Blog Tour Pre-Wedding Test Hari Kedua: Kalimat-Kalimat Menarik

 

cover pre-wedding test
cover pre-wedding test

Hai sahabat pecinta buku! Masih di Blog Tour novel Pre-Wedding Test ya🙂

Kali ini saya akan memposting kalimat-kalimat (kalau pakai ukuran quote’s kepanjangan ‘katanya’) yang menarik dalam novel keren ini. Yuk, disimak!

  1. Cinta perlu diuji, sebelum cincin keburu melingkar di jari (cover novel).
  2. “Saya juga kepingin seperti orang-orang yang jam tujuh malam sudah kumpul dengan keluarga, memboyong anak-anak sholat isya berjamaah di masjid, mengajari mereka menyelesaikan PR dari sekolah seperti tradisi saya saat kecil dulu. Tapi, jaman sudah berubah, Ndra. Saya yang juga menginginkan semua itu, tidak bisa berbuat banyak karena tuntutan duniawi saat ini menempatkan saya ke posisi ini. Posisi seorang pekerja dengan tingkat kesibukan tinggi, sehingga saya bisa mendapatkan penghasilan lebih besar dan membuka harapan bahwa anak-anak saya kelak tidak hidup kekurangan, berpendidikan tinggi, dan bahagia” (halaman 48).
  3. “Jadi pilihan apa yang saya punya? Kalo saya gak cinta mereka, gak pengen mereka bahagia seperti sekarang apa saya mau meneruskan pekerjaan seperti sekarang ini? Ini semua kan demi mereka juga. Saya siap kok melepaskan ini semua. Saya toh dari keluarga biasa yang akrab hidup sederhana. Tapi apa mereka siap? Apa saya tega melihat anak saya cuma gigit jari sementara teman-temannya bisa jajan dan beli mainan bagus? Apa siap melihat istri saya memakai daster lusuh sementara tetangga bisa memakai baju bagus?” (halaman 49).
  4. “Lebih cinta rokok ya disbanding aku?” (halaman 51).
  5. “Enggak bukan batal merit. Kamu jangan salah sangka. Maksudku tuh, gimana kita yakin kalo kita siap komit dengan segala hal di depan sana? Aku Cuma takut setelah kita jalani nantinya, ternyata ada hal yang lupa kita latih. Ya, masalah. Kita belum pernah latihan menghadapi masalah, antara kita. Kita terlalu mulus selama ini. Aku butuh sebuah situasi di mana kita yakin siap menjalani pernikahan setelah bisa lulus dari sebuah ujian.” (halaman 53)
  6. “Ya kalo udah bisa kecantol orang lain, buat apa dilanjutin? Bagus dong putus sebelum jadi, disbanding kejadiannya setelah merit? Itu yang aku maksud. Bisa aja kan, kita sebenarnya berjodoh sama orang lain? Cuma selama ini kita menutup diri aja untuk berani cari tau tentang hal itu?” (halaman 55).
  7. Pre-Wedding test ini tentu saja bisa melahirkan beberapa kemungkinan. Pertama, dua minggu ke depan semua berjalan biasa aja, normal, tanpa masalah. Hanya kehilangan komunikasi kami yang serba pake love-love, dan rasa kangen menggunung. Setelah dua minggu, kami akan ketemu dengan perasaan dan kondisi yang sama. Ya udah, berarti gak ada yang perlu dicemaskan untuk lanjut mempertemukan orang tua. Atau, kemungkinan kedua. Jika setelah dua minggu nyatanya kami gak merasakan kehilangan dan kesepian dengan minimnya interaksi, itu artinya bahkan kalo kami hidup masing-masing, dunia gak runtuh dan tetap berjalan seperti biasa. Ini yang bahaya. Kalo itu terjadi, artinya cinta kami masih belum cukup kuat. Mungkin kami yang salah mengartikan kata “cinta”, yang sebenarnya hanyalah perasaan hasil kedekatan sebagai sahabat bertahun-tahun, bukan cinta yang semestinya menjadi landasan paling kuat untuk berumah tangga. Kalo kemungkinan terburuk di poin ini…, aduh belum tau deh  siap atau enggak. Ataauuu, kemungkinan ketiga. Sesuatu yang tak terduga (halaman 57-58).
  8. Jangan terlalu percaya sama foto (halaman 101).
  9. “Semua orang punya cinta pertama, kan? Biarlah jadi kenangan.” (halaman 151)
  10. Menikah memang seperti membuka kotak misteri yang isinya bisa mengubah nasib seseorang untuk sepanjang sisa hidupnya. Tapi, itu bukan alasan untuk kita berhenti menuju jenjang itu. Kita harus siap menghadapi apapun yang Tuhan persiapkan di depan sana. Bukankah menikah adalah salah satu hal baik yang dianjurkan oleh semua agama? Jangan takut, banyak hal baik bagi orang yang punya niat tulus. Orang-orang yang siap melepaskan ego dan bersedia mempersembahkan cinta yang besar untuk pasangan mereka, akan sukses dan siap menerima anugerah-anugerah Tuhan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya (halaman 156-157).
  11. “Orang butuh waktu yang sangat panjang untuk bisa menemukan pilihan yang tepat. Jangan sampai ketika kamu sudah bertemu dengan sosok itu, kamu lepasin begitu aja. Bukan gampang mencari orang yang dengan segala keseriusan menawarkan sebuah kesempatan untuk berumah tangga.” (halaman 162)
  12. “Yaa, kalo kata orang cinta pertama itu gak pernah mati, mungkin bener. Tapi cinta pertama dan cinta sejati itu gak sama. Cinta pertama adalah sesuatu yang gak bisa kita tolak, telanjur ada dan membekas di dalam sana. Tapi cinta sejati, itu pilihan hidup yang siapapun harus melewati sebuah ujian besar untuk bisa memantapkannya.” (halaman 167)

Cukup dua belas kalimat yang menariks saja ya. Kalau yang sudah baca novel ini, boleh mungkin ada kalimat menarik lain versi kamu. Untuk yang belum baca novelnya, kalimat mana nih yang kamu suka?

