The Columbus Affair

Meninjau Kembali Tujuan Pelayaran Columbus

cover the columbus affairJudul                            : The Columbus Affair

Penulis                          : Steve Berry

Penerbit                       : Qanita-Mizan

Penerjemah                  : Inggrid Dwijani Nimpoeno

Editor                          : Esti A. Budihabsari

Tahun Terbit                : Pertama, 1 Januari 2014

Jumlah Halaman          : 664 halaman

ISBN                           :  978-602-1637-05-0

Harga                           : 79.000,-

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious.

Siapa yang tidak kenal dengan Christoper Columbus? Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial sejak SD, Columbus disebut-sebut sebagai pelayar Spanyol yang hebat, karena menemukan benua Amerika. Hal ini sudah menjadi hal maklum yang sudah banyak diketahui orang yang pernah sekolah.

Namun, beberapa tahun terakhir banyak yang mengatakan bahwa sebelum Columbus sampai ke benua Amerika, sudah ada yang datang lebih dahulu. Mereka dianggap adalah pelayar Muslim (Arab). Hal ini dibuktikan dengan banyak nama kota di Amerika yang mirip atau memang serapan dari bahasa Arab. Bukankah hal itu bukan kebetulan belaka?

Dalam buku The Columbus Affair karya Steve Berry, penulis pun mencoba menelusuri kebohongan di balik penjelajahan Columbus yang lain. Steve membenarkan bahwa memang sebelum Columbus datang sudah ada bangsa Viking terlebih dahulu yang menginjakkan kaki di tanah Amerika. Kelebihan dari Columbus setelah pendaratannya pertama pada tahun 1942 adalah dia yang pertama kali menaruh Amerika pada peta, kesalahannya adalah mengganggap Amerika adalah Asia. Karena memang tujuan awal dari Columbus adalah Asia (halaman 322).

Dalam sejarah pun sudah maklum bahwa, Columbus dalam penjelajahannya dengan kapal Santa Maria dibiayai oleh Ratu Isabella yang menjual perhiasan, tetapi orang-orang Yahudi yang mengumpulkan uang. Disebutkan orang yang mengkoordinasi pengumpulan uang orang Yahudi adalah Luis de Santagel. Dia adalah orang Aragon yang converso, agar selamat dari pembantaian yang dilakukan oleh Ratu Isabella. Orang inilah mengajak 3 converso lainnya menyumbang dana kepada Columbus sebanyak 17.000 dukat (halaman 200).

Sejarah versi Hollywood juga menyebutkan bahwa tujuan Columbus adalah penyebaran agama nasrani. Sehingga yang dibawa oleh Columbus dalam pelayarannya adalah pendeta Nasrani. Namun, novel ini menyatakan bahwa yang dibawa oleh Columbus adalah seorang converso namun tetap memegang teguh keyahudiannya yang bernama Luis de Torres yang mampu berbahasa Ibrani. Dengan harapan, ketika sampai di India atau Asia nanti orang Yahudi akan hidup aman. Begitu juga tujuan utama mereka, yaitu membawa peti yang berisikan harta karun Bait Suci akan aman di sana. Sebagaimana pesan orang Yahudi kepada Columbus, “Bawalah harta karun kita bersamamu, dan sembunyikan. Spanyol tidak lagi aman.” (halaman 261).

Columbus beserta keluarganya menguasai Jamaika selama 150 tahun (halaman 261). Bahkan De Torres yang menetap di Jamaika menjadi orang Eropa pertama yang mencoba bagaimana merokok itu. Karena merokok adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang Indian Amerika. De Torres ketagihan dan pun meniru mereka membuat ladang tembakau dan menjualnya di Eropa (halaman 322).

Penyebutan Arawak kepada orang yang oleh Columbus disebut Indian pun sebenarnya salah. Mereka adalah orang Taino. Mereka telah datang ke Amerika sejak tujuh ribu tahun sebelum Columbus menginjakkan kakinya di Amerika. Mereka mendayung kano-kano dari Yocatan. Sebenarnya Amerika adalah tanah mereka, namun orang Eropa membunuh dan menghancurkan mereka hanya dalam waktu seratus tahun. Dalam kurun itu ada kurang lebih enam puluh ribu orang dibantai (halaman 225).

Dalam mengungkap kebohongan sejarah pelayaran Columbus, Steve Berry menuliskannya dengan baik dan tidak rumit. Hal ini karena dia menulisnya dengan tulisan novel. Dengan alur yang mudah dimengerti sekaligus menegangkan Steve membawa pembaca seolah-seolah berada di tanah Amerika. Novel yang layak Anda baca karena ceritanya dan juga catatan sejarah yang tidak pernah ditemukan dalam buku sejarah. Selamat membaca!

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

(51- dimuat di Koran Sindo 18 Mei 2014)

One thought on “The Columbus Affair

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s