Good Hobby VS Bad Habit

Membiasakan Perilaku Baik Dalam Keseharian

cover Good Hobby VS Bad Habit
cover Good Hobby VS Bad Habit

Judul   : Good Hobby VS Bad Habit

Penulis   : Haris Firmansyah

Editor  : Ainini

Penerbit  : Saufa-Diva Press

Tahun Terbit  : Pertama, Februari, 2014

Jumlah Halaman  : 248 halaman

ISBN  :  978-602-279-115-7

Peresensi  : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious.

remaja adalah masa di mana kegalauan hidup mulai terasa. Galau menemukan jati diri. Jiwa dan pikiran sering terombang-ambing, akan ke dibawa ke mana kaki melangkah. Tidak sedikit yang harus menyesal di masa tua, karena di masa remaja ternyata salah  melangkah. Namun, tidak sedikit pula yang berbahagia karena saat muda tidak menyia-nyiakan hidupnya dalam kesalahan.

Tentu kita ingin menjadi mereka yang termasuk yang bahagia di masa depan. Dan kebahagiaan masa depan ditentukan oleh kehidupan sebelumnya, yakni masa muda yang dilalui dengan kebiasaan yang baik. Haris Firmansyah dalam bukunya Good Hobby VS Bad Habit, mengajak kaum muda untuk membiasakan perilaku baik dalam keseharian. Dengan harapan, kelak akan mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun akhirat.

Ada banyak kebiasaan yang baik yang harus dilakukan sejak dini dalam kehidupan. Yang pertama gila belajar. Ada banyak manfaat dari belajar. Bisa jadi juara kelas, bisa mendapatkan beasiswa, dan gampang masuk sekolah/ universitas favorit. Maka, kebalikan dari suka belajar harus dihindari, misal malas membaca, suka telat, dan suka menyontek (halaman 20-23).

Mari membiasakan belajar (membaca), karena tidak jarang, dari apa yang kita baca-pelajari, akan membawa manfaat dalam kehidupan. Misal, Anda membaca tentang fungsi tanaman alam yang ternyata banyak manfaat ketimbang obat kimia. Maka, nanti ketika sakit Anda akan lebih memilih obat yang dibuat dari tanaman. Selain tidak beresiko, mudah didapatkan dan murah.

Kedua, suka berlomba. Banyak manfaat dari suka mengikuti lomba. Di antaranya, meningkatkan keberanian, menambah kemampuan dan pengalaman, mendapatkan penghargaan dan melatih mental positif (halaman 52-59). Suka berlomba beda dengan suka main game. Main game bisa jadi isinya perlombaan, misal main game sepak bola. Namun, yang didapat hanya kepuasan saja bukan prestasi.

Lalu bagaimana jika bermain game yang dilombakan dan ada hadiahnya, boleh saja ini diikuti dengan niatan tidak hanya mencari kepuasan. Bermain game pun bukan tidak dibolehkan begitu saja. Boleh dengan alasan untuk merefresh diri dan tidak berlebihan. Nah, jika berlebihan inilah yang sangat berbahaya. Di antaranya menyebabkan lupa waktu dan lupa kewajiban.

Ketiga, adalah mendengarkan pengajian. Sudah menjadi fenomena, persentase remaja yang suka mengikuti pengajian itu sangat sedikit daripada dengan mereka yang meremehkan adanya ceramah. Mereka lebih suka, menggunjing-membicarakan orang lain, padahal itu menyebabkan bertambahnya dosa. Sedangkan, untuk mengikuti pengajian, tidak ada kemauan.

Padahal banyak sekali manfaat bila mengikuti pengajian. Di antaranya, akan mendapatkan pahala. Mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat, terutama ilmu agama yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Bisa belajar menjadi pendengar yang baik dengan cara menghargai orang yang sedang berbicara. Bisa membuat ruhani segar kembali. Bisa belajar jadi penceramah, karena sebenarnya kita semua dituntut untuk berdakwah dan saling mengingatkan kepada sesama teman. Sampaikanlah walau hanya satu ayat. Selain itu, dengan mendengar taushiyah bisa membuat hati sejuk dan pikiran tenang. Sementara, bergunjing cuma bikin hati berpenyakit dan pikiran kotor. Mendengar pengajian juga menjadikan pendengarnya akan mendapatkan pahala. Sedangkan membicarakan orang lain, pahala yang membicarakan akan ditransfer kepada yang orang yang dibicarakan (halaman 208-209).

Haris Firmansyah adalah penulis yang seringkali koplak dalam setiap tulisannya. Begitu juga dalam buku kelimanya ini, dengan bahasa yang renyah bahkan koplak, namun mampu mengaduk-ngaduk pikiran dan psikologi pembaca agar mau berbenah. Mengisi hidup dengan benih kebaikan.

Akhirnya, buku 248 halaman ini adalah buku yang wajib dibaca oleh Anda semua, khususnya Anda yang remaja. Karena sayang sekali jika hidup, hanya dalam kesia-siaan. Hidup harus dalam kebaikan dan kebermanfaatan. Hidup sekali, hiduplah yang berarti. Selamat membaca!

(47- dimuat di Indoleader)

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s