Food Combining Itu Gampang

Kiat Sehat Dengan Food Combining

cover FC itu gampang
cover FC itu gampang

Judul                            : Food Combining Itu Gampang

Penulis                          : Erikar Lebang

Editor                          : Budhyastuti R.H.

Penerbit                       : Qanita-Mizan

Tahun Terbit                : Edisi Baru,  2014

Jumlah Halaman          : 108 halaman

ISBN                           :  978-602-9225-73-0

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Pendiri Klub Buku Booklicious,

Banyak orang yang menginginkan sehat dan langsing dengan melakukan diet. Tetapi, sangat jarang diet yang dilakukan berhasil. Dokter William Howard Hay, pada awal abad ke-20 kembali memopulerkan pola makan ini berdasarkan kebutuhan pribadinya. Pada usia 41 tahunnya, dia menderita penyakit komplikasi yang parah. Hal ini wajar, karena dengan tinggi yang tidak seberapa namun berat tubuhnya mencapai 100 kg.

Setelah melakukan berbagai pengobatan, namun selalu gagal. Akhirnya, dia mencoba FC (food combining). Hasilnya, dia sembuh total. Bahkan, dia merasakan kualitas hidupnya lebih baik dari sebelumnya. Sejak itu dia bertekad untuk mendedikasikan sisa hidupnya untuk penelitian pola makan FC. Sehingga, banyak pula yang mengatakan pola makan ini dengan sebutan Hay’s Diet (halaman 33).

Apakah itu FC? Food combining adalah pola makan yang bertujuan utam membuat tubuh menjadi sehat (halaman 98). Caranya dengan mengkombinasikan makanan sesuai dengan aturan yang benar. Dengan menerapkan aturan yang benar maka tubuh akan mendapatkan nilai pH di kisaran netral (7,0), angka tepatnya adalah 7,35-7,45.

Kondisi netral ini disebut Homeostatis. Homeostatis merupakan kondisi ideal dalam tubuh saat seluruh fungsi berjalan dengan sempurna secara psikologis (fungsi mental), fisiologis (fungsi organ dan sistem), dan anatomis (fungsi maskuloskeletal). Jadi, kebalikannya jika pH cenderung mendekati pH asam (acid), tubuh berfungsi seperti magnet bagi berbagai macam penyakit. Akhirnya, rentan malfungsi sistem yang berlaku di dalamnya dan banyak organ yang mudah rusak (halaman 97).

Ada empat macam makanan sesuai kandungan di dalamnya. Ada pati yang bagi masyarakat kita biasa disebut karbohidrat. Pati dipandang penyebab masalah kesehatan, terutama kelebihan berat badan dan diabetes. Sejatinya, sumber pati seperti nasi, masih bisa menjadi acuan. Selama masih menyehatkan dan tidak memberatkan sistem cerna. Maka, memang sebaiknya sumber pati seperti nasi harus dimakan secukupnya, tidak boleh berlebihan.

Kedua ada protein. Protein dikenal sebagai pembentuk sel-sel tubuh. Protein yang lebih dikenal dan dimakan masyarakat adalah protein hewani seperti daging, susu, dan telur. Dengan alasan memiliki asam amino yang banyak, protein hewani menjadi kesukaan banyak orang. Ini salah kaprah karena, penguraian asam amino dari hewan itu berlangsung lama dan memberatkan sistem kerja alat pencernaan. Karenanya, yang baik adalah yang dilupakan, yakni protein nabati. Biasanya dalam bentuk kacang-kacangan dan polong-polongan. Protein nabati ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan, karena tidak memberatkan kerja sistem cerna.

Ketiga adalah unsur makan yang amat berguna bagi manusia, sayuran. Sayuran sebagai pembentuk sifat basa, apabila dikonsumsi dengan benar, sayuran akan mampu menetralkan pH dan menciptakan kondisi homeostatis tubuh. Kandungan sayuran adalah gula dan sifat asam yang sangat rendah sehingga bersifat netral dan mudah dikombinasikan dengan makanan lain, bahkan sayuran mampu menetralisasi efek buruk dari beragam makanan yang sejatinya tidak terlalu baik untuk tubuh saat dikonsumsi bersamaan.

Keempat adalah buah. Buah jika disajikan dalam keadaan segar merupakan kelompok makanan penyumbang air, enzim, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Mengonsumsi buah pun bisa mempermudah tubuh mencapai kondisi homeostatisnya. Pola makan buah yang benar adalah saat perut kosong, atau 15-20 menit sebelum makan. Jika sesudah makan, sebaiknya menyantap 4-5 jam kemudian. Hal ini karena gula buah  yang memasok energi yang cepat pada tubuh ini bersifat merusak protein dan lemak. Serat buah juga cenderung lunak, dan tidak serasi jika dipadukan dengan serat sayuran yang cenderung lebih keras, apalagi bagi mereka dengan sistem pencernaan yang sensitif.

Dalam buku karya Erikar Lebang ini, pedoman memakan makanan berunsur pati dikombinasikan dengan sayuran. Pati tidak boleh dikombinasikan dengan protein hewani, sedangkan untuk protein nabati boleh dipadukan dengan pati. Protein baik dikombinasikan dengan sayuran.

Nah, selain pola kombinasi buku 108 halaman ini juga memberikan waktu yang pas untuk kombinasi makanan ini sesuai dengan kondisi fitrah tubuh. Dalam satu bab khusus penulis juga menguraikan tentang pentingnya tubuh terhadap air (halaman 71). Juga tak lupa ada cerita pelaku FC yang akan menginspirasi pembaca agar melakukan FC juga (halaman). Tak ayal, buku ini menjadi rekomendasi buat Anda semua. Dengan harapan bisa mengambil manfaat sekaligus praktik. Semoga semakin baik saja kualitas kesehatan Anda semua. Selamat membaca!

(73- Dimuat di Jateng Pos  2-Nopember-2014)

dok pribadi
dok pribadi

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s