#Amoi Berhijab

Jalan Terjal Mantan Model Playboy Menggapai Hidayah

Judul                            : #Amoi Berhijab

cover #amoi berhijab
cover #amoi berhijab

Penulis                          : Raisyyah Rania Yeap dan Syarafuddin Sulaiman

Penerbit                       : Mizania

Penerjemah                   : Indradya SP dan Rini Nurul Badariah

Editor                          : I.S. Putra

Tahun Terbit                : Pertama, Februari 2015

Jumlah Halaman          : 160 halaman

ISBN                           :  978-602-1337-49-3

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Pendiri Klub Pecinta Buku Booklicious.

Hidayah datang tidak pandang bulu, ras, suku, rupa, tua, muda, kaya, miskin, semua berkesempatan mendapatkan hidayah asalkan membuka hati. Bahkan kepada seorang model cantik Majalah Playboy, Allah mengucurkan hidayah-Nya. Kepada gadis keturunan Tionghoa bernama Felixia Yeap hidayah itu turun.

Ternyata, hidayah tidak serta merta datang kepadanya. Dalam buku #Amoi Berhijab gadis yang kini bernama Raisyyah Rania Yeap itu menceritakan bagaimana hidupnya yang penuh liku. Buku ini mencatat perjalanan hidup Rara (panggilannya kini), dari kecil hingga dia memeluk Islam.

Rara tidak lahir sebagai orang kaya, keluarganya jauh dari kata sempurna. Waktu kecil keluarganya sering berpindah-pindah, pernah tinggal di Kuala Lumpur, pindah ke Ipoh kemudian ke Kedah, dan kembali ke Ipoh lagi.

Sejak kecil dia sering menjadi objek bully. Karena dia sering diam (pendiam), dia dianggap bisu oleh teman-temannya. Belum lagi karena matanya sipit dan warna kulit putih dan pucat, dia sering dipanggil “Hantu Cina.” Bahkan ada yang bilang Rara pecandu narkoba karena berkulit pucat. Namun, Rara seringkali diam dan tidak menanggapi ejekan dan bully-an teman-temannya tersebut (halaman 17).

Cobaan bertambah ketika dia menginjak remaja, ketika berumur 15 tahun. Setelah sejak kecil meninggalkannya, ayahnya datang dari Jepang. Bukannya memberi kebahagiaan, malah membawa kesedihan karena ayahnya memiliki wanita lain. Ibunya sedih dan minggat dari rumah.

Pada saat itu ayahnya juga jarang di rumah. Sehingga dialah yang mengurus adik laki-lakinya. Dia sering marah-marah kepada adiknya yang tidak menurut, marahnya itu karena rasa sayang kepada adiknya. Dia bersyukur sekolah pagi hari dan adiknya siang hari, sehingga dia bisa memasak untuk adiknya. Saat itu dia merasa telah menjadi ibu rumah tangga, karena mengepel, menyapu, mencuci dan menyetrika pakaian adalah pekerjaan sehari-harinya (halaman 30).

Selesai SPM (Sijil Pelajaran Malaysia), Rara minta uang ke ayahnya untuk tinggal di Kuala Lumpur dengan alasan ingin belajar fashion design. Meski dalam hatinya, dia ingin sekali menjadi model. Dia hidup mandiri di Kuala Lumpur, ibunya juga tidak punya kerjaan apa-apa. Pekerjaan pertamanya adalah sebagai food testing. Dia memakai baju Thailand dan mempromosikan saus tomat kepada pengunjung. Kali itu gajinya RM90 (halaman 51).

Karena merasa kurang dengan gajinya, Rara mencoba mengikuti lomba kecantikan di kelab-kelab. Dia tertarik karena kalau menang bisa mendapatkan RM1000-RM3000. Tetapi untuk menjadi pemenang pertama itu tidak mudah, karena tidak cukup berpakaian seksi. Tetap ada plus-plus lainnya.

Rara merasa cukup jika harus mendapatkan pemenang hiburan dan mendapat RM500 saja. Karena meski dia sejak kecil tidak hidup religius, Rara memahami batasan-batasan. Dia cukup dengan berpakaian seksi, tetapi tidak menjual mahkota dirinya kepada lelaki meski dia memiliki banyak uang.

Dia kemudian sering memenang perlombaan kecantikan di beberapa kelab karena dia mulai berani tampil lebih seksi ketimbang peserta lainnya. Selain itu dia juga pintar bahasa inggris, akhirnya dia pun sering dipilih menjadi pemenang. Kemudian setelah itu dia pun memenangi kontes yang mencari model untuk cover depan sebuah majalah. Rara menang dan menjadi cover girl dengan berbikini (halaman 71).

Setelah lama vakum menjadi model, dan menjadi Guru TK. Rara merasa kurang sejahtera hidupnya dan dia kembali ke dunia model. Dia langsung menjadi sampul depan Majalah FHM (halaman 91). Dia terus bekerja dan semakin banyak kelebihannya ketimbang yang lain. Akhirnya dia terpilih menjadi Playboy Bunny. Playboy Bunny tidak seliar Playboymates. Dia hanya bekerja menghibur klien, menari, dan memakai kostum Playboy. Karirnya terus naik, salah satunya menjadi model Playboy Filipina dan sering dihubungi Playboy Internasional (halaman 95).

Namun, dengan semua keberhasilannya Rara merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Semakin hari, semakin banyak yang melihat tubuh seksinya dengan mudah, dia merasa menjadi murah. Bukannya bangga, dia merasa malu (halaman 107). Akhirnya dia mencoba memakai pakaian panjang dan kerudung (pakaian melayu), dia merasa nyaman walau belum berIslam. Hingga akhirnya dia mencari ilmu tentang Islam, termasuk meminta nama Islam yang kemudian dia temukan dalam mimpi (halaman 120). Setelah itu dia pun memeluk Islam (halaman 131).

Meski lahir sebagai Tionghoa, hidup tidak beragama, dan hidup berorientasi harta sehingga menjadi model seksi Playboy, ternyata hati Rara terbuka bagi hidayah Allah. Sebuah kisah yang mengharukan dan menginspirasi. Jika Anda tak percaya, silakan baca!

dok. pribadi
dok. pribadi

*dimuat di Jateng Pos 12 April 2015

One thought on “#Amoi Berhijab

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s