa. Yaa, dengan alasan yaa ketika tahu sekilas kok mereka nggak banget gitu. Seringkali bergaya norak menurut saya. Khususnya di kelompok-kelompok musik mereka- boyband atau girlband. Akhirnya saya menganggap semua tentang Korea, yaa nggak banget.

Kemudian suatu ketika ada pembicaraan tentang film atau tv-series Korea di kelas mata kuliah perfilman-saya anak komunikasi. Ah ya, saya yang nggak tahu apa-apa ya diam saja dong. Hanya bisa dengerin dosen dan teman-teman lain yang suka. Waktu itu dosen menyarankan tv-series yang menurut dia nggak seperti series-series Korea yang seringkali mellow. Entah saya lupa apa judulnya yang disarankan itu.

lee seung gi
lee seung gi

Kemudian di lain kesempatan ketika menggarap tugas membuat video berita, tiba-tiba ada teman satu kelompok-perempuan  menawarkan  Tv-series Korea. Kata dia lucu, unik gitu. Dia suka. My GirlFriend Is Gumiho, judul itu dia sodorkan. Saya pernah tahu judul itu, ya cuma tahu judulnya saja.hehe Yah, saya yang juga ‘agak’ penasaran, dengan berkembangnya  Korean Wave atau Hallyu di Indonesia.

Saya pun menonton tv-series itu, dan yaah saya cukup puas. Sebagai tv-series pertama, My Girlfriend is Gumiho membuat saya penasaran dengan tv-series Korea yang lain. Saya sampai browsing, siapa aktor dan aktris dalam tv-series yang saya tonton. Hingga saya kenal Lee Seung Gi yang main di My Girl Friend is Gu Mi Ho dengan Shin Min Ah. Kemudian kenal seperti Yoo Chun, Lee Min Ho dan lainnya.

Ah, ya saya ketinggalan memang. Padahal tv-series Korea sudah lama masuk Indonesia saat Endless Love. Waktu itu saya pernah nonton, tapi nggak ngikuti. Sampai full house dan setelah itu tv-series Korea semakin banyak yang masuk ke Indonesia. Semula yang saya anggap nggak bagus, ternyata bagus. Yang saya suka mereka membuat sinetron itu nggak perlu panjang seperti sinetron Indonesia, tapi dengan 16-20 sudah mengena pada penonton. Yah, berkualitas dari akting dan yang seringkali memikat saya adalah soundtrack atau ost setiap tv-series. Easy listening dan soulful menurut saya. Biasanya habis menonton salah satu tv-series saya langsung browsing soundtrack-nya yang saya suka. Abis itu ya dengerin aja, walau nggak ngerti cara ngucapin plus artinya hehe…

snsd
snsd

Tetapi, sampai saat ini saya belum suka dengan k-pop yang digawangi dengan boyband atau girlband mereka. Seperti Super Junior, Girls Generation dll. Yaa, entahlah. Karena seringkali ngebeat lagunya kali. Dan joget-jogetnya itu saya kurang suka. Jadi saya nggak kenal dengan mereka dan lagu-lagu mereka, kecuali beberapa dari mereka yang main tv-series atau suara mereka menyanyikan salah satu soundtrack tv-series yang saya tonton. Termasuk saya nggak suka dengan boyband  atau girlband Indonesia bergaya Korea yang mulai berdatangan akhir tahun 2013.

Nah, beda sekali saya dengan mba Annisa Steviani yang sangat gila K-Pop. Ya selain memang dia adalah wartawan K-Pop. Beberapa kali dia bertemu dengan artis-artis K-Pop ketika konser, baik dalam rangka liputan atau hanya ingin melihat artis K-Pop konser. Khususnya grup boyband yang dia sukai, yakni Bigbang. Dia rela habiskan uang jutaan lebih hanya untuk menonton boyband kesayangannya manggung di Singapura (Dia bayar tiket karena waktu itu masih baru menjadi wartawan).

