Buku Saku Rahasia Keberkahan

Berkah Pemimpin Yang Adil

cover buku
cover buku

Judul                            : Buku Saku Rahasia Keberkahan

Penulis                          : Taufiq Ali Zabady

Penerjemah                   : Jemi Handoko

Editor                          : Dedi Slamet Riyadi

Penerbit                       : Penerbit Zaman, Jakarta

Tahun Terbit                : Pertama, 2014

Jumlah Halaman          : 297 halaman

ISBN                           :  978-602-1687-07-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious, Pelanggan Majalah Walida di Bondowoso.

Manusia ingin selalu hidup dalam kenyamanan, ketenangan dan kedamaian. Dalam Islam hal ini sering disebut dengan hidup yang berkah. Hidup yang selalu bertambah kebaikan di dalamnya.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentu kita menginginkan negara yang aman, tentram dan sejahtera. Tidak bertambah keburukan di dalamnya, akan tetapi bertambah membuat masyarakat senang dan hidup tenang. Bisa kita sebut dengan negara yang berkah.

Negara yang berkah bisa terjadi jika yang memimpin negara ini adalah pemimpin yang adil. Bagaimana pemimpin yang adil itu? Taufiq Ali Zabady dalam bukunya Buku Saku Rahasia Keberkahan menyebut pemimpin yang adil adalah yang terus berusaha menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Ia membuat jalan-jalan yang dilalui menjadi aman, menolong orang yang lemah, menghukum orang yang berlaku zalim, dan memberikan jaminan keamanan bagi orang yang ketakutan. Di samping itu, mereka memberlakukan hukuman, mencegah kerusakan, menyeru kepada kebaikan, menghentikan kemungkaran, menegakkan Al-Qur’an dan Sunnah, serta memadamkan api bid’ah dan kesesatan.

Secara harfiah adil merupakan lawan kata dari kata zalim. Bersikap adil melibatkan ketulusan, keteguhan, dan kebijakan dalam memandang segala persoalan. Maka, seorang pemimpin yang adil adalah yang memegang teguh nilai-nilai kebenaran dan bersikap bijak menghadapi berbagai masalah tanpa kecenderungan pada salah satu pihak atau golongan.

Bila dihubungkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, pemimpin yang adil tidak melakukan tindak korupsi, kolusi dan nepotisme atau biasa disebut KKN. Pemimpin yang adil tidak tebang pilih dalam proses mengusut suatu kasus hingga memberi hukuman terhadap terpidana kasus-kasus yang merugikan rakyat.

Islam sebagai agama terakhir, agama yang ditujukan bagi umat manusia memiliki syariat yang wajib dilakukan oleh semua umatnya. Dasar dan nilai dari syariat Islam adalah adil. Sebagaimana firman Allah: “Sungguh kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan keterangan yang jelas dan Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan timbangan agar manusia menghukum dengan adil.” (Surat Al-Hadid (57): 25)

Sehingga tidak heran jika Rasulullah dan generasi awal Islam sangat memperhatikan ajaran bernama adil. Mereka tidak hanya adil pada sesama muslim saja, terhadap non-muslim pun sikap adil mereka lakukan.  Dalam surat Al-Maidah (5): 8 Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi yang adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ada banyak kisah nyata perihal keadilan dari generasi awal Islam yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama para pemimpin bangsa. Suatu ketika Rasulullah memberi kesempatan bagi para sahabat yang pernah beliau pukul untuk membalas pukulan itu kepada Rasullah. Di antara banyak sahabat hanya satu yang ingin membalas pukulan Rasulullah. Dialah Sawad bin Gaziyyah. Ketika perang badar Rasulullah merapikan barisan pasukan dengan busur. Ketika melihat Sawad diluar Rasulullah memukul perut Sawad agar masuk dalam barisan. Ketika Rasululah menyingkap perut dan mempersilakan Sawad untuk membalas. Sawad memeluk Rasulullah dan mencium perutnya. Ketika ditanya mengapa dia melakukan itu. Sawad ingin di akhir pertemuannya dengan Rasulullah, kulitnya bertemu dengan kulit Rasulullah. Kemudian Rasul pun mendoakan kebaikan bagiya.

Kisah lain tentang keadilah generasi awal yang tidak hanya kepada sesama muslim tetapi juga terhadap ahlu dzimmah. Suatu ketika datang seorang Koptik Mesir kepada Khalifah Umar bin Khattab, dia melaporkan anak gubernur Mesir mencambuknya hanya karena dia tidak mau mengalah dalam sebuah perlombaan. Mengetahui hal itu Umar pun mengirim surat kepada Amr bin ‘Ash untuk datang bersama anaknya. Ketika mereka berdua  datang, Umar menyuruh Koptik Mesir itupun membalas cambukan Ibnu Amr bin ‘Ash seperti yang telah dilakukan kepadanya.

Begitulah, para generasi awal Islam telah mencontohkan ajaran agama ini yang bersifat adil. Tidak hanya kepada pemeluknya namun juga kepada pemeluk agama lain (ahlu dzimmah). Hal ini dikarenakan mereka melakukan keadilan semata-mata karena Allah. Dengan keadilan tersebut tercapailah kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. Inilah kehidupan yang berkah.

Setelah pemilu presiden usai dan telah terpilih pemimpin baru Indonesia. Kita semua berharap semoga presiden baru, wakil dan seluruh bawahannya mampu meneladani jejak emas keadilan pemimpin generasi Islam pertama. Tidak hanya mengandalkan slogan, namun nihil dalam perbuatan. Adil kepada semua rakyat Indonesia, tidak hanya kepada yang memilihnya saja, apalagi hanya adil bagi diri sendiri dan kolega saja. Semoga impian kita semua terwujud, Negeri gemah ripah loh jinawi. Baldatun thayyibatun wa Rabbun ghofur. Sebutan yang telah lama kita kenal namun belum pernah terasa benar bagi kita semua. Semoga Allah mengaruniakan bagi kita semua.

dok pribadi
dok pribadi

(64- dimuat di Malang Post 14 September 2014)

One thought on “Buku Saku Rahasia Keberkahan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s