Tetep nyimak Blog Tour Pre-Wedding Test ya! Besok masih ada lho, dan ikuti kesempatan mendapatkan dua novel PWT gratis dari penulisnya langsung! See U!🙂

 

33 thoughts on “Blog Tour Pre-Wedding Test Hari Kedua: Kalimat-Kalimat Menarik

  1. Didi Syaputra 21 Februari 2015 / 00:46

    Come back again. K e r e n. Bener-bener inspiratif, Mas. Paling suka sama kalimat 1, 11 dan 12. Uh, very touch my heart 🙂

    Suka

  2. Wenda Koiman 21 Februari 2015 / 01:18

    Tunggu pembaca dulu…
    Kalo gue kalimat favoritnya nyeleneh, xixixi..

    Suka

  3. Iyas 21 Februari 2015 / 03:13

    wohooo tuh kan ternyata isi kalimat-kalimatnya juga keren >_<
    kalimat fav-ku yang 6-10 kaaa😀

    Suka

      • Iyas 24 Februari 2015 / 08:52

        iyaaa bener kak! penasaraaaan :3

        Suka

  4. Mel A. 23 Februari 2015 / 11:43

    Lebih cinta rokok ya dibanding aku? Jleb!

    Pernah gegara ngomong begitu aku berantem abis-abisan ama Yayangku… Hiks #curcol. Laki-laki dan rokok ternyata lebih soulmate #di situ kadang saya merasa sedih 😦

    Suka

  5. yunita hentika 23 Februari 2015 / 14:02

    Aku suka quote ini

    “Semua orang punya cinta pertama, kan? Biarlah jadi kenangan.” (halaman 151)

    Tidak peduli seindah apapun cinta pertamamu, dia tetaplah sebuah kenangan yang tinggal dan mengendap di masa lalumu …
    Lupakan romantisme semu yang sudah berlalu
    Saatnya kita menciptakan kenangan baru

    Eh kok jadi panjang hahaaaa
    Keren quotenya semua.
    Mungkin langkah pertama untuk menjadi penulis harus punya quote sendiri yaaa???

    sukses selalu yaaaa

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 28 Februari 2015 / 16:18

      iya saya juga suka quote yang itu mba #eaaaa hehe

      kalimat tambahan mba juga keren tuh, cocok nih dah jadi penulis LD

      Suka

  6. sofhyhaisyah 23 Februari 2015 / 21:42

    Untung kalimat fav.nya “Lebih cinta rokok ya dibanding aku ?”.

    Coba kalo “Lebih cinta game ya dibanding aku ?”

    Itu mah aku -___-

    Suka

  7. Azzah 25 Februari 2015 / 15:48

    FAVORITE BANGET QUOTE NO.8, NO.9 SAMA NO.12.🙂
    …..please, ini aku jadi flashback cinta pertama *elah*

    Suka

  8. ratna 25 Februari 2015 / 22:40

    Paling suka.yang nomor 10 dan 11🙂

    Suka

  9. hikarimio 26 Februari 2015 / 13:19

    Aku suka banget dan setuju sama quotes nomer 12. Ngena banget di aku yang memang nggak bisa move on sama cinta pertama yang udah terlanjur ‘nancep’ didalam hati. Sekalinya udah mau move on, eh dia balik lagi *hehe kog jadi curhat sih!

    Suka

  10. Didi Syaputra 27 Februari 2015 / 03:03

    Amazing word for love😉 Bukan pengalaman Mas Ridho. Tapi, sangat membutuhkan pengalaman dari Pre-Wedding Test ini.

    Suka

  11. Annisa Widi Astuty 27 Februari 2015 / 13:12

    Kalimatnya beberapa menurutku malah lucu bukan romantis. Haha. Awesome🙂

    Suka

  12. raiisyarahimah96 28 Februari 2015 / 10:59

    Qoute-nya keren-keren. Makin tambah greget aja buat baca cerita lengkapnya nih🙂

    Suka

  13. Aanisa Natasya 28 Februari 2015 / 13:06

    “Orang butuh waktu yang sangat panjang untuk bisa menemukan pilihan yang tepat. Jangan sampai ketika kamu sudah bertemu dengan sosok itu, kamu lepasin begitu aja.”

    Kata-katanya ngena banget deh hahaha *curcol* quotenya semuanya keren deh hehe curcol banget ini mah

    Suka

  14. Risky Vera Y. 28 Februari 2015 / 14:47

    Woow. kalimatnya kena semua tentang pernikahan. baca kalimat” ini, jadi was-was juga kalau mau nikah. Sempat terlintas kalimat, “serumit inikah jika mau menikah?”. bisa” buat prewedding test juga. hahaha.😀

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 28 Februari 2015 / 15:46

      hehe, mesti dipersiapkan tuh nikahnya..

      Nah bisa dicoba prewedding test juga😀

      mana yang paling kamu suka kalimatnya?

      Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s