Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya

Rahasia Dibalik Kesuksesan Timnas U-19 Garuda Jaya

cover Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya
cover Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya

Judul                            : Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya

Penulis                          : Andibachtiar Yusuf & Eko Priyono

Editor                          : M. Kahfie Julianto

Penerbit                       : Loveable

Tahun Terbit                : Pertama, Jakarta 2014

Jumlah Halaman          : 94 halaman

ISBN                           :  978-602-7689-66-4

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious.

Tahun 2014 adalah tahun penuh euforia. Selain dilangsungkan pemilu di Indonesia, juga menjadi tahun sepak bola. Bagaimana tidak, selain akan dilangsungkan perhelatan terbesar sepak bola dunia di Brazil, dalam sepak bola Indonesia Timnas U-19 akan mengikuti Piala Asia di Myanmar.

Dalam sejarah Piala Asia yang dimulai pada tahun 1959, Indonesia pernah beberapa kali masuk empat besar. Di antaranya pada tahun 1960 peringkat empat, tahun 1961 peringkat pertama, tahun 1962 peringkat ketiga, tahun 1964 peringkat ketiga, tahun 1967 peringkat kedua dan terakhir tahun 1970 peringkat kedua (halaman 84-89).

Setelah lama terpuruk, baru pada tahun 2014 memiliki kesempatan untuk menjadi pemenang Piala Asia U-19 kembali, setelah melewati Piala Asean U-19 menjadi Juara dan lolos pra Piala Asia. Tentu kesuksesan ini sangat diapresiasi oleh segenap masyarakat Indonesia, apalagi melihat bagaimana begitu menumpuknya masalah dalam sepak bola Indonesia. Maka kesuksesan Timnas U-19 seperti menyalakan harapan baru terhadap sepak bola Indonesia.

Pemain dan pelatih Timnas U-19 menjadi bulan-bulanan pujian di mana-mana. Untuk membuat lebih dekat masyarakat dengan timnas Garuda Jaya- begitu julukan tim ini, mungkin itulah alasan mengapa  dibuat buku Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya yang ditulis oleh Andibachtiar Yusuf dan Eko Priyono ini.

selebrasi evan dimas
selebrasi evan dimas

Timnas U-19 yang selama ini terkenal di mata masyarakat di antaranya, Evan Dimas dan Ravi Murdianto. Evan Dimas terkenal karena dia adalah kapten Timnas dan pemain yang memiliki banyak pengaruh dalam permainan Timnas U-19 selama bertanding. Rasanya, jika tanpa dia tim akan sulit berpindah posisi.

Ketika penyerang tidak berhasil menjebol gawang lawan, maka kapten yang punya posisi sebagai gelandang tengah ini menjadi pembeda. Seperti ketika dia berhasil hattrick membobol gawang Korea Selatan U-19 saat laga pamungkas grup G Piala Asia U-19  di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 12 Oktober 2013. Kiat Evan dalam menggapai kesuksesan adalah selalu menghubungi orang tua ketika akan bertanding dan minta doa restu.

Jangan dikira Evan begitu mudah mendapatkan kesuksesan dalam bermain sepak bola. Untuk mencapai pada titik sekarang ini Evan penuh dengan perjuangan dan air mata. Bayangkan, untuk bisa memiliki sepatu sepak bola saja dia harus menunggu orang tuanya punya uang. Maklum saja, Evan terlahir dari keluarga pas-pasan. Ayahnya menjadi petugas keamanan dan penjual sayur. Ibunya pernah kerja serabutan untuk menambah pemasukan keluarga. Hingga umur sembilan tahun Evan baru punya sepatu (halaman 4). Namun, walau begitu banyak rintangan Evan terus berjuang tanpa henti. Hingga sampai sekarang ini dia mulai bisa memetik satu-persatu hasil perjuangannya.

ravi murdianto
ravi murdianto

Ravi Murdianto yang saat ini menjadi kiper utama timnas U-19 pun tidak mulus untuk mencapai kesuksesan yang dicapai saat ini. Ayahnya yang menjadi pencari botol dari kampung ke kampung. Ibunya menjual nasi di sebuah warung. Dia selalu kesulitan untuk tempat latihan SSB yang jauh, jadi seringkali dia diantar oleh bapaknya. Dan yang selalu terdengar di telinganya dari perkataan orang-orang kampung adalah, “Itu lho kiper yang diantar bapaknya naik motor di atas karung.”

