Melati Dalam Kegelapan

Akibat Lalai Dalam Memimpin

Judul                            : Melati Dalam Kegelapan

cover melati dalam kegelapan
cover melati dalam kegelapan

Penulis                          : Sidik Nugroho

Editor                          : Irna Pemanasari

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                : Pertama, Desember 2014

Jumlah Halaman          : 208 halaman

ISBN                           :  978-602-03-0861-6

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Pendiri Klub Pecinta Buku Booklicious

Banyak orang yang ingin menjadi pemimpin, karena naluri senang memerintah, berada di atas manusia lainnya dan senang dikagumi dan disegani banyak orang. Padahal menjadi pemimpin itu tidak mudah, meski ada banyak teori yang disebutkan. Namun, tidak ada teori yang pasti akan menjadikan orang-orang yang mempraktikkannya benar-benar sukses.

Menjadi pemimpin sejatinya menjadi pelayan bagi yang dipimpin. Sejatinya yang dipimpin layaknya seorang raja. Maka, seorang pemimpin tidak boleh melakukan hanya untuk kesenangannya saja. Dia harus memikirkan nasib yang dipimpin. Pemimpin tidak hanya presiden, gubernur saja tetapi juga pemimpin perusahaan bahkan juga pemimpin rumah tangga.

Jika tidak bisa adil dan tidak bisa memberi pelayanan yang baik bagi bawahannya, maka pemimpin akan dibenci bahkan dimusuhi oleh bawahannya. Tentang ini ditulis apik oleh Sidik Nugroho, dalam sebuah novel yang berjudul Melati Dalam Kegelapan. Novel ini bercerita tentang Tony, seorang kepala distributor penjualan pakan yang kantornya di Kalimantan Barat. Dulunya dia bekerja di kantor pusat, Sidoarjo.

Selama tinggal di Kalimantan Barat, baru kali ini dia mendapatkan teror dan hal-hal yang mengerikan. Dia mendapatkan tulisan “Utangmu adalah utang darah. Tunggu pembalasan!” di dinding kamarnya. Tak hanya itu, tulisan yang membuat Tony terkejut itu ditulis dengan darah amis anjing dan ada sebuah kotak yang ditinggalkan pelaku berisi kepala anjing (halaman 66).

Setelah ditelusuri ternyata orang yang melakukan teror tersebut adalah Rokhim salah satu pegawai baru Tony. Dia menjadi pegawai di kantor Tony dengan niatan balas dendam. Kakak Rokhim adalah pegawai Tony tetapi tidak mendapatkan keadilan dan asuransi, karenanya Rokhim marah dan ingin membunuh Tony yang diawali dengan teror-teror (halaman 31). Ternyata Tony lalai menjadi seorang pemimpin. Ini seharusnya menjadi titik balik untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Karena ini penyebab teror-teror yang ditujukan padanya.

Selain itu Tony juga selalu diganggu dengan hadirnya perempuan kasat mata di mana saja dia berada. Setelah ditelisik perempuan itu bernama Melati, dan kehadirannya di depan Tony meminta tolong pada Tony untuk mengusut penyebab kematiannya. Maka komplitlah novel ini menjadi bacaan yang menarik namun juga berhikmah.

Novel ini berawal dari teori bagaimana seharusnya menjadi  pemimpin, kemudian menjadi kisah yang menegangkan, mengerikan sekaligus berbumbu romantis. Maka, tak ayal novel semi detektif-thrillersuspended, layak Anda baca. Karena tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi hikmah dan nilai-nilai kepemimpinan yang baik. Selamat membaca!

 

dok pribadi
dok pribadi

*dimuat di Harian Singgalang 5 April 2015.

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s