Timeless Love

cover Timeless Love
cover Timeless Love

Judul                            : Timeless Love

Penulis                         : Nurmala Shahrazad

Penerbit                       : Qanita Romance-Mizan

Tahun Terbit                 : Pertama, 2013

Jumlah Halaman           : 200 halaman

ISBN                            :  978-602-9225-89-1

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

Kesalahpahaman di masa lalu, jika belum terselesaikan akan terus menjadi masalah ke depannya. Seperti masalah rumah tangga, namun ditutupi bukan dicari jalan keluar permasalahan, maka hal tersebut akan menjadi masalah di kemudian hari. Karena, dalam rumah tangga tidak selamanya hanya ada sepasang suami istri, nantinya akan ada anak. Maka, masalah bisa menjalar pada kehidupan sang anak. Sang anak pun bisa menjadi, “korban” atas kesalahpahaman di masa lalu tersebut.

Seperti yang tertuang kisah Malika dalam novel Timeless Love karya Nurmala Shahrzad. Malika adalah anak yang malas, pembangkang, pemberontak, dan membenci laki-laki. Penyebab hal ini adalah masa lalu ibunya yang ditinggal oleh ayahnya. Ayahnya meninggalkan dia dan ibunya saat Malika berumur 5 tahun. Sehingga sampai saat itu, ibunya  menjadi ibu rumah tangga sekaligus sebagai kepala rumah tangga yang merawat dan membesarkan anak-anaknya.

Malika memiliki kakak perempuan bernama Liya. Berbeda dengan Lika, Liya lebih dewasa dan mengerti keadaan keluarganya. Liya selalu menasehati Lika yang sangat membenci laki-laki dengan menjadikan mereka pacar kemudian ditinggal. Begitu selalu ketika Lika memiliki pacar. Hal ini sebagai pelampiasan kebencian Lika pada ayahnya.

Pada suatu ketika ketika Lika bertengkar dengan Liya soal ayahnya yang menurutnya jahat. Namun, Liya mengatakan bahwa Lika yang jahat karena telah menyakiti hati mama karena menganggap ayah kandung mereka berdua jahat dan telah mempermainkan banyak lelaki ( halaman 27). Karena merasa sedih Lika berlari ke loteng, dia menangis dan bersandar di tumpukan kardus. Kemudian terjadilah sesuatu yang ajaib, Lika terdampar ke tahun 1982.

Tiba-tiba Lika sudah tertidur di kasur dan ruangan yang asing baginya. Kepalanya juga sakit. Dia semakin bingung karena bahasa yang dipakai wanita dalam ruangan itu berbahasa Jawa. Ruangan sederhana, yang sangat beda dengan rumahnya yang besar.  Ternyata dia berada di rumah seorang wanita  paruh baya yang bernama Lastri. Lastri menemukan dirinya tak sadarkan diri di hutan. Lastri memiliki anak bernama Panji. Ibu dan anak tersebut menganggap Lika seperti Sekar. Sekar yang tak lain adalah ibu Lika.

Lika terdampar ke zaman di mana ayah dan ibunya masih muda. Dia tinggal di rumah Lastri yang tak lain  adalah neneknya. Dalam situasi terdampar inilah Lika mengikuti kisah cinta ayah dan ibunya. Panji adalah lelaki yang tampan, begitu juga Sekar  cantik seperti dirinya.

Mereka saling suka, sayang ayah Sekar tidak menyetujui karena Panji hidup sebagai anak orang yang biasa saja. Panji menjadi buruh di pabrik ayah Sekar. Ayah Sekar telah menjodohkan Sekar dengan Damar. Lelaki yang menurut ayahnya dianggap lebih baik daripada Panji.

Damar adalah sahabat dekat Panji. Dia mengetahui bahwa Panji dan Sekar saling menyukai. Dia pun tidak menyetujui pernikahan yang diinginkan ayah Sekar. Damar membiarkan Panji dan Sekar saling cinta. Karena Damar, kedua orang tua Lika akhirnya menikah.

Namun, ternyata tidak sampai disitu ketidakrelaan ayah Sekar yang anaknya menikah dengan Panji. Bersebab Sekar menjadi lumpuh karena kecelakaan, ayah Sekar mengusir Panji karena dianggap tidak becus mengurus keluarga. Mau tidak mau Panji harus mengikuti keinginan mertuanya tersebut.

Akhirnya, Lika mengerti penyebab ayahnya meninggalkan keluarga setelah terdampar ke masa lalu. Inilah yang menjadi penyebab salah paham yang terjadi selama ini. Lika pun tersadar dari tidur panjang karena jatuh dari loteng waktu itu. Ternyata selama ini yang bertualang ke masa lalu hanya rohnya saja. Di titik inilah menjadi titik balik Lika yang tak hanya sadar dari komanya namun juga tersadar untuk tidak menyalahkan ayahnya dan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dia sendiri menganggap bahwa dirinya seakan seperti dalam sinetron yang dulu tayang di stasiun TV swasta di bulan Ramadhan, Lorong Waktu.

Nurmala sangat piawai dalam bercerita. Walaupun dia adalah santriwati di Pondok Modern Putri Gontor, namun dia mampu menuliskan cerita yang tak biasa. Bahkan karyanya ini menjadi naskah unggulan dalam lomba novel yang diadakan oleh Penerbit Qanita. Selain sinetron Lorong Waktu, sepertinya drama series Korea seperti Faith, Rooftop Prince dan yang yang lain bertema time travel menjadi inspirasi penulis dalam menulis novel ini.

Hanya saja ada perbedaan yakni dalam novel ini tidak dengan seluruh raga tokoh di dalamnya bertualang ke masa lalu, namun hanya rohnya saja. Novel yang digarap dengan cukup baik dengan penulis ini, cocoklah menjadi rekomendasi untuk menjadi bacaan pembaca. Karena tidak hanya bertema unik namun juga memberi pencerahan kepada pembaca perihal kesalahpahaman yang bisa terjadi dalam keluarga.

(45- dimuat di Indoleader)

Sumber Gambar:
1. Cover: di sini

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s