Dalam bukunya yang berjudul Oppa-Oppa Mba Annisa menceritakan pengalamannya bertemu dengan banyak artis K-Pop yang konser atau artis tv-series Korea yang sedang berkunjung ke Indonesia atau ke Negara tetangga seperti Singapura. Seperti SNSD, Bigbang, 2PM, Super Junior, Infinite, Lee Seung Gi dan Lee Min Ho.

Kisah-kisahnya unik-unik. Yaa, khas perempuan muda yang sangat kesengsem dengan personil boyband Korea yang katanya mulus-mulus nan bening. Selain kisah-kisah gimana mereka ngedance sambil nyanyi, konsep konser yang menarik, ada yang lucu seperti kisah Taeyang Bigbang yang saking semangatnya bernyanyi sampai lupa membuang jaket merahnya yang katanya mahal. Sehingga ketika penonton keluar area konser harus diperiksa dulu  tasnya, tetapi waktu itu jaket merah Taeyang nggak ketemu (halaman 84).

Ada juga kisah dance SNSD yang mereka seringkali nggak kompak dan salah sewaktu konser. Seperti Sunny yang berhenti joget saat lagu “Oh!”. Mungkin Dia lupa ya. Bukannya malu, malah dia ketawa-ketiwi. Dan terus lanjut ikutin gerakan temannya yang lain (halaman 23).

lee minho
lee minho

Yah, buku Mba Annisa ini mengajak saya berkenalan dengan para K-Pop Idol. Dalam buku ini saya hanya kenal Lee Seung Gi yang konyol plus pinter nyanyi. Lee Min Ho yang saya suka aktingnya di City Hunter dan Yoona SNSD yang tv-seriesnya (Prime Minister And I) masih saya tonton sedikit demi sedikit ketika lagi ada pinjeman lepi plus nggak lagi baca dan mengejar resensi buku hehehe….

Ada sebuah pertanyaan mengapa sinetron Indonesia kok banyak yang nggak berkualitas? Bahkan ada yang dengan tanpa rasa malu memplagiat-sama plek tv-series Korea. Bahkan boyband Indonesia pun banyak yang tidak kreatif, hanya pintar meniru atau lebih tepatnya mengekor pada kesuksesan boyband Korea saja.

Saya mencoba menjawab dengan satu jawaban, karena para pembuat tv-series Indonesia hanya ingin sukses yang instan. Ya, cepat mendapatkan materi. Itu saja mau mereka. Padahal soal cerita, banyak penulis Indonesia yang tulisannya bagus dan mampu mengangkat budaya Indonesia tanpa perlu mengekor budaya yang lain. Yah, saya berharap. Dengan adanya buku ini, generasi bangsa tidak hanya terlena dengan Hallyu tetapi juga membuat inovasi untuk kemajuan film atau musik dalam negeri. Ya dengan belajar dari kesuksesan –K-Pop yang mendunia, yang dulunya mereka juga belajar dari kesuksesan J-Pop. Semoga!🙂

annisa steviani
annisa steviani

Sumber gambar:

1. cover  Oppa Oppa di sini

2. Foto Annisa Steviani di sini

3. Foto Lee Seung Gi di sini

4. Foto SNSD di sini

5. Foto Lee Min Ho di sini

artikel tentang Halyyu:

1. Annisa Steviani: Idola K-Pop Juga Manusia

2. K-pop

3. Fenomena Hallyu Di Indonesia

4. Wabah K-Pop Melanda Dunia

(40-Dimuat  11 Mei 2014)

4 thoughts on “Oppa Oppa

  1. Lisvy Nael 13 Mei 2014 / 13:11

    bener banget mas Ridho,
    padahal hallyu itu gak terjadi semalam kaya kejadian borobudur.
    tapi dasar orang Indonesia seneng betul mungkin sama borobudur jadi semua-semua bisa di harapin terjadi sama, jadinya ya itu, petaka.
    selain itu, kata pak Himawan (dosene sampean) kalau di korea itu banyak banget sekola seninya (universitas dan institusi), tempat belajar jadi pemeran di atas panggung atau di belakang layar. lah di Indonesia cuma pnya ISI, apalagi?
    jadi wajar mereka jauh lebih kaya karena mereka memang berupaya.

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s