Buku Saku Psikologi Akhlak

Kitab Sakti Revolusi Moral

Judul                            : Buku Saku Psikologi Akhlak

Buku Saku Psikologi Akhlak
Buku Saku Psikologi Akhlak

Penulis                          : Ibnu Hazm al-Andalusi

Penerjemah                   : Zaimul Am

Editor                          : Navis Rahman

Penerbit                       : Penerbit Zaman

Tahun Terbit                : Pertama,  2014

Jumlah Halaman          : 188 halaman

ISBN                           :  978-602-1687-23-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Pendiri Klub Pecinta Buku Booklicious Malang

Buku ini menyajikan Pandangan moral dan psikologi Ibnu Hazm. Ibnu Hazm bertujuan adalah membantu sesama manusia untuk memperbaiki moralitas yang rusak dan menyembuhkan penyakit jiwa mereka. Karena memang pada zamannya kebobrokan moral sudah sangat parah, masyarakat tenggelam dalam hawa nafsu. Permusuhan, pertikaian, dan pembunuhan merajalela. Maka Ibnu Hazm berharap buku ini bisa menjadi solusi.

Definisi moral jika ditinjau di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (ajaran tt) baik buruk yg diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb; akhlak; budi pekerti; susila. Jika disangkutpautkan dengan zaman sekarang, bisa jadi sama dengan zaman hidupnya Ibnu Hazm.

Bagaimana tidak, sedikit provokasi mudah menyulut perang dan pembunuhan. Berbeda pilihan dalam hal partai, calon presiden membuat permusuhan dan pertikaian tiada  habis-habisnya. Menghina, mencaci, mengumpat menjadi kebiasaan sehari-hari. Kebaikan yang dianggap keburukan, keburukan yang dianggap biasa. Maksiat disukai, ibadah dijauhi.

Maka hadirnya buku ini, kendati telah terbit bertahun lamanya, tetapi isinya tetap relevan dengan kehidupan saat ini. Karya ini terdiri dari dua belas bab. Secara garis besar pembahasan dalam tiap babnya sebagai berikut; Merawat jiwa dan menyembuhkan berbagai perangai buruk; Akal dan istirahat; Pengetahuan; Moral dan perilaku; Sahabat,  teman karib, dan sikap saling menasehati; Kategorisasi cinta; Kategorisasi kecantikan; Moralitas praktis; Penanganan perangai buruk; Hal-hal menakjubkan dalam sifat-sifat jiwa; Hasrat mengetahui pada diri seseorang, apa yang boleh tidak dan tidak boleh Anda sampaikan kepadanya, dan cara memuji atau manyanjung; Tatakrama menghadiri majelis ilmu.

Semua isi buku ini berkaitan dengan moral atau akhlak dalam pandangan Ibnu Hazm. Meski tujuannya sama dengan  kaum moralis atau penghimpun pepatah moral kala itu, namun Ibnu Hazm tidak mengikuti pandangan mereka. Tanpa perlu menyajikan pembahasan secara akademik dan analisis tentang hakikat moralitas, Ibnu Hazm menuliskan dengan renyah karena juga berupa kisah-kisah yang pernah dialaminya. Dia hanya menulis apa yang pernah dia alami sebagai pengalaman dan pemikiran yang telah dia kembangkan dan kemudian menganjurkan orang lain untuk memetik manfaatnya. Gaya penulisannya seperti mengajak pembaca untuk berbicara dengannya.

Dia menulis tentang kesalahannya tanpa canggung, dengan tujuan agar orang lain dapat belajar dari apa yang telah dialaminya, menurut Ibnu Hazm hal ini termasuk mengamalkan kebajikan. Dia menuturkan kesalahan yang pernah dia lakukan, yaitu merasa berlebihan dalam puas diri jika dalam kebenaran dan terlalu berputus asa ketika berada dalam kesalahan. Karenanya dia menahan untuk tidak berbicara berlebihan, dan meninggalkan segala kebanggaan yang diharamkan.  Selain itu Ibnu Hazm juga terbiasa berkomunikasi dengan sarkasme. Akhirnya, dia berusaha untuk menahan mengucapkan kata-kata yang menjengkelkan lawan bicaranya (halaman 60).

Dalam bab lain, Ibnu Hazm membahas tentang kesenangan sejati yaitu dengan beribadah kepada Allah Swt dan menganggap sesuatu yang lain sesat dan tak masuk akal. Karena hanya dengan beribadah mampu menjauhan diri dari kecemasan, dan akhirnya timbul kesenangan atau kebahagiaan (halaman 21).

Sebagai ulama multidisipliner dan inklusif, atas terbitnya buku ini Ibnu Hazm banyak mendapatkan pujian. “Ibnu Hazm sungguh-sungguh tokoh masa kini. Sebagai ahli hukum, politisi, filsuf, penyair, dan ahli perbandingan agama- untuk sekedar menyebut sebagian kecil titelnya- dia tak ubahnya Erasmus dalam kepeduliannya dan keluasan ilmunya,” kata Richard Netton (halaman 8).

Presiden baru yang memiliki slogan revolusi mental mungkin bisa belajar lebih lagi pada Ibnu Hazm dengan bukunya ini. Karena, revolusi moral dan revolusi mental itu sangat dekat kaitannya. Sama-sama berkaitan dengan jiwa. Tidak hanya membaca sendiri namun juga mengajak semua rakyat Indonesia untuk membaca buku ini, dan mempraktikkannya. Dengan begitu, semoga Indonesia menjadi lebih indah, Indonesia menjadi lebih baik ke depan. Selamat membaca!

 

https://d19tqk5t6qcjac.cloudfront.net/i/412.html

2 thoughts on “Buku Saku Psikologi Akhlak

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s