Walau begitu dia terus berusaha mencapai impiannya, hingga dipilih menjadi kiper utama sejak Indra Syafri menangani timnas U-17, timnas U-18 hingga sekarang. Rahasia Ravi bisa menjadi seperti sekarang adalah selalu mendengarkan pesan orangtuanya, untuk tidak meninggalkan shalat lima waktu dan rendah hati pada siapapun meski prestasi sedang di puncak (halaman 39).

 

Indra Syafri adalah salah satu orang dibalik kesuksesan tim Garuda Jaya. Penyuka lagu-lagu Bryan Adams ini menganggap keberhasilan jika metode

indra sjafri
indra sjafri

pemilihan pemain dilakukan dengan jujur, perencanaan terstruktur, kerja sama dan kerja keras. Menurutnya, jika langkah ini diikuti oleh seluruh pihak yang menggeluti sepak bola di Indonesia, akan banyak potensi tergali dari anak bangsa (halaman 62). Memang Indra melakukan terobosan dalam memilih pemain seringkali melalui blusukan ke pertandingan dari desa ke desa. Jadi tanpa pandang bulu, asal ada pemain berbakat langsung dia masukkan list. Tidak seperti kebanyakan pemilihan atlit terdahulu yang seringkali dimuluskan dengan uang. Ada juga pelatih Jarot Supriadi yang menjabat pelatih penjaga gawang, yang memiliki prinsip yang bagus tidak percaya pada segala macam klenik untuk kemenangan tim. Kepercayaan klenik dalam penjaga gawang biasanya, harus mengencingi gawang dulu sebelum bertanding atau mengenakan celana dalam terbalik saat bertanding. Namun, Jarot tidak percaya itu. Yang dia lakukan hanya berdoa. Selain itu dia selalu memakai pakaian yang bersih, baik pakaian luar dan dalam. Dia biasa wudu terlebih dahulu. Jadi pas kalau waktu shalat, dia langsung shalat dulu (halaman 67).

jarot supriyadi
jarot supriyadi
alfian nur asyhar
alfian nur asyhar
dimas drajad
dimas drajad

Selain pemain dan pelatih di atas masih ada banyak biografi pemain dan pelatih dibalik kesuksesan Timnas U-19 dalam buku ini. Seperti Dimas Drajad yang merupakan anak mantan pemain primavera pertama yang bernama Sulkan, yang memiliki posisi sama sebagai penyerang. Juga ada Dokter tim yang bernama Alfian Nur Asyhar. Juga ada pedoman Sigit ayah dari Hargianto, bagaimana dia mendidik anaknya bisa menjadi seperti sekarang. Maka, buku ini layak dibaca oleh seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki animo besar terhadap sepak bola, guna ikut membangun dan melahirkan pemain sepak bola negeri sendiri agar lebih baik ke depannya. Semoga!

*judul sebelum diganti oleh redaksi

Sumber gambar:

1. cover  Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya  di sini

2. Foto Evan Dimas di sini

3. Foto Ravi Murdianto di sini

4. Foto Indra Sjafri di sini

5. Foto Jarot Supriyadi di sini 

6. Foto Alfian Nur Asyhar di sini 

7. Foto Dimas Drajad di sini

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

(41-Dimuat Suara Merdeka   13 Mei 2014 )

8 thoughts on “Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya

  1. kettyhusnia 4 Juni 2014 / 01:48

    Hai Mas Ridho..salam kenal dari purwokerto..saya penggemar beratmu..hampir sebulan ini sejak saya belajar menulis resensi, saya sering melihat aksimu di berbagai media cetak..Bersediakah kiranya Anda berbagi ilmu dan info tentang resensi selain alamat media? misalnya syarat memasukkan ke suara merdeka dan tribun jogja yg telah meloloskan tulisan Anda?
    terima kasih sekali atas bantuannya..semoga Allah membalas kebaikan Anda dan memudahkan segala urusan Mas Ridho dunia akhirat.🙂

    Suka

  2. kettyhusnia 8 Juli 2014 / 01:28

    makasih lo mas atas responnya tapi masih ada yg mengganjal nih. bagaimana dengan alamat kirim resensi di suara merdeka? bersediakah Anda berbagi pada pembaca blog (saya) dan juga yg mampir kesini? sebab pihak SM blm memberikan jawaban terkait pertanyaan yg sama yg saya sampaikan melalui surat pembaca. terima kasih sekali. semoga amal baik mas di Bulan Ramadan ini mendapat pahala yang berlipat ganda. Amin

    Suka

  3. John 16 Agustus 2015 / 02:55

    Makasih atas infonya , Aerith

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s