Divergent

Ketika Divergent Ingin Dimusnahkan

Judul                            : Divergent

cover divergent movie tien
cover divergent movie tien

Penulis                          : Veronica Roth

Penerbit                       : Mizan Fantasi

Penerjemah                   : Anggun Prameswari

Editor                          : Esti Budihabsari

Tahun Terbit                : Cetakan VIII, Oktober 2014

Jumlah Halaman          : 543 halaman

ISBN                           :  978-979-433-809-4

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Bondowoso Writing Community

Saya menonton filmnya dulu, sebelum baca novelnya. Novelnya baru diberi sama penerbit beberapa bulan setelah nonton filmnya. Saya sudah mengira bahwa novelnya pasti lebih bagus dari pada filmnya. Ternyata betul. Dalam film yang berdurasi terbatas, banyak cerita dalam novel yang tidak divisualisasikan. Sebenarnya yang membuat saya penasaran untuk membaca novel trilogi ini karena saya sudah menonton filmnya. Kayaknya seru nih!

Divergent adalah novel karya Veronica Roth di tahun 2011. Novel ini Bergenre sama dengan The Hunger Games (Suzanne Collins-2008) dan The Maze Runner (James Dashner-2009). Genre kebalikan dari Utopia, yaitu Dystopia. Jika Utopia seperti The Lord Of The Ring, The Hobbit, Aragon dll karya fiksi berkisah tentang keadaan masa depan yang lebih baik dari sekarang. Maka Dystopia seperti The Hunger Games, Divergent, The Maze Runner dll adalah kisah fiksi yang menggambarkan masa depan lebih buruk dari masa sekarang.

Banyak yang memuji karya ini begitu juga ada yang tidak suka dengan Divergent. James Dashner dalam buku ini memuji, “Divergent adalah buku yang memikat dan mengagumkan; membuatku terus merasa tegang dan tak berhenti terkejut. Butuh waktu lama sampai aku berhenti memikirkan masa depan yang terus terbayang-bayang ini (halaman 7).” Penulis lain seperti Melissa Marr (Wicked Lovely) dan Kiersten White (Paranormalcy) juga memuji novel karya Veronica ini. Mereka yang tidak suka novel ini karena novel ini mengekor pada pendahulunya, seperti The Hunger Games dan The Maze Runner juga tidak seseru pendahulunya.

Divergent bercerita tentang sebuah kota yang tidak diberitahukan ada di mana. Penduduk kota masa depan ini dibagi menjadi 5 faksi, sesuai kecenderungan sifat alamiah mereka. Abnegation adalah orang-orang yang tidak mementingkan diri sendiri dan tanpa pamrih. Amity adalah orang-orang yang cinta perdamaian. Candor adalah orang-orang jujur. Dauntless adalah orang-orang pemberani, dan Erudite adalah orang-orang cerdas. Sedangkan orang yang tidak masuk dalam faksi itu, karena tidak lulus ujian masuk atau (inisiasi) sebagainya termasuk dalam factionless.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Beatrice Prior. Dia pun sebagai narator dalam novel ini. Beatrice lahir dari salah satu keluarga yang memimpin Abnegation. Karena merasa tidak cocok di Abnegation dan senang melihat Dauntless berlari dan terlihat gagah berani. Saat dia berumur 16 tahun waktunya memilih faksi, dia pun memilih Dauntles dan meninggalkan orang tua dan masa lalunya. Kakaknya Caleb Prior pun meninggalkan orang tuanya dengan memilih menjadi Erudite.

Setelah menjadi anggota Dauntless, Beatrice merubah namanya menjadi Tris. Dia bertemu dengan senior yang melatihnya bernama Four. Suatu ketika saat mengikuti tes, dia diberitahu oleh penguji (Tori) bahwa dia bukan Dauntless tetapi Divergent. Divergent adalah jenis manusia yang berbeda. Divergent kecenderungannya tidak masuk dalam satu faksi saja, bisa lebih dari itu.

Dia diminta untuk berhati-hati menjadi Divergent, karena Divergent adalah jenis yang tidak disukai oleh Erudite. Bahkan Divergent menjadi jenis yang menakutkan bagi sebagian orang, dan Erudite menginginkan mereka harus dibunuh. Sudah banyak orang yang diketahui sebagai Divergent, akhirnya mati secara misterius.

Ada beberapa kalimat yang mungkin menari yang saya temukan dalam novel ini.

  1. Manusia akan menciptakan alasan apa pun untuk menoleransi hal jahat, itulah kenapa penting untuk tidak tergantung pada alasan-alasan semacam itu (perkataan Ayah Tris- salah satu orang penting di Abnegation halaman 122)
  2. Kami yakin akan tindakan yang berani, dalam keberanian yang mendorong seseorang untuk membela yang lainnya-manifesto Dauntless (halaman 235).
  3. Kita hanya perlu membiarkan rasa bersalah itu menjadi pengingat agar kita menjadi lebih baik (halaman 354).
  4. Rasa bersalah itu sebagai alat, bukan senjata untuk melawan diri sendiri (Perkataan ayah Tris dalam pertemuan mingguan faksi Abnegation halaman 354).
  5. Rasa tidak mementingkan diri sendiri dan keberanian tidak terlalu berbeda (perkataan Four halaman 442).

Penasaran dengan kelanjutan kisah Tris? Pasti banyak pertanyaan lain seperti kenapa Divergent ingin dimusnahkan? Baca novelnya langsung aja ya, biar puas. Selamat membaca!

*dimuat juga di Wisata-Buku.Com 15 April 2015

 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s