The Pakubuwono Code

Kitab Lengkap Mengenal Matematika Jawa

Judul                            : The Pakubuwono Code

cover the pakubuwono code
cover the pakubuwono code

Penulis                          : Agung Prabowo

Editor                          : Maya Lestari

Penerbit                       : Phoenix-Penerbit Ufuk Publishing House

Tahun Terbit                : Pertama, Oktober Jakarta 2014

Jumlah Halaman          : 252 halaman

ISBN                           :  978-602-7689-74-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Pendiri Klub Buku Booklicious Malang

            Siapa yang tidak mengenal jurnal ilmiah da Vinci, atau biasa disebut Da Vinci Code. Jurnali ilmiah ini terdiri atas 72 halaman yang berisi renungan dengan tulisan tangan sang seniman yang sekaligus dianggap pemikir besar  yang pernah lahir ke dunia. Saking terkenalnya, naskah ini menjadi banyak rebutan orang untuk dikoleksi. Pada tahun 1717 naskah ini pertama kali dibeli oleh, Thomas Coke. Kemudian pada tahun 1980, naskah ini dibeli oleh kolektor seni Armand Hammer. Kabar terakhir pada tahun 1994 Bill Gates membeli jurnal ini dengan harga yang sangat mahal, $30.800.000 (sekitar 384 miliar lebih).

            Sebenarnya Indonesia juga pernah memiliki karya besar, akan tetapi dihilangkan tersebab penjajahan barat. Perlu diingat, penjajahan barat tidak hanya penjajahan fisik dan ekonomi, tetapi juga peradaban yang ada pun dimusnahkan. Sehingga, sampai saat ini pikiran pribumi menganggap bahwa apa yang dimiliki oleh barat adalah sesuatu bagus, besar dan baik. Sedangankan, milik sendiri terlupakan.

            Salah satu pemusnahan peradaban nusantara yang pernah ada adalah penyerbuan  atas perintah Raffles (Gubernur India-Belanda kala itu) ke keraton Yogyakarta. Pada waktu itu, Raffles tidak hanya menyerbu keraton, tetapi juga membunuh ratusan prajurit yang sudah menyerah. Seantero Yogyakarta juga terjadi pembakaran dan pembunuhan.

Sultan HB II dipenjara, dilucuti mahkota, keris, bahkan kancing yang terbuat dari emas-berlian juga dirampas. Mereka juga menjarah uang, perhiasan, benda-benda budaya (gamelan, wayang, keris) dan pusaka.  Termasuk sekian banyak naskah jawa, termasuk seluruh catatan sejarah tertulis milik keraton diangkut dengan lima pedati penuh dan dibawa ke Inggris. Perampokan yang mereka lakukan tanpa adab seorang negarawan terhormat.  Inggris sebagai negara aristokrasi kelas dunia, sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda punya kesadaran untuk mengembalikan harta jarahannya tersebut.

Maka setelah hilangnya sejarah, Raffles menulis ulang sejarah jawa dengan intrepetasinya sendiri dan kemauan dinasti kerajaan yang mau bekerja sama dengan Inggris. Oleh karena itu, sejatinya The History Of Java tak layak dijadikan pegangan sejarah yang benar. Karena ingin mengenalkan dan menaikkan kembali peradaban Nusantara di pentas dunia, Agung Prabowo menulis buku The Pakubowono Code.

Buku ini mengungkap bahwa sebelum ada perhitungan yang dibangun oleh Eropa, nusantara telah memiliki ilmu pengetahuan matematika, yang kemudian disebut Matematika Jawa. Matematika Eropa dikembangkan dan dibangun mengadopsi sistem basis 10 dengan nilai tempat masa Fibonacci pada tahun 1202 Masehi.

Sementara itum sengkala sudah digunakan jauh sebelum masa Fibonacci. Sengkala Cruti Indria Rasa, menyatakan tahun 654 Saka (732 Masehi), ditemukan dalam prasasrti Canggal. Dapat disimpulkan, bahwa basis bilangan 10 dengan nilai tempat yang digunakan pada sengkala tidak diambil dari matematika barat, tetapi diambil dari pengetahuan matematika yang dikembangkan sendiri oleh orang-orang Jawa.

Sengkala adalah warisan peradaban tinggi milik Nusantara. Sengkala adalah bilangan tahun berupa sandi. Dengan kata lain, sengkala adalah sandi bilangan tahun. Sebagai sebuah sandi yang menyatakan angka tahun tertentu, sengkala tentu saja tidak dibuat dalam bentuk angka, tetapi dalam bentuk kalimat. Maka pengertian sengkala adalah sebuah kalimat yang merupakan sandi bilangan tahun.

Pengertian ini sejalan dengan definisi kronogram, yaitu rangkaian huruf atau aksara sebagai penanda waktu (Schimmel, 2006). Tetapi sengkala memiliki keunggulan dibanding kronogram yaitu, di dalamnya telah digunakan pengetahuan matematika, berupa penggunaan sistem angka basis sepuluh dan sistem nilai tempat.

Perkembangan selanjutnya, sengkala tidak hanya berupa kalimat tetapi bentuk fisik seperti ornamen pada candi, gambar, patung dan lain-lain. Seperti judul buku ini ada yang disebut sebagai The Pakubuwono Code. Adalah Panggung Sangga Buwono (PSB), yang menyiratkan kode yang dibuat oleh Susuhunan Pakubuwono III. Ada beberapa kode dari bentuk PSB yang bernama asli Panggung Luhur Sinangga Buwono. Pertama, tentang ksatria yaitu Soekarno. Kedua, adalah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, yaitu 163 tahun kemudian setelah diramalkan.

Selain The Pakubuwono Code, ada The Ranggawarsita Code yang juga dibahas dalam buku ini sebagai ikhtiar untuk menduniakan apa yang disebut Matematika Jawa dan Peradaban Tinggi yang dimiliki Nusantara. Buku yang layak dibaca masyarakat Nusantara, agar semakin mengenal dan cinta pada tanah airnya. Selamat membaca!

6 thoughts on “The Pakubuwono Code

  1. Rico 9 Februari 2015 / 16:19

    Waah saya baru tau kalau ada tragedi budaya Jawa di keraton itu :O
    Dipikir2 keren juga ya fibonacci versi nusantara. Jadi penasaran bukunya nih😀

    Suka

  2. Euisry Noor 11 Februari 2015 / 08:45

    Wah, buku yg menarik. Jadi penasaran… Ingin tahu juga nih tentang peradaban nusantara masa lalu. Apalagi ini, matematika Jawa. Penasaran deh… *belum pernah lihat bukunya

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 11 Februari 2015 / 13:53

      iya menarik bukunya. Coba cari di tobuk gramedia dan togamas, atau pesan langsung ke penerbitnya..

      Suka

  3. ade anita 11 Februari 2015 / 14:37

    Wahhh…baru tau bahwa sejarah nusantara ditulis ulang oleh raffles berdasarkan versi dia.

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s