Hafiz Cilik

Rahasia Sukses Mendidik Anak Menjadi Hafiz

cover hafiz cilik
cover hafiz cilik

Judul                            : Hafiz Cilik

Penulis                          : Tofik Pram

Penerbit                       : Noura Books

Editor                          : Tofik Pram

Tahun Terbit                : 2014

Jumlah Halaman          : 206 halaman

ISBN                           :  978-602-1606-75-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Pendiri Klub Pecinta Buku Booklicious.

Menjadi hafiz Quran bisa jadi menjadi impian banyak muslim, karena memiliki banyak keutaman yang  tidak dimiliki muslim lainnya yang tidak hafal Al-Quran. Seperti menjadi hafiz Quran berarti menjadi keluarga Allah, akan mendapatkan mahkota cahaya dan orang tuanya akan dipakaikan jubah kemuliaan di hari kiamat nanti.

Namun, untuk menjadi hafiz tentu bukanlah hal mudah. Perlu perjuangan sekuat tenaga dan dengan waktu yang amat panjang. Karena menjadi hafiz, tidak hanya menghafal Al-Quran saja, namun juga menjaga hafalan Al-Quran agar tidak terlupa. Al-Quran mudah dihafalkan, namun juga mudah terlupakan. Begitulah, karena zaman sekarang mata, hati, telinga mudah sekali mendapati dalam keadaan maksiat. Karenanya, seorang hafiz harus senantiasa hati-hati.

Yang menakjubkan dari sekian banyak penghafal, banyak anak-anak kecil yang sudah menjadi penghafal Al-Quran. Tidak hanya di Tanah Arab, di Indonesia pun ada anak kecil yang menakjubkan dengan hafalannya. Salah satunya Muhammad Alvin Firmansyah. Di usianya yang sangat mudah, hafiz cilik yang biasa dipanggil Alvin ini sudah menjadi juri Hafidz Indonesia di sebuah televisi swasta.

Dalam buku Hafiz Cilik karya Tofik Pram, dijabarkan bagaimana kehidupan keluarga Alvin dan bagaimana orangtuanya membentuk dan mendidik Alvin menjadi seorang penghafal Al-Quran. Ayah dan Ibu Alvin, Firman dan Mila bukanlah seorang hafiz maupun hafizhah, namun taat dalam menjalankan syariat agama. Kedua orangtua Alvin ingin dia dan ketiga adiknya menjadi penghafal Al-Quran, dengan harapan bisa mendakwahkan Islam. Selain itu orangtuanya juga berharap seluruh keluarganya berada di jalan Allah hingga meninggal dengan tetap berpegang teguh terhadap tali Allah yaitu Al-Quran (halaman 162).

Alvin bisa menghafal Al-Quran bukan karena mondok di sebuah pondok pesantren atau rumah tahfidz. Bahkan Alvin sekolah, di sekolah umum yang porsi mata pelajaran agamanya minim. Ternyata yang membuat Alvin bisa menghafal Al-Quran adalah peran besar dari kedua orangtuanya. Orangtuanya membuat pesantren tahfiz terbaik di rumah mereka sendiri.

Kedua orangtua Alvin ternyata sama-sama ingin memiliki anak yang hafiz. Mereka tidak hanya ingin namun telah memulai kehidupan keluarga mereka dekat dengan Al-Quran. Ketika Alvin masih dalam kandungan, bukan musik-musik klasik yang diperdengarkan oleh kedua orangtuanya. Tetapi Al-Quran dibacakan oleh bapak dan ibunya secara bergantian, ibunya biasa mengulang membaca surah Luqman, Muhammad dan Yaasin dengan harapan jabang bayi dalam rahimnya mendengar dan memahami betul tuntunan dan makna yang ada dalam ketiga surah tersebut. Jika capai, biasanya dia memperdengarkan murattal Al-Quran saja kepada jabang bayinya (halaman 104).

Setelah Alvin dilahirkan ke dunia, Firman mendidik Alvin dengan cukup disiplin. Ketika masih bayi, Firman biasa membangunkan Alvin jika tidur ketika azan berkumandang. Jika Alvin tidur di setiap waktu azan, maka Firman pun membangunkannya. Meski ada rasa kasihan, namun rasa sayang agar anaknya mengetahui waktu shalat lebih melekat di hatinya. Hal ini bermaksud agar Alvin agar Alvin terbiasa dengan azan dan kelak ketika besar melakukan shalat berjamaah di masjid.

Tentu cara membangunkan Alvin dengan lemah lembut, dengan mengelus rambut dan berbisik lembut pada Alvin agar bangun. Begitu terus, hingga pada umur lima tahun. Alvin bangun dari tempat tidurnya setelah dibangunkan Firman ketika akan tiba waktunya shubuh. Rutinitas Firman menyambut shubuh dengan mengaji didengar oleh Alvin. Suara merdu bacaan Al-Quran bapaknya membuat Alvin terpesona. Sejak itu Alvin jatuh cinta pada lantunan ayat suci Al-Quran (halaman 114).

Kecintaan Alvin pada Al-Quran bertambah setiap harinya, hal itu pun memudahkan dia untuk menghafal Al-Quran. Alvin juga tidak suka mendengar lagu-lagu bahkan itu nasyid, karena dia merasa lebih sejuk dengan mendengarkan Al-Quran. Cara mendidik Firman agar Alvin menjadi hafiz tidak egois. Alvin masih dipersilakan untuk bermain dalam beberapa waktu dan melanjutkan hafalannya. Bahkan dalam bermain pun Alvin bisa menghafal karena hampir tidak berhenti murattal Al-Quran disetel di lingkungan rumahnya.

Firman pun menjadwalkan hari berlibur bersama untuk refreshing, juga cuti sekolah selama setahun untuk mengejar hafalan. Hal ini sudah dicoba pada Alvin, meski tidak bisa hafal 30 juz dalam setahun, tetapi Alvin mengalami peningkatan karena dia menambah hafalan sekaligus memahami maknanya dan mengikuti langgamnya hingga benar-benar mirip seperti aslinya.

Dengan begitu, buku 206 halaman ini memang cocok untuk direkomendasikan pada Anda. Tidak hanya cocok dibaca oleh orangtua agar bisa mendidik anak hafiz, tetapi juga yang belum menikah juga cocok membaca buku ini. Buku yang tak akan termakan zaman, karena pasti akan ada yang membutuhkannya sebagai referensi. Selamat membaca!

dok pribadi
dok pribadi

(77- Dimuat di Kabar Probolinggo  19-Nopember-2014)

4 thoughts on “Hafiz Cilik

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s