Song of Will

Kisah Tentang Arti Persahabatan

Judul                            : Song of Will

Penulis                          : Jason Abdul

Editor                          : J. Fisca

Penerbit                       : Moka Media, Jakarta

Tahun Terbit                : Pertama, 2014

Jumlah Halaman          : 258 halaman

ISBN                           :  978-979-795-815-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious.

Adalah William salah seorang personil grup paduan suara Lumos. Lumos adalah paduan suara yang terkenal di sekolahnya, SMA Bakti. Lumos dibentuk oleh Pak Leo, Ayah Ben. Ibu Ben, Bu Serra juga seorang musisi. Dia juga mengajar musik di SMA Bakti. Khususnya alat musik gesek, biola dan selo. Ben adalah sahabat dekat Will-sapaan akrab William. Ben-lah yang mengajak Will untuk mau bergabung dengan Lumos, setelah tahu bahwa suara Will juga bagus. Sejak itulah Will dan Ben bersahabat sangat dekat.

Namun mereka harus berpisah. Karena kejeniusan Pak Leo dalam musik,  dia mendapatkan beasiswa sekolah di Swiss untuk mengembangkan ilmu yang nanti olehnya akan diajarkan kembali di Indonesia. Bu Serra pun mencoba mendaftar ke sebuah kelompok orkestra di sana dan diterima menjadi salah satu research student. Karenanya mau tak mau, mereka harus mengajak anak semata wayang mereka ke Swiss juga, Ben (19).

Karena kepergian sahabatnya itu, Will sangat sedih. Sebelum berpisah dalam penampilan Lumos bersama Ben, Ben sebagai ketua Lumos memberikan amanah pada Will agar menggantinya menjadi ketua. Awalnya Will tidak mau, karena dia merasa tidak punya jiwa kepemimpinan dan masih sedikit ilmunya. Namun Ben tetap mempercayakan posisi ketua pada Will.

Setelah Will menjadi ketua Lumos, masalah menimpa Lumos. Doni salah satu personil Lumos, tidak setuju Will menjadi pengganti Ben sebagai ketua. Dia mengganggap Will tidak bisa memimpin. Seharusnya dia yang menjadi pemimpin Lumos. Memang sejak dulu Will tidak akur dengan Doni, Doni tidak menyukai Will. Dengan rendah hati akhirnya Will menerima itu, dia pun akhirnya keluar dari Lumos. Dengan harapan tidak terjadi konflik yang berkepanjangan di tubuh Lumos nantinya (halaman 83).

Selain Will, ada Laura juga yang sedih karena perpisahannya dengan Ben. Ben dan Will juga dekat dengan Laura. Laura adalah anak seorang keluarga sederhana. Ibunya sendirian membiayai dia dan adiknya. Ayahnya pergi entah ke mana. Laura selalu iri dengan kehidupan teman-teman perempuannya yang kaya. Akhirnya, dia seringkali melakukan segala cara agar dianggap oleh teman-temannya yang kaya.

Bisa jadi karena kepergian ayahnya, menyebabkan psikologis Laura seperti membenci lelaki. Dia sering gonta-ganti pacar, namun seringkali dia bosan dan setelah itu mereka putus. Kemudian Laura mencari pacar lagi, dan putus lagi begitu seterusnya. Namun, walau begitu hanya ada satu lelaki yang dia sukai Ben. Dan hal itu membuat Will cemburu.

Setelah kepergian Ben, datang sahabat lama Will kembali ke kehidupannya, Evil. Evil adalah sahabat Will sejak SMP. Walau Evil berada dua tahun di atas Will, mereka begitu dekat (halaman 41). Evil masuk SMA Bakti dan satu kelas dengan Will. Hal itu karena Evil dua tahun pergi dari rumah karena Ibu dan Ayahnya akan bercerai. Rencana perceraian orang tuanya tersebut membuat Evil marah dan frustasi.

Evil hidup di jalanan. Biasa mabuk-mabukan dan sering bentrok dengan geng lain. Bahkan dia pernah membunuh salah satu anak dari geng musuh. Kemudian suatu ketika dia tertabrak mobil, dan merasa akan meninggal. Namun, ternyata dia masih selamat dan bertemu ibunya. Ibunya minta maaf pada dia, dan mengatakan bahwa orang tuanya tidak jadi bercerai karena sayang pada Evil (halaman 53).

Melihat Evil sering bersama sahabatnya-Will, Laura jadi sering memperhatikan Evil dan ternyata Laura mencintai Evil. Selain Evil bertubu atletis pemain basket, Evil juga membantu Laura saat akan dilecehkan oleh Albert (halaman 62). Meski Ada Zano, siswa cakep pemain basket bertubuh atletis yang juga menyatakan cinta pada Laura. Laura hanya mau menjadi teman Zano, karena Laura telah jatuh cinta pada Evil (halaman 98).

SelainWill, Evil dan Laura. Novel ini juga bercerita tentang Nana. Anak keluarga kaya. Seperti kebanyakan keluarga kaya, Nana adalah anak yang disayangi namun seperti jarang diperhatikan. Orang tuanya sibuk berbisnis. Bukan hanya itu, mereka hanya sibuk pada dunianya masing-masing. Mami Nana adalah seorang aktivis lingkungan hidup yang sering melakukan penyelamatan lingkungan dan sering diliput televisi. Sedangkan Papi Nana adalah pengusaha di bidang properti yang iklan perusahaannya selalu ada di televisi (halaman 69).

Namun, semua kehidupan orang tua Nana yang baik itu tidak membekas pada kehidupan pribadi mereka berdua. Mami Nana pernah hampir akan masuk penjara karena ketahuan mencuri di mal atau tidak mau membayar semua tagihan belanjaannya. Sedangkan Papi Nana terjebak dalam dunia obat-obatan terlarang. Akhirnya, Nana hanya menghibur dirinya dengan menggambar sebagaimana cita-citanya menjadi komikus.

Masalah orang tuanya itu membuat Nana sulit berkonsentrasi dan sering teledor. Will yang perhatian pun seringkali menghiburnya. Apalagi ketika mereka sering bertemu saat rapat panitia Pensi. Will menjadi ketua dan Nana menjadi sekretaris. Pertemuan pertama Evil dengan Nana, ternyata membuat Evil penasaran. Dan akhirnya Evil sadar bahwa dia mencintai Nana.

Kedekatan  keempat anak ini dengan salah satu atau ketiga temannya membuat mereka sering bertemu dan saling bercerita. Akhirnya, mereka semakin dekat dan saling membantu dalam masalah mereka masing-masing. Bahkan kekompakan mereka semakin terlihat, ketika mereka berempat mampu menyanyikan lagu dengan baik di atas panggung Pensi meski dengan sedikit latihan (halaman 243).

Begitulah kerja sebuah persahabatan. Badai dan ombak yang menerjang bisa surut. Batu yang menghadang bisa pecah. Novel debut dari Jason Abdul yang tidak mengecewakan. Awal yang memikat, dan akhir yang tak terduga. Selamat membaca!🙂

cover song of will (44- dimuat di Indoleader)

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s