L.A (The Detective)

Amerika dan Islam Dalam Novel Detektif

cover L.A The Detective
cover L.A The Detective

Judul                            : L.A (The Detective)

Penulis                          : Hikaru

Editor                          : Mastris Radymas

Penerbit                       : Penerbit Indiva

Tahun Terbit                : Pertama, Desember 2013

Jumlah Halaman          : 432 halaman

ISBN                           :  978-602-8277-94-5

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Pendiri Klub Pecinta Buku Booklicious Malang

Kisah detektif, misteri, thriller biasanya adalah buku terjemahan. Jarang sekali penulis lokal menulis kisah detektif. L. A The Detective salah satu judul novel detektif yang ditulis oleh anak negeri, Hikaru. Meski nama penulis seperti nama Jepang, tetapi penulis asli Indonesia. Meski tulisannya berbicara tentang Los Angeles, penulis bukan penulis Amerika tetapi asli Indonesia.

LA The Detective berkisah tentang Larry Watson bersama Gary Stewart, Steve Higgins, dan Mary Olsen, keempatnya adalah detektif yang tergabung dalam satu tim di unit kepolisian LAPD. Mereka sangat kompak, banyak kasus yang berhasil mereka selesaikan. Tentu banyak pelaku kejahatan yang memusuhi mereka.

Akhirnya, ada sebuah kejadian yang membuat Gary (sahabat dekat Larry di antara yang lainnya) meninggal. Gary mengalami sebuah kecelakaan yang menyebabkan pada kematian. Larry sangat sedih dan merasa bahwa penyebab kematian sahabat dekatnya itu bukan sekedar kecelakaan, tetapi pembunuhan yang direncanakan.

Namun, karena tidak ada bukti untuk mencari pembunuhnya akhirnya kasus kematian Gary dipeti-eskan. Selain itu tim Larry juga bubar. Untuk menyelesaikan kasus-kasus berikutnya Larry mendapatkan partner baru bernama Frank Russell yang kemudian menjadi sahabat terbaiknya.

Meski di awal-awal mereke sering ada kesalahpahaman, namun akhirnya mereka bisa saling memahami dan bisa bekerja sama. Mereka banyak mengungkap berbagai kasus kriminal,  perampokan hingga pembunuhan. Diantara kasus yang ditangani, ada kasus yang memiliki benang merah dengan kematian Gary. Dugaan Larry benar, ternyata Gary memang mati dibunuh dengan sengaja.

Sebagai polisi yang bertugas membasmi kejahatan, tentu penjahat-penjahat menjadi musuh utamanya. Banyak di antara mereka dendam kepada Larry. Sehingga nyawa Larry juga ikut terancam. Dalam beberapa operasi dia nyaris saja dijemput malaikat maut, namun masih ada keberuntungan yang membuatnya tetap bisa menikmati kehidupan.

Phobia Menjadi Cinta

Sebagai penulis Hikaru masih memberi kesempatan hidup bagi Larry, memberi kesempatan dia untuk kontemplasi tentang hidupnya selama ini, sebagai detektif, sebagai penderita kanker dan masalah hidup lainnya. Akhirnya, membuat Larry mendapat hidayah, mengimani keislaman.

Meski Amerika menjadi salah satu negara Islamphobia. Terutama sejak kejadian 11 September. Namun, dengan kesantunan, kelogisan dan kemampuan Islam dalam memberi solusi kehidupan, faktanya semakin banyak warga negara Amerika yang memeluk Islam. Dalam kisah fiksi ini, mungkin itulah yang ingin Hikaru ejawantahkan.

Layaknya dalam kisah nyata, tokoh-tokoh mualaf dalam novel ini banyak mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari banyak orang, bahkan dari orang-orang terdekatnya. Citra teroris yang dibuat oleh pemerintah dan media Amerika, membuat banyak orang membenci muslim. Tetapi itu tidak menyurutkan semangat mereka dalam ber-Islam. Mereka tetap mendakwahkan Islam dengan berbuat baik kepada sesama, menjungkirbalikkan citra buruk mereka dengan citra baik.

Karena keteguhan mereka dalam menjalankan kehidupan mereka sebagai muslim, kesantunan mereka, kebaikan mereka, perlakuan itu mendapat respon positif dari banyak orang. Meski akhirnya tidak semua yang masuk Islam, namun paling tidak citra buruk telah berganti menjadi baik. Orang yang dulunya tidak menyukai, menjadi suka. Orang yang dulu phobia, akhirnya menjadi cinta. Karena mata mereka telah terbuka, bahwa Islam tidak seperti yang dicitrakan.

Buku ini semacam ‘perlawanan’ terhadap film-film hollywood yang mempertontonkan kehebatan pasukan Amerika dan menganggap Islam sebagai teroris. Jika memang bisa disebut perlawanan, perlawanannya juga sangat halus yaitu dengan membuat tokoh utama dalam novel yang seorang detektif di Amerika menjadi pemeluk Islam.

Sebagaimana novel-novel lainnnya, buku detektif setebal 432 halaman ini masih memberi ruang untuk kisah-kisah cinta antar tokohnya. Buku yang lengkap. Detektif, cinta, dan religius menjadi satu dalam buku ini. Buku yang layak dibaca siapapun Anda, karena tak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga pelajaran. Selamat membaca!

(70- 10-11-2014)

2 thoughts on “L.A (The Detective)

  1. Zulfa Nurul 10 November 2014 / 11:37

    Wah, mesti beli nih. Kan jarang, anak negeri yang nulis novel detektif model begini

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s